Sunday, November 02, 2008

imagi studio newer project!

imagi studio

adlh sbuah rmh produksi yg memproduksi film animasi jepang, spt “Astro Boy” dan “Gatchaman” (atw lbh qt kenal dgn nama “G-Force”, yg sempet tayang d TVRI beberapa tahun lalu), yang tengah memproses pengerjaan kedua film tersebut yang siap tayang tahun depan, 2009.

kedua-duanya adalah anime kesukaan deim^^

siapa tak kenal Astro Boy? Atom Boy? atw Tetsuwan Atom? karangan sanga maestro mangaka Osamu Tezuka??
nah, bagi kalian yg skarg rajin ngikutin anime ny yg dtayangin d ANTV, ada brita bagus!
Astro Boy versi Animasi CG (Computer Graphic) akan drilis tahun 2009! itu artinya cuma +/- 2bulan lagi^^

bg yg gak tau apa itu CG, liat deh film animasi Shrek, Bee Movie, Wall-E, Kungfu Panda, dll.. nah, itu yg dnamakn CG. alias film animasi komputer nan halus spanjang jam tayang.

begitu juga untuk Gatchaman.

beberapa perubahan dlakukan dlm versi animasi CG ini. bahkan model kota UTOLAND, diambil/mendapat inspirasi dari kota Hong Kong.

lihatlah betapa pesawat mereka, “Phoenix” mengalami perubahan, begitu juga dgn logo mereka=]

untuk info lebih lanjut, kunjungi:

http://felixip.blogspot.com/search/label/imagi

http://felixip.blogspot.com/search/label/AstroBoy

http://felixip.blogspot.com/search/label/Gatchaman

kamen rider versi amrik? korban baru!

salam rider’s mania!

mungkin bg kita adlh hal biasa ketika Super Sentai dibuat versi US, yg berubah mjadi Power Rangers. bahkan hingga skrg. memang skrg ini pihak produsen amrik tsb tlah bekerja sm dgn produsen asli super sentai dr jepang (lihat Power Rangers Mystic Force sbg contoh).
apa jadinya kl skrg kamen rider era revolution yg mjadi sasaran mereka??
sebenarnya kamen rider tlh dbuat versi amriknya, Kamen Rider Black RX dgn aktor remaja muda yg wkt itu tengah dgandrungi (entah siapa namanya, deim lupa^^).
dan skrg, korban slanjutnya adlh kamen rider Ryuuki!!
adapun judulny mjadi “Kamen Rider Dragon Knight”. what the..
dan sudah bs dpastikn ada perubahan skenario, yg dsesuaikn utk dpt/bs dterima d amrik.
uh.. spt apa jadinya ya? serial tokusatsu kesayangan deim jd korban???

memang, film2 kl dtranformasikn k amrik, lwt hollywood, yg notabene sudah sgt termahsyur, dan langganan piala, tak perlu dragukn. hanya saja lihat apa yg terjadi dgn film Resident Evil!
adakah karakter Alice ddlm gamenya?? TIDAK!
bahkan Jill Valentine maupun Claire Redfill yg sgt dgandrungi gamer pun cuman muncul sekilas…

hollywood memang jago dlm hal SFX, tp mereka tdk bs menjaga originalitas suatu film, yg mereka ambil dr luar.

bandingkan lagi film “Ju-On” film horor original jepang dgn “the Grudge” versi amrik. atw “Pulse” versi original/Jpg dgn versi amrik.
smuanya BEDA!!

skrg kmbali ke serial kamen rider. akan sebagus n smenarik versi originalnya gak? atw justru jatuh n mengecewakan??

untuk info lainnya, kunjungi:

http://felixip.blogspot.com/search/label/Superhero

Wednesday, October 22, 2008

setelah wisuda... [bahan renungan]

setelah lulus wisuda...


jika kalian sekarang ini udah menyelesaikan bangku perguruan tinggi/perkuliahan, dan menyandang status sbg wisudawan / wisudawati, baik strata, diploma, dll..
deim sarankan jangan pulang kampung dahulu. kenapa?
karena inilah yang deim rasakan sekaligus alasannya:

1 dengan gelar sarjana atau diploma mu, kamu hanya akan menjadi seorang wisudawan/ti pengangguran selanjutnya, nomor sekian dari yang telah ada, di seluruh indonesia.

2 karena kamu pengangguran, lambat laun akan terdengar kabar-kabar nggak enak dari tetangga, seperti "..anaknya ibu.. wisudawan pengangguran ya.." (kecuali kamu punya segudang aktifitas bermanfaat lainnya, seperti ikut kegiatan sosial), sehingga tidak menutup kemungkinan anak-anak mereka yang berlainan jenis dengan mu, akan diwanti-wanti supaya jangan bergaul dengan mu, yang pengangguran.

3 jadi 'parasit' bagi keluarga mu sendiri!
karena di luar negeri, anak yang telah beranjak dewasa dan menginjak usia 18 tahun, sudah mampu menghidupi dirinya sendiri, beda dengan anak indonesia yang mayoritas cara didik orangtua nya adalah memanjakan anaknya. sehingga tiap hari kerja hanya makan, tidur, have fun, dan semua itu berasal dari orangtua

4 ketika kamu hendak kembali ke kota tempat menuntut ilmu, walaupun niat dan tujuan mu hendak mencari kerja, pasti orangtua mu melarang dengan berbagai alasan, seperti "..istirahat dulu, segarkan pikiran.." yang mau nggak mau kamu pasti 'wajib' menuruti keinginan mereka, biar nggak durhaka

5 kamu TIDAK akan pernah bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab, selama kamu ada di kampung halaman mu, yang notabene setiap ada masalah, pasti orangtua mu yang menyelesaikan, dan kamu TIDAK punya kesempatan untuk belajar dari kejadian tersebut

6 hubungan mu dengan sang pacar, lambat laun pasti berkurang! mengapa?
karena kamu dan dia telah terpisah oleh jarak, dan sangat minim hubungan jarak jauh yang berhasil. bahkan bisa-bisa, dia akan menjauhi mu (karena status mu yang 'wisudawan/ti pengangguran')

7 kamu tidak memiliki kerabat yang sering mengajak proyek yang menghasilkan uang lagi, sehingga baik wawasan, pengalaman serta nertworking mu TIDAK akan berkembang. ini jika di kota tempat menimba ilmu kamu terbiasa mempunyai proyek dengan kerabat mu (teman, dll..)


8 kamu TIDAK bisa lagi, mengkoleksi barang-barang kesukaan mu, atau baca buku di taman bacaan, menonton biokop, jalan-jalan cari jajanan enak, windows shopping, atau aktifitas favorit kamu lainnya (seperti halnya deim)..

9 kamu akan terpisah dengan para teman, sahabat, kerabat, dosen, ibu-bapak atau siapa pun yang telah dekat dengan mu. dan untuk tempo waktu yang tidak tentu..

10 kamu tidak bisa lagi mempelajari suku, adat-istiadat, maupun tata krama di kota tempat mu menimba ilmu..

dan terakhir,
kamu akan kehilangan suasana kota tempat mu menimba ilmu, keunikan kota tersebut, pemandanganya, penduduk aslinya, dan hal-hal yang selama ini senantiasa telah menemani mu...

semua itu akan jadi sedikit beda, jika kamu termasuk tipe orang yang aktif dan kreatif, ulet dan pintar membaca situasi! walaupun kamu sudah pulang ke kampung halaman, kamu pasti menemukan kesibukan baru...


bagi deim, memang pulang ke kampung halaman untuk menyegarkan pikiran pasca kuliah adalah salahsatu pilihan yang bagus, tapi jika masa 'penyegaran pikiran' ini lebih dari satu bulan, otomatis ini menggangu pikiran deim. bagaimana nggak?!
empat teman dekat, salahsatunya cewek yang deim taksir sudah membangun dan membina keluarga yang baru (menikah), apalagi begitu ketemu lagi setelah menikah, wajah mereka (terutama yang cowok) lebih mesum, bahkan ketika mereka tersenyum. sedangkan istri mereka (Atau teman cewek), badannya terlihat lebih 'berisi'. ughh! sungguh menggangu-_-
belum kerabat yang biasa datang menawari proyek, tidak bisa menawari lagi, dikarenakan posisi deim yang berada dikampung halaman, dll..
belum lagi deim tidak bisa lagi mengikuti update-update terbaru, seperti pemutaran film-film baru di bioskop, manga edisi selanjutnya atau mangan baru, anime edisi selanjutnya atau anime baru, cd games terbaru (termasuk dua seri expansi sims 2 yang terakhir: the Sims 2 Mansion & Garden, the Sims 2 Apartement Life), dvd film bajakan terbaru yang sudah pasti murah meriah (hidup bajakan^^) dan lain-lain...

yang jelas, tinggal dikampung halaman lebih dari satu bulan sungguh menggangu!!!

belum lagi deim yang senantiasa selalu memikirkan untuk segera menikah. tapi, jika kondisinya seperti ini, deim belum bisa pergi merantau untuk mengadu nasib, bagaimana deim bisa menyiapakan modal untuk pernikahan?!
dan entah mengapa, ibu deim berulang kali meminta deim untuk cari kerja dikampung halaman saja dengan cara membuka usaha digital print seperti yang deim lakukan sekarang ini.

memang PELUANG itu ada!! dan prosfek nya sangat bagus. tapi, kembali lagi ke diri deim pribadi. deim tidak ingin jadi 'macan kandang', deim ingin merantau, mengadu nasib, menimba ilmu dan pengalaman serta menambah wawasanm, yang mana dikampung halaman deim baik ilmu, pengalaman maupun wawasan tidak dapat berkembang dengan baik. belum lagi, kapan deim bisa belajar untuk lebih mandiri?!

untunglah ayah dan mbak-mbak deim, semuanya pada mengusulkan dan mendukung keinginan dan niat deim yang ingin cari kerja diluar kampung halaman=]
whoa, i LOVE them most, better than my mom..

sekarang masalahnya, sampai kapan deim harus 'terkurung' disini??? setiap kali ditanya, ibu deim pasti menjawab, "nanti kalo tinta print sama kertas fotonya abis..", dilain waktu beliau berkata, "udahlah, buka aja digital print disini.. berapa modalnya, biar ibu beliin stok kertas, tinta, dll.. tinggal bilang..." bahkan beliau melarang deim membawa serta komputer deim ketika deim pergi kembali ke bandung untuk mengadu nasib, dengan alasan "..biar digital print nya tetep buka. kan udah dapet banyak pelanggan.. biar mbak mu yg meneruskan.."

dalam hati deim berpikir, "apa jadinya seorang wisudawan/ti desainer yang tidak memiliki perangkat komputer yang notabene membantu merancang dan mendesain suatu karya nya???"...
karena memang benar, seorang desainer grafis senantiasa berkutat dan berkarya menggunakan perangkat komputer, seperti halnya yang telah diajarkan selama kuliah.
bahkan sekarang pun desain interior maupun arsitektur, menggunakan perangkat canggih ini.

lantas deim bilang, bahwa deim akan membawa serta komputer deim, dan juga bilang "untuk apa ilmu desainer yang selama ini deim cari di bangku kuliah kalo nggak dipake (diasah lewat komputer)??" dan ayah deim juga membenarkan hal tersebut. bahkan beliau menambahkan, "masa' mama nggak kasian sama anak laki-laki satu-satunya, percuma ilmunya gak bakal kepake kalo disini trus.."

memang wajar jika ibu deim mempunyai pikiran seperti itu, toh, beliau memang cuma disekolahkan tidak sampai tamat bangku sekolah dasar, dan selebihnya disuruh bantu mencari uang, pada masa itu..

sekarang, deim telah memutuskan untuk berada dikampung halaman sampai deim menyelesaikan pembuatan surat-surat penting, seperti "SURAT KETERANGAN SEHAT", "Surat Kartu Kuning", "Surat Kelakuan Baik" dan lain-lainnya yang nantinya digunakan untuk setiap kali mengirimkan lamaran.
toh, usaha digital print ini hanya sebagai pengisi waktu luang, sekaligus untuk sekedar survei prosfek usaha digital printing dikampung halaman deim.


buat kalian, mudah-mudah uneg-uneg ini dapat diambil manfaatnya, terutama mengenai perlu-tidaknya kalian 'menyegarkan pikiran' dengan cara pulang kampung dan untuk tempo waktu berapa lama.

salam,
deim.

Thursday, October 16, 2008

"suka duka sbg fotografer freelance" part6

Part 6
The relationship

Selanjutnya , aku akan membahas sejauh mana hubunganku dengan para pegawai 3DTech dan pegawai DS.

Pertama-tama, bang Hol, alias Untung. Ia seorang wisudawan UNIKOM, tempatku kuliah, dan juga ia mantan teman se-kos. Dulu, dia lah orang pertama yang memiliki komputer dikos-an, setelah aku akrab dengannya, kamarnya menjadi tempat kami nonton film2 VCD beramai-ramai. Ya si Daniel, si Erick teman sekamarku, bang Alex, atau teman gereja nya bang Hol yang suka dating bertandang. Waktu itu, terasa sekali momen yang berharga, menikmati suguhan film bersama-sama^^
Tak lama, setelah aku akrab dengan Cipta, aku jadi lebih sering menonton film dikamarnya, apalagi setelah ia punya komputer dan sering meminjam film(mania film, seperti aku^^). Sebagai impact-nya, Cipta sering memintaku untuk memijati badannya. Dari sinilah aku jadi memiliki keahlian lain^^
Bang Hol orangnya suka berbagi, baik makanan, maupun minuman. Bagi aku yang sesame anak kos, ini merupakan ‘peluang’ yang tidak boleh dilewatkan, jadi ku manfaatkan sebaik mungkin kebaikannya^^ hehe..

Semenjak pindah kos, (kami semua memutuskan untuk pindah kos-an setelah terlibat masalah dengan si empunya, seorang janda suku Batak yang SANGAT2 pelit-_-) baik aku maupun bang Hol jarang meluangkan waktu nonton bersama lagi, atau untuk sekedar berkumpul bersama. Semuanya punya kehidupan masing2.. apalagi ia telah wisuda dan telah bekerja(bekerja di 3DTech, di Dewisartika). Untungnya komunikasi tak PUTUS, suka ber-sms ria, walhasil, hubungan ini masih terus berlanjut.
Disuatu malam, ia datang ke kos ku yang sekarang, dan menanyaiku apakah aku bisa foto. Dari situlah awal mula aku bisa bekerja sebagai fotografer freelance. Terima kasih bang hol!

Surya, orang kedua yang menemaniku bekerja di stand foto, di hari pertamaku.
Awalnya, kekakuan sangat terlihat jelas diantara kami berdua. Seiring dengan berjalannya waktu, hubungan pun makin bertambah. Surya, ternyata suka bercanda juga, suka humor dan ketawa bersama, tapi ia akan marah-tapi-dengan ekspresi-yang-sama sekali-seperti-tidak sedang marah!^^, saat aku jahili untuk lebih dari lima kali. Ia tipe cowok lemah lembut, tidak ada sediktipun sifat menakutkan, marah, dari nya, mungkin itu sebabnya ia sering diganggu oleh para ‘wanita malam’ di halte tempat ia menunggu angkot, pulang kerja dari DS, saat di-drop oleh pak Jhon dikawasan sekitar Kota Kembang.(cerita pak Jhon)
Aku paling suka mengerjai dia, apalagi saat makan. Bahkan sering kali ku foto^^
Surya, teman yang bisa buat tertawa oleh wajah jenaka polosnya^^ hahhaahhaa..

Irma, cewek satu ini sebelumnya bekerja di “Three Color”, studio foto tepat sebelah took(cabang) 3DTech, dilantai 2 BSM, tapi kemudian pak Jhon angkat sebagai pegawai saat menerima kerjasama dengan DS.
Cewek dengan tinggi sedang ini, awalnya tidak ku kenal dengan baik, siapa sih dia, begitu pikir ku saat hari2 pertama kerja. Karena yang menjadi bendahara sebelumnya mbak Evi. Setelah cukup mengenalnya, aku suka menjahilinya, apalagi pakaian sehari-harinya kaos ketat. Dan setiap kali aku berjalan dibelakangnya, entah mengambil minum, atau apa, entah kenapa mata ku ini selalu tertuju ke celana dalamnya yang kelihatan. Waduh!! Sebagai imbasnya, aku sering sekali memasukkan kertas kedalamnya, setelah sebelumnya aku memperingati dia mengenai cara ia berpakaian(memilih dan memakai pakaian), termasuk celana dalamnya yang kelihatan. Bahkan setelah aku sering memasukkan kertas pun , ia tetap tidak berubah. Dasar cewek..
Lama2 bosan juga lihat hal tidak senonoh seperti itu, dan aku pun tidak lagi menggubrisnya.
Terahir, ku sadari kalau ia menaruh hati terhadapku. Waktu itu, kupikir itu hanya perasaan ku saja. Seiring dengan seringnya ku perhatikan, ternyata nggak salah. Waduh!! Buru2 ku hapus bayangan berpacaran dengannya dari benak ku. Apalagi bang Hol yang juga mengetahui hal itu, suka menggodaku.
Pantesan doi ngotot minta difoto, tiap hari.. oalaa..

Yuli, pegawai yang asli 3DTech-BSM lantai 2, ini teman ngerumpi nya si Irma. Orangnya sama berjerawatannya dengan ku. Tidak banyak yang ku tahu mengenai dirinya, karena ia lebih sering kebagian tugas jaga stand 3DTech di lantai 2 ketimbang di DS. Karakter doi cukup unik, apalagi saat suatu waktu ia minta ijin pak Jhon untuk masuk kedalam DS, untuk mendinginkan badan—begitu alasannya. Ada2 saja..
Hubunganku dengannya sebatas teman-cukup kenal-nama saja.

Tatan, dulunya ia bekerja di persawahan, dan entah bagaimana caranya pak Jhon bertemu dan memperkerjakan dia sebagai salahsatu pegawai 3DTech, bagian operasional. Awalnya aku merasa asing dipasangkan dengannya, terutama posisinya sebagai operator editing foto. Karena kerjanya lamban, dan kurang memperdulikan klien, dalam arti kata, ia jarang memperlihatkan foto2 klien dan memberi saran kepada klien mengenai foto klien, bahkan setiap kali membuka review foto klien, dia cenderung untuk cepat mengganti foto satu ke foto yang lain dengan cepat tanpa memperdulikan klien. Bekakangan ini untungnya ia berubah.
Tatan teman yang asik untuk diajak bercanda, tapi bercanda yang normal, bukan bercanda segila-ala-dimas pada umumnya. Aku merasa tersentuh oleh persahabatannya ketika waktu itu aku tengah menikmati makan siang ku, ia dengan senang hati, menemaniku makan, meninggalkan posisi nya sebagai operator. Walaupun saat sedang lowong tidak ada klien, aku SANGAT menghargai perbuatannya. Terima kasih, kawan[kata2 favoritnya menyebut seseorang, “kawan”].

Mbak Evi. Tipe wanita yang masih bersifat kekanak-kanakan dan hyper seperti aku, ini SANGAT menggemaskan, terutama setiap kali ia memintaku untuk memfoto dirinya didalam DS. Sifatnya yang kekanak-kanakan, hyper, dan centil itu, lama2 membuatku terpesona^^. Mungkin itu sebabnya aku tidak jadi menanyakan perihal uang honor dengan catatan perbedaan jumlah klien didalamnya.
Biar begitu, ternyata ia tipe wanita[aku mendiskripsikan sebutan wanita untuk cewek berumur 25an, atau berusia lebih tua dari ku] yang bisa menindas orang lain, termasuk mister Jacob, teman sekolahnya sendiri.

Pak Jhon. Sang empunya 3DTech ini merupakan seorang figur bos yang ku idamkan!! Supel, ramah, selalu memperhatikan bawahannya, dan humoris^^ aku sangat terhibur dengan sikap humornya yang sering beliau tunjukkan saat situasi yang tidak terduga. Beliau juga yang suka mengantarku pulang ke kos setiap kali bang Hol tidak kerja di DS, tapi di D S(kantor 3DTech di jalan Dewi Sartika). Beliau suka bercerita layaknya seorang ayah tengah bercerita dongeng kepada anaknya, setiap dalam perjalanan pulang mengantarku, termasuk pengalamannya sewaktu berkunjung ke Negeri Matahari Terbit, Jepang, belum lama ini.[jadi pengen^^]
Maka nya aku tak segan untuk menghormati dan menuruti perintahnya.
Ku berharap, semoga aku bisa bekerja padanya dan beliau menerima ku, kelak. Amin!

Pak Anton, adik pak Jhon, abang mbak Evi ini, bertugas sebagai pengganti pak Jhon. Tipe pria yang mudah+gampang curiga terhadap apapun/sesuatu. [mungkin itu sebabnya dia belum dapet jodoh, kali ya?!]
Aku hanya kenal sebatas itu, sebagai adik bos sekaligus juga atasan yang harus dipatuhi.

Jacob, orang yang sering ku panggil sebagai mister Jacob ini teman sekelas mbak Evi, bukan pegawai asli 3DTech, tetapi fotografer freelance tambahan dari mbak Evi. Begitu bang Hol mengetahui doi lebih muda usianya, dan bang Hol pun memaki-maki dirinya sendiri, ‘kenapa aku panggil pak, kalo gitu’, tetapi pada kenyataannya masih memanggilnya dengan sebutan pak^^
Lewat mister Jacob, aku mengamati kalau ternyata hasil foto ku lebih jelek dan pengalamanya lebih banyak, maka secara tak langsung, aku mencontoh dan belajar darinya. Ia tidak sekedar sebagai partner, tetapi juga teman berbagi, terutama ilmu fotografi.

Sekarang mengenai hubunganku dengan para pegawai DS.
Iman, si mania pemakai-kupluk dan sarung tangan tebal motor ini adalah orang pertama yang membantu ku bekerja sekaligus memandu ku dalam mencari klien. Tipe teman yang setia, dan suka memperhatikan. Ia juga sempat memberitahuku kalau ada lowongan kerja di salahsatu studio foto di BIP, tapi belum sempat ku cek dan ku ambil. Sahabat terbaik ku di DS^^

Heri, pasangan kompak Iman yang turut membantu dan mencarikan klien untukku di hari pertama kerja. Tipe cowok kalem dan tidak banyak tingkah ini, ternyata lebih berpengalaman dalam hal ‘kehidupan malam dengan para wanita malam ataupun wanita nakal’(sex), dibalik wajah kalem nya^_^ sahabat terbaik kedua ku di DS.

Ratna, atau lebih sering ku panggil dengan sebutan si ‘item’-Retno, ini cewek pertama yang ramah kepadaku, dan merupakan satu2nya cewek yang memuji atas tingkah ku yang suka bercanda, riang, humoris dan iseng. Lho?? Lewat ia, aku jadi bersyukur bahwa aku bisaberguna dan bermanfaat bagi orang lain, terutama si Ratna yang selalu terhibur oleh tingkah laku-ku tersebut, begitu katanya^^ juga merupakan cewek yang suka menggodaku setiap kali aku keluar dari DS(doi bekerja sebagai penjaga pintu penghubung antara bagian dalam DS/boks ddengan bagian luar). Serta orang yang setia memesan foto dompet^^
Makasih banyak, ya, Retno^^

Irvan, mirip dengan salahsatu anaknya pengurus/penjaga sawah nenek ini, ternyata orang Sunda asli, merupakan teman yang tidak banyak tingkah. Dan selalu mengyambut kedatanganku setiap kali datang ke DS, untuk mulai bekerja.

Daman, si cowok yang SUPER-DUPER RAJIN ini benar2 cowok tulen. Doi bertugas sebagai cleaning service, dan kerjanya sangat rajin. Bahkan pak Jhon dibuat kagum oleh sifatnya itu. Aku menyebutnya dan memanggilnya sebagai si ‘menteri kebersihan’^^ selain super rajin, doi kalem, pendiam dan benar2 bertanggungjawab penuh terhadap posisi dan pekerjaannya. Cowok rajin yang membuatku iri^^

Erni, si ‘gede’—ehem. Ini cewek kedua yang suka memesan foto dompet ini, sering sekali digodain oleh si Tatan, bahkan belakangan ini sepertinya ia menaruh hati terhadap Tatan. Tipe cewek ‘bongsor’ dengan ukuran 3H nya itu, nggak salah ku panggil begitu. Pertama-tama nya ku pikir ia mirip dengan seseorang dari masa lalu ku. Entah siapa itu.. wajahnya terasa familiar diingatan ku. Apakah ia cewek dari kehidupanku sebelumnya??
Hobinya tidur^_^

Nuri, entah orang Jawa atau asli Sunda. Dia merasa terganggu setiap kali ku panggil dengan sebutan ‘burung Nuri’, dan setiap saat itu juga, segera saja ku dendangkan lagu “burung nuri.. terbang di angkasa..” dan ia melupakan marahnya bahkan senyum^^ akibat kurang begitu akrab, doi pernah memukul cukup keras tepat di perut ku sesaat setelah aku selesai makan. Mungkin juga imbas dari sifat bercanda ku yang sering memanggilnya dengan sebutan burung Nuri.. doi tipe karakter serius, karakter yang SANGAT ku benci.

Sri, si chibi, si mungil, adalah sebutan untuk cewek satu ini. Doi cewek yang akhir2 ini sering ku goda. Dan yang PALING membuatku suka kepadanya adalah senyum polos nya! Setiap—setiap kali melihatnya aku merasa sangat SENANG^^ dan aku tak pernah melewatkan hal tersebut setiap harinya^^
Doi cewek bertubuh lemah yang gampang lelah, dan suka melamun tak jelas. Jangan salahin aku, chibi, kalau sering godain, lagian suruh siapa suka bengong..^_^
Lewat senyumannya itulah ku rasakan getar2 asmara disekujur tubuh ku.. dia kah orangnya??

Ita, si item kerudung, yang lebih suka ku panggil ‘Itai-itai’(sakit, bahasa Jepang., baginya terdengar ‘tai’—dan langsung marah) ini cewek yang paling rajin kirim sms dan miskol. Doi tipe cewek yang bisa dipercaya, dan berasal dari Suroboyo, rek!^^ nggak salah kalau ia aku tunjuk sebagai wakil dari temen2 cewek.

Gina, alias Ginava—ups!! Aku akrab dengannya ketika ada seorang pengunjung sekaligus klien foto ku yang seorang gadis manis, manisnya-tidak akan pernah-habis^^ sumpah!, ternyata bekas teman sekolahnya. Teman tempat aku menitip salam untuk Evi, temannya Gina tersebut^^ nada bicaranya persis cewek yang berasal dari luar Bandung-banget!!^^

Desti, si ‘biang’, cewek yang selalu dan sering berpose ‘menantang’ ini adalah cewek yang juga suka bermesra-mesraan dengan Iman, padahal sudah tahu Iman sudah punya pacar, ini yang sering membuat ku memfoto doi apalagi pas pose2 nantangin darinya. Ehhmm!!*o* nggak salah aku juluki si ‘biang’. Ya biang ‘ehem’, ya biang selingkuh. Usut punya usut, doi mengaku kalau mantan cowok nya persis seperti aku. Eh?? Dari sifat, tingkah laku, sampai wajah?! Edan!! Untung aku nggak jadi jatuh hati padanya, hanya karena doi sering ‘mancing’ lewat pose ‘biang’nya..

Yenny, suka minta foto, tapi selalu komentar, “ah jelek..” padahal bagiku sudah bagus, dengan wajah manisnya itu. Dan doi minta foto sampai doi merasa hasilnya bagus. Dasar, semua cewek, memang yang penuh misteri!

Tati’, clone-nya Wanarti mantan teman SD ku dulu. Gila!! Kupikir dia?! Kurang tahu banyak mengenai doi, selain jadi pasangan Sri jaga stand Nescafe.

Selain yang aku sebut, masih ada beberapa pegawai lainnya yang aku kurang tahu, karena nggak terlalu akrab. Diantaranya si Ijul, alias Ijur-si pemaksa, si aa-yang ku sangka-preman, si Ipoenk, si satpam-rese, mas Hadi-sekuriti, si teteh kerudung, si teteh bawel(yang sempat rebut perihal pesanan pas foto nya), si cewek lucu penjaga tiket masuk^^, siapa lagi ya..??
Ah ya, mbak Yana. Bendahara DS yang suka mengantarkan porsi makan sore, yang dulunya ku pikir mbak2 yang ‘membosankan’, apalagi dulu waktu awal kerja, wajah doi SELALU cemberut, sampai saatnya pembukuan(mbak Evi setor uang pemasukan), eh, wajah doi langsung ceria, senyum(begitu menurut penuturan bang Hol). Untungya sekarang aku nggak memusingkan khal itu, dan mulai menjalin hubungan baik dengannya.
Si mbak judes-tapi-sialan-seksi”_” awalnya ku pikir doi adiknya mbak Yana, dilihat dari kelakuannya yang suka memeluk mbak Yana kapan dan dimana saja. Waduh, jangan2 lesb—ups! SELALU dan SELALU saja memakai kaos dan celana jins yang ketat untuk menutupi tubuh montoknya. Sialan!! Kalau di Jakarta, habis lu, di’mangsa’ orang.. sialan!!

"suka duka sbg fotografer freelance" part5

"suka duka sbg fotografer freelance"
part5

Hari itu, yang pesan foto dompet cukup banyak, ada 5 orang lebih. Dan seperti biasa, aku telah mengantungi dan memasukan foto2 pesanan tsb kedalam saku celana, sebelum mulai bekerja.
Begitu si satpam-rese ketemu dengan ku, lebnih tepatnya, ‘menemukan’ ku!^_^, dia langsung menagih foto pesanannya, tepat disaat aku masih berasa di stand foto, TEPAT ketika ada adiknya pak jhon, pak Anton, dan TEPAT ketika ada bang hol. Ughh, bagus!! Scene yang mendukung!
Selama ini, mereka tidak tahu proyek kecil ini, kecuali para fotografer lainnya, tatan, surya, mr. Jacob.. aku segera diajak oleh si satpam ke stand baso malang, dekat stand foto, dan waktu itu mulai merasakan aura kegelapan, hawa tidak menyenangkan disekeliling ku. Penat dan tertekan kurasa.. ada apa gerangan ya??
lalu..ketika si satpam mengamati foto pesanannya setelah sebelumnya meminta dengan tidak sabar, dan ketika ia mulai memberikan uang nya.. saat itulah aura kegelapan telah berubah total menjadi gelap-pekat, menyelimuti ruangan sekitar ku.. dan hawa tak menyenangkan menjadi kengerian, mimpi buruk..

Sepasang mata TENGAH mengawasi ku, masih mengawasi ku.. sejak saat si satpam ‘menemukan’ ku.. terus dan terus mengawasi.. bak seekor elang yang tengah mengintai calon buruannya.
Dengan perasaan tidak enak, aku berpura2 bersikap biasa, tapi tetap saja aura-nya terasa.. dan tetap mencekat ku.. belum tenang hati ini, secara tiba2 pak Anton mendekati ku dan bertanya, “apaan tadi, mas?” dengan nada-tengah-menginterogasi-seseorang. Waduh!! “oh.. [bingung hendak jawab apa..] itu tadi, foto”, “foto apa?” sambungnya, “foto pesenan..”, “foto pesenan?!” mencoba meyakinkan, dan aku hanya bisa menganggukkan kepala, pelan. Dan pak Anton pun terus melancarkan ‘pertanyaan2-interogasi nya’ tanpa henti. Waduhh!! habis deh gw.. apalagi pas pertanyaan: “udah sering?”, “yah..[gw nyoba cari2 alesan], gak juga sih, cuma pas ada yg minta aja..” waduh! Celaka!! sepertinya aku salah pilih kata2..!!
walaupun ku coba bersikap sewajar dan senormal mungkin, tapi, kegelisahan hati ini tetap tak kunjung pergi jua.. ohh.. nestapa nya aku..
kemudian, disaat aku bingung [udah deh, abis gw, udah ketahuan total], dan bersiap2 dengan pertanyaan ‘interogasi’ selanjutnya, eh, rupanya pak Anton tidak mengajukan pertanyaan lagi, lantas dengan segera kupandang bang hol, dan dia pun tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai operator editing foto, seolah2 tidak mendengar ‘interogasi’ barusan.
Tak lama, si ‘biang’ Desti, datang menghampiri diri ku, sambil senyum2 manja.. waduh!! Tambah lagi deh, hal yang tambah buat celaka-_- dan doi pun segera menanyakan foto pesanannya begitu senyum manja di wajahnya menghilang dengan pelan. “tar aja..” bisikku, “tunggu aja disana..” lanjutku, setelah sebelumnya member isyarat-yang-ternyata-tidak-dimengerti-olehnya! [jangan bahas soal foto]. “oh ya udah, aq tunggu disana ya..” balasnya sambil kembali tersenyum manja dan pergi meninggalkan ku.

Untunglah tak lama setelah itu, ada seorang pegawai yang memanggil, “hoii, fotooo..!!”, berteriak seperti biasanya dari sudut pintu keluar. Wah, selamet deh.. untuk sementara.. dan ku telan air liur ku seiring dengan langkah kaki ku menghampiri sang pegawai.

Rupanya para pegawai mengetahui perubahan yang terjadi pada diri ku saat itu. “kenapa, mas?” begitu tanya mereka.. ku pandang mereka satu-persatu dan menghela nafas.. “gak ada apa2..” tanpa mencoba dan berusaha untuk tersenyum. Dan ku seret langkah ku memasuki boks DS, dan mencari sang klien..
Begitu selesai, aku langsung berjalan menuju stand foto, dan menghiraukan teman2 pegawai yang masih mempunyai beberapa pertanyaan di wajah mereka.

Selesai men-transfer, kembali aku berjalan menuju pintu keluar, sambil bersiaga. Disana, barulah ku ceritakan kegalauan yang ada di hati ku. Tanpa di nya-nya, Desti menghampiriku dan meminta maaf. Aku hanya bisa memandang ke lantai di bawah ku tanpa mengucapkan terima kasih, kepadanya. Barulah setelah ia berulang kali mengucapkan kata maaf, saat itu juga ku pandangi wajahnya. Terlihat kecemasan di raut wajahnya. “makasih..” ucapku pelan. Astaga.. aku terharu.. betapa perhatiannya mereka terhadapku. Tak hanya Desti, Ita, si teteh kerudung, dan pegawai lainnya, semua mengkhawatirkan kondisi ku, terutama karena aku yang tengah murung saat itu, yang mungkin bagi mereka yang mengenalku sebagai seorang bujangan ‘tengil’ yang riang, hyper, jahil dan suka bercanda, tiba2 berubah. Disaat aku menghargai perhatian mereka, ku rasakan sebuah sentuhan ditanganku, lantas ku pandangi Desti, yang mencoba menghiburku dan menenagkan ku lewat sentuhan tangan-‘jangan khawatir’ dari nya. Ahh.. akankah aku jatuh cinta lagi seperti diriku yang biasanya?!

Belum selesai Desti menghiburku, aku segera beranjak masuk ke dalam DS. Didalam, ku dapati Iman dan Heri, dua orang teman (pria) terbaik ku saat ini, tengah berada di atas benteng seluncur. Ku datangi mereka, dan kembali ku tumpahkan perasaanku.. mereka ikut prihatin. Dan mereka pun menghabiskan detik2 dingin dengan mendengarkan curahan hati ku. Terima kasih, kawan. Terima kasih atas waktu yang kalian luangkan saat itu, dan terima kasih telah menjadi pendengar yang baik..
Setelah suasana hatiku sedikit tenang, aku keluar dan kembali ke stand foto. Disana, kudapati bang hol dan Irama, sementara pak Anton sudah tidak terlihat.

Begitu aku duduk disamping bang hol, dia pun segera membuka permbicaraan, “lu tadi ngapain sih? Pak Anton tanya2 ke aku ‘itu si dimas ngapain?’ bla..blaa..?”, “aku jadi gak enak ditanya begitu, jadi aku jawab aja ‘gak tau’ ke pak Anton”, bla..blaa.. lantas ia pun menasihatiku dan memberitahuku, “asal lu tau ya, kus[begitulah ia memanggilku], pak Anton itu orangnya curigaan, ada apa2 pasti langsung dia tanya. Apalagi soal tadi..” bla..blaa.. singkat kata, ia menasihatiku dan memberitahuku, supaya ‘jaga diri’. Aku hanya bisa mendengarkan apa yang dikatakannya dengan penuh perhatian. Karena aku AKAN sangat bersalah jika sampai bang hol terlibat lebih jauh. Bisa dibilang, aku memang menggunakan ‘main di belakang’ mereka, persis seperti yang pak Anton sempat ucapkan langsung ke bang hol.

Entah apa yang harus aku katakan. Aku menyesal telah menyeret bang hol, padahal ia telah berbaik hati mengajakku menjadi fotografer freelance di BSM, sebuah mal yang elit dan terbesar di Bandung, yang mana belum tentu setiap orang bias mendapat pekerjaan disini.
Walaupun ia berkata, kalau dirinya tidak terlalu mempermasalahkan, tetap saja aku merasa bersalah.
Ku rasa, aku harus bersiap2 untuk kemungkinan paling buruk, diberhentikan.

Sejak saat itu, aku bukannya menghentikan proyek kecil tersebut, melainkan mencari alternatif lain, seperti, “tolong jangan bahas soal foto didepan stand foto, atw kapan aja. Tolong.. gw minta tolong, kalo soal foto, pas DS dah tutup aja, tolong kawan..” begitu lah pinta ku kepada teman2 baru ku. Dan mereka pun menyanggupinya. Syukurlah.. untuk beberapa detik selanjutnya, aku mulai merasakan ketenangan dihatiku..
Oh iya, kenapa aku sampai takut terhadap manusia, bukan terhadap Tuhan?! Astaga.. betapa bodohnya aku!!

Kemudian aku kembali menikmati hari2 ku sebagai fotografer freelance seperti biasa pada hari2 berikutnya. Tanpa terasa, hamper memasuki hari terima uang honor minggu ke-4, alias satu bulan.

Part4,
selesai.

"suka duka sbg fotografer freelance" part4

"suka duka sbg fotografer freelance"
part4

Waktu itu, gw sama sekali blom ngrasa bersalah, mungkin karna setan nya lebih jago dari gw, deh. Jadi ya gw memulai tuh proyek tanpa rasa risau. Walhasil, para pegawai, ngerubutin gw kayak laler ngerubungi sayur basi.
Gw mah, SENENG^^ apalagi yg pesen lebih dari 25buah. Bisa dibayang, dalam 1lembar kertas A4, bisa muat 13 foto, dan biaya cetaknya cuma 6000perak+laminasi, sedang harga jual 1000perak/foto. Nah, bisa diitung deh gw dapet brapa^^ pernah dalam 1x waktu, gw ngantongin duit sampe 30.000perak, dari proyek an tsb.
Wah, kl gini trus, gw bisa segera nuker ponsel gw nih^^ hihii.. sampe tiba saatnya gw sadari ternyata gw punya saingan. Yaitu si cina, yg jualan jaket/mantel, sarungtangan, syal, bwt klengkapan masuk kdlm..
awalnya gw ga terlalu pusing mikirin tuh saingan, toh, masih banyak yg pesen ke gw.
Si item Ratna dan si kupluk-mania Iman, adalah pegawai skaligus penolong gw. Mereka berdua lah yg paling banyak dan paling sering minta dicetakin foto2 mereka, stlh sblmnya gw foto tiap malem sewaktu DS tutup.
Usut punya usut, gw pnasaran juga ma hasil cetak punya cina-rese, gw bilang rese krn blom knal akrab aja, doi dah brani iseng-ngejailin gw dgn tampang sama rese nya+_+ ternyata ukuran foto dompet doi lebih gede ketimbang gw. Beda 1-2cm lah. Stlh sblmnya banyak para pegawai yg cetak ma gw complain soal ukuran dan jenis kertas foto yg gw gunakan[maksudnya yg “9tint” pake].

“mas, kenapa kertas nya gini? Kenapa blakangnya ga ada tulisan ‘photo paper’.. bla..blaa..” gitu keluh mereka, dan gw coba jawab dgn sebijak mungkin, tanpa gw tau maksud si oding[temen kos an yg ngurusin cetak proyek kecil gw ini] pake kertas jenis ini, “itu karna dilaminasi”, “emang apa bedanya? Kan bagusan punya si koko”, “dilaminasi biar kalo kena air, ga bakal rusak..”, “tapi koq gini sih??”, dng mulai ga sabar, gw masih bisa ngejelasin, “yah..coba aja lu bayangin, kl tuh foto kena air, pasti tar ada cacatnya.. emang bagusan gitu, dilaminasi..”, “trus, koq kertas foto nya beda? Yg si koko ada tulisan ‘fuji’, bla..blaa..”, “yah..[gw bingung ngejelasin jenis kertas yg dari gw.. asli gw bingung^_^].. karna ada banyak jenis kertas foto, ga cuma satu, dan kebetulan gw pake kertas yg ga pake merk ‘fuji’..[gw ngarang aja apa yg ada dipikiran gw]..” lega juga gw bisa ngarang lagi, jadi inget masa SD gw dulu, gw terkenal sbagai raja pengarang^^ eh, doi masih blom bisa trima perbedaan antara kertas yg gw[oding] pake ma si koko[cina rese] tsb, “bagusan punya si koko..” sambil ngloyor pergi ninggalin gw yg udah mulai sakit hati.. JLEBB!! Ikkh-ikkhhh[efek suara ketawa kaijyu dari serial Ultraman].

Hari2 slanjutnya, gw udah mulai ‘tenang’ lagi, dan tetep trima pesenan foto dompet spt biasa, cuman, udah ga sebanyak dulu. Kl dulu bisa print ampe 4-5 lembar, skrg2 paling banter 2lembar, ya syukur2 bisa ampe 2lembar.
Slain foto dompet, pernah juga ada yg tanya bisa pesen pas foto ga?! Langsung aja gw bilang “iya2!” dgn segera^^ dan yg pesen pas foto ternyata teteh2 yg udah pada kluarga. Tiga orang. Ada satu sih yg mukanya lumayan, tapi pas diliat dari deket, pas mo mulai foto utk pas foto, ketauan deh, ‘wajah’ aslinya.. [duh koq beda banget yak l pas lagi jauh*_*]. Dan seperti biasa, mereka pun bertanya, kapan selesai, “pasti gw bawa kalo dah selesai..” dan begitu juga jawaban gw.

Nah, beberapa hari pas dah slsai, dan swaktu gw kasih+tagih uangnya, sistem gw, bayarnya pas barangnya dah ada, eh, si teteh-A ngomel2, “lho koq mahal amat, 15rb?!.. lagian foto nya koq banyak bgt seh?! Kan saya gak pesen sebanyak ini..” protes nya, gw jelasin lagi, “teh, satu paket 5rb, isinya 4foto 3x4, 3foto 2x3, 1foto 4x6.. nah, teteh kan minta 3foto yg teteh pilih minta dicetak smua, jadi ya saya bikin 3paket..”, blom slesai ngomong, doi buru2 nyamber, “iya, tapi kenapa mesti banyak2 keneh..abi mesen na opat foto, dicetakna banyak kie, cena..(saya pesennya empat foto, dicetak banyak gini, coba) [komplain k temen nya]”, dan gw jelasin lg, “teh, segitu masih murah, teh, ketimbang di studio foto, 20rb per paket”, “iya, tapi buat apa saya sebanyak ini..”, “aduh, teh, kalo emang teteh ga percaya, sok aja nyoba ke fuji.. itu dah saya kasih murah..”, “iya, tapi saya kn cuma minta cetakin foto yg saya pilih aja, buat apa sebanyak ini, kunaon sakiye’..(kenapa sebanyak ini)?”, gw mulai hilang kesabaran, dan gw jawab dgn kepala penuh kepulan asap dan emosi, “teh, saya cetakin 3 paket, semuanya dari foto pilihan teteh, dalam 1paket/1foto, daripada teteh ngeluarin duit 60rb buat 3paket di studio foto laen.. sgitu udah saya kasih murah, teh..bla..blaa..” tanpa terasa urat dan nadi ini semakin timbul ke permukaan kulit sekitar wajah.. dan tampak wajah2 lain tengah mengawasi diri ku yg tengah emosi.
dan entah bagaimana, ujung2nya si teteh-A bilang bayar juga, 5rb, “sisa na rebo harep(sisanya rebo depan)”..
dan gw pun segera beranjak pergi dari sana.. masih dgn kepala yg penuh kepulan asap dan wajah merah-padam bak kepiting rebus yg siap disantap..
esoknya, pas hari rabu, gw tagih si teteh, dan syukurlah doi pun menepati janjinya. Syukur deh, gw uda ga punya urusan lagi ma dia. Dan ketegangan pun telah semakin sirna, walaupun ketika ku ingat jumlah foto nya yg paling banyak ketimbang dua temannya, yg sama2 pas foto.. tapi jauh didalam hati kecil kurasakan ‘sakit’ karna telah menyakiti(membentak) orang lain.. maaf teh..

slanjutnya, si erni, tiba2 saja bertanya, “eh, kalo cetak ukuran gede brapa”, dan jawaban yg gw berikan justru “mau ng’gede’in apaan??” dgn tampang wajah mesum^^ doi malah ikut ke’pancing’, skalian aja gw ‘pancing’ lagi.. eh celaka!! Doi malah ‘mancing’ dan ‘nantangin’, walah!! Gawat! Buru2 gw jadi normal, “mo cetak segede apa?” Tanya gw, sblm keadaan tambah parah. Dasar si erni nya sih, diberi kelebihan pada salahsatu dari
‘3-ukuran[wanita]’ nya..
singkat kata, ukuran yg bisa gw berikan seukuran kertas A4/R10 dalam ukuran foto, “bisa aja sih, tapi gw blm bisa kasih patokan harga nih, tar gw kasihtau deh..”, bgitu pulang, gw langsung nyari si oding dan nanyain soal biaya cetak dan lain sebagainya. Besoknya, “15rb, ukuran A4/R10. Mau?” begitu tanya gw, dan ternyata tawaran gw doi trima dgn baik. Cihuy!!^^ maka, besoknya lagi, gw bawa 2foto ukuran A4 sesuai dgn yg dipesannya dan trima uang 30rb darinya. Trims..trims..^^ wah, tambah kaya gw gini caranya. Hehee.. baru mikir bisa cepet kaya, eh, ternyata ga ada lagi yg pesen dng ukuran gede spt erni. Duhh.. dan bisnis foto dompet pun smakin berkurang, bahkan sempat terhenti untuk beberapa lama-_- karna udah banyak foto2 para pegawai uda dicetak smua..

untung saja, si iman masih setia rutin pesen. Biarpun 1mgg= 1-2x saja. Trima kasih, kawan^^

nah, pas mulai bangkit lagi, alias banyak yg minta difoto baru dan pesen foto dompet lagi, gw ga bakal tahu ada kejadian mengerikan yg tengah menunggu, SAMA SEKALI ga nyangka.. bahkan hal itu dapat mengancam dan membuat tamat pekerjaan gw..

part 4,
end.

"suka duka sbg fotografer freelance" part3

"suka duka sbg fotografer freelance"
part3

Saking ga ada kerjaannya, sesekali gw sluncur-ala-terbang dang w rekam pake digicam. Kesannya kayak maen game balap dgn pandangan cocpit gitu deh, seru bo^^

Ada beberapa pengunjung yg ngerasa sok jago, udah ngluncur ampe bawah, eh doi pengen lagi dan doi milih naek ke atas pake cara aneh, daki tuh sluncuran. Walhasil sih, doi jatuh gedebum gitu, kayak pohon yg tumbang gak ada yg nadahin dibawah selaen lantai sluncuran yg dingin dank eras. OUCHH^^ sering juga gw ngliat orang2 ‘sok jago’ kayak gini..

Oh ya, ada asiknya juga, kalo yg ngluncur cewek, apalagi doi klien yg minta difoto pas lagi ngluncur, ga jarang yg ujung2nya ke’tangkep’ ma digicam pas posisi nya.. ehem.. asik^o^
Cumin, rata2 gw susah dapet momen yg bagusnya pas klien gw lagi ngluncur. Kadang burem, kadang dapet kepalanya doang, kakinya doang, kadang dapet gambar lantai sluncuran yg dingin tanpa ada apa2nya, alias klien gw udah nyampe bawah, baru digicam nya ngejepret^^ saking banyaknya klien (lebih dari satu), ditambah juga gw yg blom terlalu berpengalaman. Yups! Gw tau, itu cuma masalah kecepatan rana, dan timing.. dasar gw nya aja yg masih ‘pemula’..

Mungkin mfoto klien cewek yg lagi ngluncur asek bgt, apalagi dgn posisi yg ‘asik’, alias SELALU berubah seiring mereka ngluncur, apalagi kalo rame2. tapi ada orang yg bisa dapet lebih dari gw.. doi si karyawan inisial “i”. tiap, tiap kali ada klien cewek muda yg cakep, doi buru2 ngintili (ngikut dibelakang) mereka, kayak ekor kuda. Dan pas mereka ngluncur, doi DGN SEGERA ikut ngluncur TEPAT dibelakang mereka, walhasil, doi nabrak yg.. ehem-ehem.. dan doi CUKUP muka tebel untuk ngelakuin hal begitu..
Dasar sial! Bisa aja ni orang cari kesempitan-eh, kelembutan disempitnya kesempatan^^
pengen ngiri, tapi, gila aja, gw ikut2an, cukup satu orang deh yg ‘omes’ gitu, dan gw cukup omes dgn cara gw sendiri aja, kayak biasa^^

ngomong soal sluncuran, para karyawati, trutama yg muda2, JUGA pada sluncuran pas DS dah tutup, jam 9 malem keatas. Yg sring seh, si chibi, gina, sulis, cs. Kalo karyawan cowok nya, biasanya pas lagi sepi, mau jam brapa aja, atw juga pas lagi rame pengunjung. Gw juga suka ngikut mereka ngluncur. Apalagi pas punggung gw pengen gw dah capek, gw ‘ngelurusinnya’ pake sluncuran dgn cara tiduran. Ya itung2 pengganti para ponakan2 tercinta yg mau injek2 punggung gw, kalo gw lagi manja ma mereka^^

sekarang crita soal transfer foto.
Dulu, waktu awal2, gw diberi patokan waktu tiap 10menit kluar. Gantian ma partner gw, ya mr. jacob, tatan, atw siapapun yg bersedia jadi partner gw, apalagi pas akhir pecan, sabtu-minggu.
Tapi ya kadang gimana, biar kata udah dipatokin waktu, klien yg ga sabaran dan kekeuh minta foto dgn segera jadi penghambat.
“eh, itu, orang yg tadi dah nungguin fotonya dluar, tuh.. dia lagi buru2 mo pulang..” bla..bla…, begitulah seruan kru yg laen tiap kali ngejemput gw didalem, saking ‘betah’nya gw mfoto, melebihi patokan waktu^^
Entah itu si editing foto/operator, atw partner foto. Dan mereka lebih sering manggil gw, daripada mereka manggil partner gw, mr. Jacob, atw siapapun itu, atw gw yg akhirnya ngejemput mereka.. Hehe^^
dasar gw nya yg mudah luluh ma rayuan dan rengekan klien, suka nglanggar tuh ketentuan waktu, biar kata mb evi, atw kru yg lebih senior, kasih kritik dan masukan soal patokan waktu tsb.
Untungnya bung Jacob suka berbagi pengalaman soal patokan waktu. Soalnya doi juga ngalamin hal yg sama kayak gw, terutama terhadap klien yg pemaksa^^ tatan juga seh..
Tapi sekarang2 ini, gw akhirnya bias juga nurutin apa kata ‘senior’. “eh, maaf pak, bu/mbak, mas, saya mo kluar dulu ganti batre, batre nya abis..”. ada yg kekeuh minta difoto ga mau tau alesan yg udah gw buat, padahal gw udah capek2 bersikap seperti ga lagi boong, pas lagi pamit^^ Cuma beberapa klien aja yg mau terima alesan gw dan bersedia menunggu gw kembali. Ada yg lucu, kadang pas gw balik masuk kedalem, eh, si klien udah ga ada. Gw sampe kayak orang bego nyariin, apalagi karna doi tipe klien pemaksa, bahkan ga jarang mape nyuruh klien yg laen, atw yg baru bwt nunggu.. dasar gw geblek^^
Ujung2nya, sekarang gw pake taktik gini, gw kasih saran klien gw untuk nunggu gw diluar, trus tar masuk lagi. Dan ternyata gagal.. ga sampe 5% klien yg ngikutin saran gw..duh.. -_-

Trus pas atasan, pak jhon, mutusin kebijakan baru, seperti ini, “dim, kamu mending nunggu di stand daripada didalem ga ada orang, atw lagi sepi.. kalo para karyawan DS dah manggil ada yg minta foto, kamu baru masuk.. daripada didalem kedinginan..” gitu lah kira2.. tapi, dasar gw nya aja, pas gw lagi rajin, gw mengabaikan saran pak jhon, dan SELALU masuk kedalem begitu ngliat ada pengunjung masuk. Tapi kalo akhir pekan, atw libur nasional (tgl merah), gw SELALU balik masuk kedalem tiap kali foto selesai ditranfer ke komputer. Nah, kalo lagi malesnya, ya gw nurut dan ngikutin saran pak jhon. Malah lebih sering nangkring disalahsatu stand yg dijaga karyawati DS. Ikutan gossip dan do sumthin’ silly^^ iseng, berlagak budge-kayak si comedian Betawi-Bolot ampe tuh karyawati manyun^^ hahaaa..
Eh gw malah dapet pujian dari si item Ratna, “dimas kamu sering bgt bikin ketawa..” padahal akting gw ga jago2 amat, dang w lagi bertingkah kayak orang bego, eh, malah dipuji. Hmmm.. dasar cewek, misteri.. pantesan gw ga pernah bias ngerti jalan pikiran cewek..

Selaen hal sebelumnya, kadang digicam nya bermasalah. Tiap kali kabel penghubungnya dilepas, display layar tampilan ga nongol. Nah lho?! Dulu gw takut-bgt2-takut, gw kira tu digicam rusak gara2 gw yg amatiran dan ga terlalu ngerti soal kamera padahal udah ngikutin mata kuliah “fotografi” selama dua semester^^.. usut punya usut, yg menyebabkan tuh display ‘blank’, ga laen adalah slot konektor/penghubung, bagian yg berhubungan dgn display yg ada di kamera sedikit goyang, jadinya kalo pas dilepas posisinya ga di’tempat’nya, ya bakal layar ‘blank’. Makanya gw jadi rajin cek display tiap kali abis dilepas. Orang yg nemuin nih gejala ternyata si tatan, yg gw pikir doi ga terlalu mengerti seluk-beluk kamera dgn baik, dibanding gw yg udah lulus mata kuliah fotografi..
Tuh, kan, emang bener moto, “Jangan memandang orang dari luarnya”..

Slain masalah display blank, kadang kamera ngambek karna hal laen. Lensa jadi burem! Penyebabnya karna kelamaan buka lensa didalem DS. Dulu mah, ga gawat2 amat, di lap dikit, jadi terang lagi, tapi seiring waktu berjalan, matahari tenggelam dan terbit, tuh kamera ngambeknya jadi parah. Biar kata dah di lap lensanya, entah itu pake tissue, atw pake kaos yg gw pake, atw kaos yg tatan/mr. Jacob pake, atw pake sarung tangan, burem nya gailang2 juga. Nah lu!! Celakanya pas, lagi prosesi mfoto klien (si klien foto lebih dari sekali). Hingga ujung2nya, kamera ditaruh diatas tutup wadah air yg lagi dimasak, di stand pop mie, stand sebelah stand foto. Dan kita dgn bijak untuk sementara tidak menerima jasa memfoto pengunjung, hingga si kamera normal lagi.
Dulu seh, waktu awal ngambek, gw inisiatif pake digicam-hadiah dari kakak gw, untuk gantiin. Tapi seiring seringnya pengunjung yg mampir ke stand foto dan mengeluhkan gejala sama, lensa jadi burem, gw akhirnya nyimpen kamera gw baek2 disarung nya, setelah gw smakin dirundung kerisauan mengenai hal yg sama terhadap kamera gw sendiri.

Soal kualitas, gw boleh bangga hasil kualitas kamera gw lebih jernih untuk foto, ketimbang kamera yg disediain oleh pihak DS, alias kamera Kodak-EASYSHARE seri Z, padahal Kodak memiliki 6megapixel, sedang kamera gw 4megapixel. Eh, ya, “makasih sekali lagi ya, mbak atas kamera nya^^”.
Bahkan mr. Jacob juga udah pernah mfoto pengunjung, gw sebut pengunjung karna ga menggunakan jasa foto, pake kamera dgn resolusi 8megapixel kepunyaan si pengunjung itu sendiri. Kalo ga salah merk nya Creative, atw apa gitu, yg waktu itu emang baru fresh kluar dipasaran. Hasilnya, gile boo, tajem abis^o^

Masih sekitar kamera, udah jadi kewajiban sang fotografer untuk SELALU menghapus data file yg udah ditransfer dgn segera, sebelum mulai foto lagi. Gw sih, jarang lupa yg beginian, yg sering lupa si mr. Jacob.. ternyata doi ada kelemahannya juga ya^^ sehingga kadang gw ngebantu DELETE file2 setelah konektor dilepas. Bahkan bang hol pas tugas sebagai operator editing foto, suka melakukan hal yg sama, tapi hapus file nya lewat komputer.

Oh ya, mengenai bung Jacob, doi setelah dua hari bekerja, pada hari sabtu+minggu awal kerja, doi sempet izin karna sakit, tepatnya menjadi sakit karna badanya ga siap nerima suhu dan temperatur didalem DS. Suara doi jadi serak, padahal gw lebih sering teriak kalo didalem^^ Kasihan.. Dan syukur alhamdulillah, gw termasuk orang yg ga gampang sakit, selama dua minggu pertama kerja^^ yg jadi korban slain mr. Jacob, adalah surya, dan sekarang kita semua baru tahu bahwa doi punya penyakit asma, yg mana doi ga boleh lama2 didalem ruangan dgn suhu dingin, dan sempet kambuh gara2 bertugas sebagai fotografer. Slain itu, tatan juga kena, doi jadi demam dan pilek, malah hamper setiap hari semenjak itu, doi SELALU bawa Tolakangin. Gw jadi ikut2an pas badan gw lagi lemah, ikut demam dan konsumsi Tolakangin, minuman orang pintar.. yg parah nya sih, perut gw bermasalah, jadi kena diare.

Ada hal sinting tapi lucu, si yuli, pegawai 3DTech lantai2 BSM, yg awal2 bertugas sebagai kasir, gantiin mb evi, punya klakuan unik, doi minta izin sama pak jhon (waktu itu pak jhon ada dan pak jhon lah yg critain hal ini), untuk masuk kedalem, dgn alesan, “pak, saya masuk ya, mau dinginin badan dulu, lagi kepanasan..”
Sed-dahh!! Ada2 aja ide nya cewek satu ini..
Emang gw akuin, didalem asik bwt mendinginkan kepala yg ngeluarin kepulan asap karna emosi.. coba deh..

Sekarang kita bahas soal proyek gw. Slain jadi fotografer freelance, gw juga mulai proyek2an kecil, mfoto para karyawan/ti DS untuk kemudian gw cetak dang w jual ke mereka seharga 1000rupiah/lembar foto ukuran dompet. Entah bagaiimana semuanya berawal.. kalo ga salah pas para karyawan menanyakan perihal cetak foto di stand foto gratis atw gak.. trus gw jawab, “rp20000/lembar. Kalo mau murah, mending diluar aja, kalo mau ama gw..” nah, kata2 itulah yg kemudian memicu terjadinya proyek sampingan ini.
Gila, gw jadi ‘maen belakang’ juga nih..?? tanpa gw sadari..
Dan, mulai saat itulah proyek ini berawal dan berlangsung dengan amat lancer, walaupun gw blom kasih patokan harga, yg ada dikepala gw, tuh “9tint” [tempet print dikos gw, yg orang2nya juga para penghuni kos dan dengan si pemodal anak yg punya kos dibantu relasi nya], bisa ga ya bantuin gw?!

Saat pulang, gw pun menanyakan hal tersebut. Dan jawaban yg gw trima ternyata sangat memuaskan.
“Ah, mulai sekarang, gw bisa ‘dapet’ lebih nih, dari sini. Ha..haa..haaa..”, dan gw pun tertawa dng liciknya.

Bersambung..

"suka duka sbg fotografer freelance" part2

kalo diitung2, total gw ngalamin 3x perkara toilet. yg ketauan cuma satu, anak cowo. ada untungnya juga, posisi gw ngblakangin pintu, jadi ya..^_^ tapi yg paling bikin KESEL yg pas lg ‘nongkrong’. SUMPAH!! gw kesel bgt2, sampe gw banting-tutup pintu yg dbuka paksa tsb. slsai, gw langsung jalan dgn muka sekerut jeruk purut, nekuk alis, manyun, begitu gw slsai ngliat muka ‘siapa-sih-yg gak-ada-kerjaan-dobrak-pintu-yg-bener2-ketutup’(ada banyak orang berdiri tepat didepan pintu toilet, kedua2nya-_+)..
hal2 laen, spt wangi ‘khas’ toilet>_<>

skarang soal makan. Dulu, awal2, pas baru mulai kerja, makan susah banget, dah! Cuma dapet satu bungkus nasi rames perhari dari pihak DS. Itu juga jam 4sore baru dibagi. Nah, sblm jam sgitu, karna pas pertama mulai kerja gw blom tau, jadi gw sring banget klaperan.. krrr..krrr.. apalagi mulai kerja nya jam 10pagi. Yah, biar kata sarapan, tetep aja, perut karet gw klaperan.
Bayangin aja, sarapan jam brapa, jam 9pagi lah, trus dari jam 9pagi keatas sampe jam 4sore, tu perut karet gw ga keisi apa2. Bahkan air minum aja mesti bawa dari kos. Karna trus2an bgitu, ujung2nya maag gw kambuh lagi+_+, dan esok2nya g sempetin ngemil atw apa lah, sblm brangkat. Malah semenjak saat itu juga, gw sring beli biskuit sbagai cemilan di DS, sambil beli Promag. bahkan kl bangun dah bener ksiangan, gw sarapan Biskuat diatas angkot. Bisa diitung, sehari duit pasti kluar 4-5rb bwt beli tu bekal. Blom dtambah bwt ongkos. Iya kalo gw brangkat bareng bang hol, temen yg nawarin+ngajakin gw kerja di DS. Jadi bisa ngirit^^ Cuma sayangnya jarang, paling 1mgg=2x. ya gitu2 juga dah syukur, ada tumpangan..hehee..
Ga lama stelah gw rajin bawa bekal, entah pas hari kebrapa, pak Jhon, bos bang hol, berinisiatif ngebeliin gw dan kru stand foto laennya makan siang. Cihuuyy!!
Nasi, sayur, pake ayam krispie, bo^^ MERDEKA!!
kru stand foto laen nya berasal dari karyawan/ti pak Jhon juga, slain bang hol, jadi posisi/status gw adlh sbagai freelance fotografer, alias panggilan. Dan ternyata, justru yg bgitu bikin gw untung^^ mengapa? karna, gw dapet uang honor tiap senin, alias 1mgg=1x. cihuyy lagi!!^^ dan itu berlaku cuma untuk gw, sedang kru laen, tetep bulanan spt biasa mereka kerja.

nah, apa yg gw bilang ma uang honor adlh, uang pengganti transport. mungkin bagi kbanyakn orang, uang sgitu ga cukup, tapi bagi gw, itu ga masalah, karna yg paling PENTING, gw bisa nambah PENGALAMAN gw! yups!

uang honor diitung dari jumlah klien yg gw dapet, dgn hitungan komisi per cetak/per satu klien. mau cetak lbih dari satu, tetep sgitu. itu kl mnurut perhitungan mb evi, sang bendahara, adik pak Jhon. sedang kl mnurut perhitungan pak Jhon sendiri, justru komisi diitung dari jumlah per cetak, bukan per klien. tapiii, sayangnya itu kl pak Jhon ada dtempat, karna pak Jhon punya lbih dari satu perusahaan. atw tempat kerja ya, tepatnya?!
sampe skarang gw blom tau juga, ada brapa banyak-_+
dan stiap kali tutup, mb evi lah yg SELALU hadir dan mencatat jumlah foto yg dcetak, burn ke cd, dll., sblom diserahin k bendahara DS, mb yana.

emang gw ga trlalu memprmasalahkn, tapi, pas gw mulai bwt catatan dapet brapa lembar cetak tiap hari, eh, koq pas gw trima komisi, koq hitungan gw ma hitungan mb evi beda. nah, lho!! lbih dikit yg dcatatan pembukuan mb evi, malah..
pertama, gw pikir, pasti gw yg salah hitung. maka nya gw biarin. eh, pas k2x, sama.
nah, gw mulai siap 'ancang2' nih. pas yg k3x, gw dah ngerencanain bakal tanya soal perhitungan mb evi. dari pagi, malah jauh hari sblom hari H gw trima komisi, gw dah siapin skenario yg bagus. pas tutup, malem nya, dan pas gw dah trima komisi, lagi2 ga sama jumlah hitungannya. gw siap2 nanya..
tapi ga jadi.. hihii, pengecut juga gw+_+

pas pulangnya, naek motor, kbetulan barang ma bang hol, gw sampeiin uneg2 gw, dan gw perbincangkn ma doi. dan ternyata, bang hol kasihtau gw soal cara penghitungan mb evi, serta beberapa rahasia kecil. wah, jadi gosip infoteintment neh..
oh jadi gitu.. wah, koq mb evi gitu ya?? diitung per jumlah klien per hari..

awal gw trima komisi, gw seneng banget dan langsung fokus untuk gw simpen, ngumpulin bwt ganti ponsel. tiap kali trima komisi. bahkan gw SAMA SEKALI ga pernah pake tu uang bwt apa aja. paling banter gw pegang, gw itung, dan gw hayalin durasi yg gw butuhin bwt ganti ponsel, hmm.. kira2 kl diitung total, butuh 8x lbih trima komisi.
eh, lagi seneng2 bisa GA pake uang simpenan DGN BAIK(akhirnya), para kru malah minta ditraktir. bujug!! minta traktir di Starbucks lagi. edan!! satu orang, dua orang, tiga orang.. hiiii...
gw bilang aja, maaf ya, uang nya gw simpen bwt beli ponsel. tapi mereka 'kekeh', ya gw harus 'kekeh' juga dong.. walhasil, gw bisa menghindari untuk mentraktir mereka. hehee.. biar deh, dikata pelit! yg penting tu duit ga KEPAKE. TITIK!

sbagai gantinya, gw sring traktir temen2 kelas makan. yas itung2, sedekah uang komisi, pake uang jatah makan gw^^ termasuk si mbo', pengurus kos an sblomnya.

kembali ke masalah makan.
selaen menu sayur+ayam krispie, kadang lauk nya pake rendang, pokoknya mah, lauk^^
dan slama itu, gw gembira^^ hingga tiba saatnya gw mendapatkn menu nasi+2 macam sayur saja, seiring dgn berjalannya waktu.
gw sempet kecewa, tapi, masya allah! GA sharusnya gw mengeluh, udah syukur masih dapet makan siang dari pak Jhon..

soal menu makan dari pihak DS, dua hari pertama, dapet menu nasi+sayur+lauk(ayam). eh, pas hari kskian, pas lauknya dganti ma telur, bang hol langsung 'mogok' ga mau makan. lho!! doi ngomel2, "masa' sih DS yg dapet duit banyak ngasih makan aja pake telor..", trus pas ketemu ma mb yana(doi lah yg nganterin makan, slaen sbagai bendahara), doi langsung komen blak2an^^
tapi syukur deh, tuh jatah bang hol dkasihin ke gw^^ hehee..

kru stand foto dapet jatah 4 bungkus, walaupun kadang kita yg bekerja hanya 2-3 orang. dan gw sring banget dapet jatah makan yg tersisa^^ cihuyy!!

skarang soal fotografer. awalnya gw kerja sendiri, dgn sesekali dbantu ma mb evi, atau bang hol sendiri. ga brapa lama, tepatnya pas hari minggu, mb evi bawa temennya yg juga seorang fotografer. jacob, namanya.
awalnya, baik gw maupun bang hol manggil beliau dgn sebutan "pak". tapi seiring hari berganti, terkuaklah identitas si mister. doi klahiran tahun '82, "wah, masih tua aku brarti.." bgitu komen yg kluar dari mulut bang hol. dan gw pun manggil doi dgn sebutan "bung", slaen "mister".
habisnya aneh manggil pak, ga pas aja bwt dsebut, soalnya lidah ini tak mau trima^^

bung jacob, asli jago dan lbih berpengalaman dalam foto. skill doi lbih tinggi dari gw. dari angle, komposisi, dll.
didalam hati, terbesik rasa kagum terhadap dirinya..
hingga, aku berniat untuk belajar dari nya..

sayang sungguh sayang, bung jacob hanya bisa bantu hari sabtu dan minggu(itu pun stelah pulang dari Gereja). yups! baik bang hol, pak Jhon, maupun bung jacob, mereka pemeluk agama Kristen.
mungkin ada sbagian orang anti bekerja sama dgn yg bukan sesama, tapi bagi gw pribadi ga masalah. toh, mereka juga punya Tuhan, mereka juga ibadah, sama2 ada tempat ibadah, sama2 mengajarkn kebaikan, dll. jadi, kenapa harus dbedakn?

sbagai gantinya, ada yg gantiin bung jacob. doi adlh si surya, orang pertama yg kerja bareng ma gw di DS, di hari pertama gw mulai kerja^^
doi karyawan tetap pak Jhon, yg mendapat amanat untuk bantuin.
skill fotografi doi lumayan, sama kayak gw.

eh, gak lama, ada lagi kru laen yg bantuin sbagai fotografer. dia adlh tatan, orang tasik, yg baru diangkat menjadi karyawan pak Jhon blom lama.
skill fotografi doi lbih tinggi dari gw, tapi lbih rendah dari bung jacob.

kl dbandingkn, bung jacob lah pemegang level dan skill tertinggi.
terang aja, bung jacob emang spesialis, dan sering foto2, bahkn yg suka jadi model nya adlh junior2 ditempetnya kuliah. sedang surya gw kurang tau deh, soalnya doi lbih condong ke disain, maka nya doi dapet tugas sbagai editor foto2 klien. dan tatan sendiri, profesi trahir doi, sbagai buruh yg kerja di perkebunan, kl ga salah.
nah, kl gw sendiri, mahasiswa yg suka bangun siang, dan sering dateng kerja tlat^^

jam kerja dmulai dari jam 10pagi sampe 10malem.
dan gw, hobi banget dateng jam 11an^_^
kl pas hari biasa, dateng tlat jam sgitu gpp, karna pengunjungnya blom rame, tapi tetep aja yg namanya tlat. gw akuin gw salah. jujur aja, gw skarang jadi budeg, mau brapa pun ALARM, bukan jaminan gw bakal bangun. boro2 bangun, denger bunyi alarm aja blom tentu^_^
bener banget yg dkata kluarga gw, "..kl tidur kayak mayat, ga bisa denger apa2..".hihii..

rutinitas gw, bangun tidur, mandi, sarapan, baru brangkat kerja. pulang malem, sapme dikos jam 11an, uda ga bisa mandi, tapi kadang nekat juga seh, kl uda ngerasa risih berkeringat-kuda. rematik2 deh..
slsai mandi, biasanya gw makan lagi, entah itu nasi jatah yg tersisa, atw beli dluar, sambil nonton DVD. biar kata makannya dah slsai, gw kadang masih trus nonton DVD ampe jam2-3an, baru pergi beli tidur.. makanya bangun suka ksiangan.
tapi, tiap kali tidur dtempet temen(bang hol), PASTI bisa bangun pagi. kenapa? alasannya ada dua: satu, karna merasa 'numpang', jadi ada rasa segan. dua, karna ada yg ikut dengerin alarm dan 'lbih bisa denger' daripada gw^^
tidur dikos temen itu enaknya, ga enaknya, celana dalem dan pakaian jadi ga ganti, karna bsoknya langsung brangkat kerja bareng, apalagi kl bsoknya hari2 rame, hari sabtu+minggu serta hari2 libur nasional. ehmm, jorok..

giliran bang hol yg tidur dikos gw, doi SELALU minta traktir. ujung2nya, stelah tawar-menawar ksepakatan, gw beliin rambutan, karna lagi musim.
tiap kali doi nganterin gw pulang, sbagai upah nganter.
tuh, bener kn, di dunia ini ga ada yg gratis! apalagi bwt anak kos^_^ pedih, kawan..

berikutnya soal suhu dan temperatur didalem boks salju buatan. suhu berkisar antara (minus)-15 sampe -19 derajat celcius.
awalnya, brrr.. bredannn bringin brangettt!! [edan dingin banget], ampe gw pake tiga lapis pakaian. kaos dalem, kaos, jaket PLUS mantel kuning bertuliskn "Pegawai/PHOTO" dari DS. tapi, brrrillaaa, brrasihh bringinnn!!
[gila, masih dingin], bahkan syal corak biru ksayangan pun ga mampu menahan dinginya suhu didalam boks salju DS-_+ kl kupluk istimewa gw yg ada penutup telinganya sangat bermanfaat^^
Jangankn gw, lha pegawai aja pada pake mantel dobel, malah ada yg pake jaket tebel dulu.
gilanya, ada aja pegawai yg masuk TANPA mantel. ih, jagoan!
malah pernah acara bugil bareng>_< (sayangnya Sesama cowok, dan hanya sbatas bagian atas/badan aja=_=)

karna kseringan kedinginan, gw tambah barang bekal, Tolak Angin. dan itu wajib, slaen kopi, Promag dan biskuit.

tapi lama-klamaan gw jadi terbiasa, udah ga terlalu kdinginan lagi kayak dulu, walau hidung ini masih saja mengalir lendir ingus bersih, untung saja ada kopi sachet siap dbuat dan dinikmati^^
bahkan gw uda ga perlu pake syal, kupluk, cukup satu/dua lapis pakaian+mantel. malah sering juga gw masuk tanpa jaket maupun mantel, mencoba berjalan hilir-mudik tanpa mencari klien, hanya sekedar untuk membuktikn bahwa, "gw dah kuat..!!" slama beberapa puluh menit saja. yah, paling banter 40menit, sih..

kgiatan pas lagi sepi pengunjung adlh liat2 foto hasil jepretan sendiri maupun rekan yg laen(bung jacob, mb evi, surya, tatan, dll..), ngedit2 gambar, atw malah nggodain si surya^^ doi tipikal orang yg doyan humor juga^^, walau ga suka diisengin-_-
ya~sur..ya~surr..

kl bosen ma kru2 stand foto, gw berbincang2-ria ma pegawai DS, keseringan sih si chibi^^ habis doi imut. badan mungil(ga kecil2 amat), tapi kl lagi senyum, wah! habis deh tuh manisnya permen^^
cuman sayangnya, doi punya hobi suka nglamun ga jelas, menerawang entah kemana dua bola mata hitam indah miliknya.
atw ngrumpi bareng ma gina, ita, erni, nuri[burung nuri, terbang diangkasa..la..laa.. 'PLETAK' aduh!!], si 'biang' desti, atw si tukang rayu, ratna^^
ratna lah pegawai DS cewek pertama yg gw buka rahasia identitas gw, hobi 'ngocol'[nglucu]. ujung2nya, pas doi di rolling (tiap 2mgg=1x, ada pertukaran tempat/posisi) ke bagian penjaga pintu gerbang kluar, doi berkata, "mas dimas skarang saya ngerasa sepi ga ada yg bkin ketawa, ga ada yg nglucu, kaya mas dimas..", gw yakin muka gw pasti merah deh saat itu..
yak, itulah skilas tentang si item-manis, ratna.

gw seh jarang ngobrol ma pegawai cowok. bwt apa? mau 'ngadu', emangnya? gendenk ae, reng.
kl ngdeketin yg cewek kn, ada nuansa romansa nya, ga kayak ma cowok, nuansa persaingan..

slebihnya, ya paling masuk kdalem boks, trus sluncuran deh puas2 ddalem^^
kadang bareng ma pegawai2 DS laen. ya pake papan 'serodotan'[bhs sunda-nya], atw pake pelampung.
kl mau ngluncur lancar dan mulus slaen ga pake alat, pake ujung mantel, dijamin deh, lbih lancar+mulus ktimbang celana jins^^
bahkn baru2 ini, ada cara baru mnikmati sluncur, dgn sluncur ala surfing, alias berdiri. awalnya ga brani nyoba, tapi bgitu nyoba.. SERU JUGA, euy!!!^^
ada lagi cara unik yg agk berbahaya, sluncur pake papan sluncur tapi menghadap ke blakang. jadi bagian 'muka'nya punggung kita. ditanggung lbih TEGANG!!

slbihnya, waspada terhadap pengunjung, tapi biasanya yg mau trik yg bginian, harus ada pegawai laen yg jaga2 dbawah.

gw pernah ngalamin musibah pas lagi ngluncur. waktu itu gw ngluncur pake pelampung, dgn posisi badan, ya kayak orang nyatai diatas pelampung lah. saking kenceng start nya, sampe2 kepala gw ngebentur rumah iglo-mini yg lokasinya ga jauh dari ujung turunan seluncuran. DUGH!! lumayan kenceng juga bo. rasanya nyut2 gimana gitu, ya untungnya ga gegar otak..

trik laen, ngluncur dgn cara tiduran menghadap keatas dgn kepala sbagai 'muka'.
atw ngluncur pake pelampung dgn posisi tiduran telungkup, kesanya jadi kayak terbang^^ sruuuutttttt..... sluncur-men!!

"suka duka sbg fotografer freelance"

kerja sbg fotografer freelance di Dunia Salju-BSM SANGAT2 menyenangkan! tapi, ada duka nya juga, berikut kisahnya:

sering kali ada klien yg minta foto berbarengan, sehingga repot nentuin siapa yg duluan, apalagi di hari2 rame, spt hari sabtu+minggu dan hari libur nasional.
yg bikin jengkel ada, yaitu klien yg ga SABARAN dan main srobot klien yg uda nunggu, pas disuruh nuggu, eh, malah komen "aduh mas, saya uda gak tahan nih, dingin. bentar aja koq.." bla..blaa..
dan celakanya, klien yg sabar bisa diitung jari, 1:10!!
yang PALING g suka, klien yg sabar walau ada klien lain yg nyobot gilirannya. jujur, g orangnya kurang tegas, jadinya suka ngalah. maaf ya, mbak, mas^^
perkara lain, yaitu klien yg minta difoto dilain tempat. pas g lagi asik ma klien di area A, dan banyak, eh, klien-0 minta foto di area B, padahal dia cuma sendiri. dan lagi2 g ngalah, nurut. tapi belakangan g mulai tegasin sblm foto, g tanya mereka maunya difoto dimana, bla..bla..
perkara selanjutnya, klien yg trus minta difoto, padahal klien2 yg sblmnya da nunggu di stnad foto, diluar. g sering banget dijemput ma kru stand foto yg laen, buat kasihtau kl klien yg sblmnya uda nanyain fotonya. celakanya, kadang saat g pengen cabut kluar, eh, klien yg trahir nambah minta difoto lagi+_+ gebleknya, g sering nurut. tapi sekarang, g tegas, cari2 alesan, "oh maaf mas, mbak, saya mo ganti batre dulu.." sambil ngloyor pergi sambil biar kata tu klien komen ba-bi-bu..

awal g kerja, g smangat banget, dpt pengarahan ini-itu, bla..blaa.. dan g nerapin sikap ramah ala 'Hibiki'[liat serial "Kamen Rider Hibiki"<-contoh film yg bagus utk belajar norma+kesopanan^^]
tiap kali ketemu kru Dunia Salju, g SELALU senyum^^
lama-kelamaan, "wah hebat!!", ternyata senyum saat membuat pekerjaan lebih enak, santai, ceria, ringan. subhanallah!

temen yg nawarin+ngajakin kerja di Dunia Salju, menjaga jarak dgn para kru DS, kl diliat, kyk nya cuma g deh, yg mau akrab ma mereka. walau ga semua karyawan/ti orangnya menyenangkan.
spt contoh, si I, belakangan ketauan sifat aslinya, suka maksa! pernah pas g lagi mfoto klien, doi dtg nyamperin g, kirain ada yg penting, ga taunya, "eh mas, g minta tolong dong! tolong fotoin g ma dia" sambil nunjuk pengujung cewek(ga tau temenya atw bukan), "tar" g blg, eh doi ngotot "ayo dong mas, sekali aja!", g diamin n ttp fokus ke klien g, "ayo dong mas, plis..plis.. fotoin g bentar" pkae ngerayu2 gombal. langsung aja g bentak, "HEH! lo ga liat g lg apa? ini klien, dia pgn foto. lha lu siapa?", eh doi TETEP ngotot! geblek ni bocah, g bentak lagi, "HEH! g kerja disini buat mfoto pengunjung, BUKAN mfoto lu!! tar knapa?!". doi baru diem, "ya dah, g tggu, abis ini ya, mas.." eh ni bocah, msh ngrayu lg.
singkat crita, g foto klien g, beres, baru g samperin tu bocah, g foto juga ahirnya. eh, abis dfoto, doi cengar-cengir kyk kuda, "makasih ya mas".
adalagi kru laen, si SATPAM. tiiiiiiiiaaaaaaaaappppppppp kali g pgn mfoto klien, pasti doi minta difoto duluan, maksa lagi. trutama klien g pgn foto deket ma lokasi doi. dulu mah, g nurut, jepret. foto 1x, g ksh liat(doi SELALU pgn liat tiap kali slsai dfoto), begitu g kluar mnuju stand foto, g HAPUS tu foto. kl skrg, g sll 'lari' tiap kali doi udah mulai gerak aba2 minta dfoto.hoihii..
ada juga kru laen, si D. dulu g kira doi preman yg jaga tu tempat, ujung2nya g tau doi tnyata slhsatu karyawan. doi juga dulu srg minta dfoto, tp GA pernah g kasih. pernah suatu kali, doi marah krn g ga mau mfoto dia. nah lu! untung ga jadi rusuh^^
trus blm lama ini, si D ma 2 kru lain, minta dfoto, pas g deketin, eh kecium bau alkohol dari mulut mereka. gila! g lsg cabut. buat apa ngladenin pemabuk!

duka laennya, soal toilet. sring bgt g MESTI nunggu/antri buat sekedar 'pis'. apalagi kl ujan, g da kburu 'luber', ditambah toiletnya cm dua.ihi..ihiks..
pernah juga, g lg ddlm, ada yg buka pintu pake ndobrak kenceng bgt, pdhal dah g kunci. edan! celakanya, kmaren, pas g lg 'nongkrong'. geblek!! lsg aja g banting-tutup pintu!!

bersambung..