rabu dini hari, 21nop, saya mencoba layanan Telkom
FLASH, setelah sebelumnya menanyakan info seputar
layanan flash tersebut di GraPARI TELKOMSEL-Dago. dari
info yang saya dapatkan, saya bisa mengakses dan
menikmati layanan flash lewat ponsel GPRS saya, yang
artinya, kecepatan transfer rate data nya sebesar
115KBs, dan sebuah Bluetooth Dongle!
saya telah registrasi layanan flash via sms,
menginstal file instalasi untuk ponsel dan mengganti
nama APN serta Username dan Password, semua sesuai
prosedur.
saat itu, saldo pulsa saya 100.000 rupiah dan koneksi
berjalan cukup lancar pada awalnya. beberapa detik
kemudian, masalah terjadi! layar Home Screen-FLASH
yang seharusnya muncul secara otomatis begitu
terkoneksi internet, tidak ada, sehingga saya tidak
bisa memilih 'Paket Harga' yang hendak saya gunakan.
kemudian saya pun mencoba membuka situs telkomsel
(www.telkomsel.com/flash). lalu masalah kedua muncul!
aplikasi browser internet saya mengalami gangguan, dan
ini terjadi selama beberapa kali! ditambah lambatnya
koneksi. ditambah 'receive item' yang berjalan tidak
normal! bahkan jika dibandingkan dengan paket GPRS
biasa yang sebelumnya senantiasa saya gunakan.
ketika saya minta keterangan mengenai hal ini kepada
Customer Service GraPARI TELKOMSEL di Dago, pada siang
harinya, jawaban yang saya terima adalah, karena saya
menggunakan layanan flash (walau kenyataannya tidak
benar-benar bisa menggunakannya) tetapi dengan tarif
GPRS biasa, atau Rp 12/Kb!
dengan segera saya memutuskan koneksi internet saya.
dan saya dapati pulsa saya telah berkurang sebesar
70.000 rupiah lebih!! hal ini merupakan pukulan
terberat bagi saya!!
kemana larinya saldo pulsa saya??
padahal ketika menggunakan pulsa saldo nomor perdana
im3, sebesar Rp 10.000, saya dapat menikmati browsing
internet selama 30 menit lebih tanpa mengalami satupun
masalah, dan dengan browsing lima buah situs berat,
sedangkan flash, hanya membuka tiga situs saja,
masalah muncul.
bahkan ketika siang tersebut saya tanyakan lebih jauh
dan juga menyampaikan keluhan saya, ternyata jawaban
yang saya dapatkan berbeda dengan fakta yang ada!
menurut pihak CS, penyebab tidak munculnya Home
Screen-Flash adalah karena belum ter instal nya
aplikasi driver ponsel bawaan (PC Suite). jika PC
Suite telah diinstal, Home Screen-flash akan muncul
secara otomatis. padahal saya telah menginstal PC
Suite! dan mengikuti langkah-langkah sesuai prosedur yang diberikan!!
bahkan teman saya juga mengalami hal yang sama!!
bahkan ia juga tak hanya mendatangi GraPARI TELKOMSEL
di Dago tapi juga GeraiHALO di Bandung Electronic City
(BEC).
niat ingin berhemat menggunakan layanan flash, tapi
malah mendapatkan kerugian dan kekecewaan besar!!
adapun pertanyaan yang hendak saya ajukan adalah:
1. jika memang saya bisa menikmati layanan flash
menggunakan ponsel dengan koneksi Bluetooth, mengapa
pada kenyataan dan praktiknya berbeda?
2. apakah untuk menikmati layanan flash memang
diwajibkan untuk memiliki ponsel 3G?? bukankah flash
juga mendukung ponsel GPRS dan koneksi Bluetooth?!
3. mengapa Home Screen-flash tidak muncul sama sekali,
padahal telah mengikuti prosedur yang telah
ditentukan?
4. bisakah saya mendapatkan pulsa saya kembali??
mengingat saya menderita kerugian tidak hanya dari
segi koneksi yang lama dan juga bermasalah, tetapi
juga layanan flash yang belum benar-benar bisa
digunakan dengan baik??
Wednesday, December 19, 2007
17agustus-warna lain: the diaryIV
hari ke-6,
hari ini, hampir nggak ada acara spesial, selain bantu mom di warung & kantin. kegiatan lainnya paling memfoto bunga-bunga yang pada mekar yang ada dikantin. bunga hasil kegemaran mom berkebun^^ ya bunga mawar (merah, merah muda, putih), atau bunga-bunga lainnya, selebihnya, main sama ponakan.
hari ke-7,
sama, nggak ada acara spesial. cuma memfoto-foto, tapi kali ini dari atas genting atap rumah. "udah lama gak nyantei diatep^^"
hari ke-8,
pagi hari, aku dan dad pergi mengantar mom ke terminal. tujuan kepergian mom adalah Jogja, dan mampir menginap dirumah paman di Palembang terlebih dahulu. misi mom ke Jogja adalah untuk ikut pelatihan/pelantikan TELA-TELA, jajanan berupa singkong goreng dengan bumbu berbagai macam rasa, yang saat ini tengah digemari, juga karena TELA-TELA memang aslinya dari sana, supaya kelak mom bisa buka cabang di Pagaralam. dan gidicam ku pun dibawa mom, jadi nggak bisa foto-foto lagi deh..
dan mulai hari itulah, aku, dad dan para ponakan wajib memberitahu ke biyung, panggilan untuk orang yang bantu mom dari dulu, yang juga kerja di warung, perihal sayur ataupun lauk apa yang hendak dimakan hari itu.
memang sih, masakan biyung dengan mom beda jauh, tapi yah, keadaanlah yang membuat kami tidak punya pilihan-_-
mbak utik yang dari semula tidak disetujui untuk ikut, telah mempersiapkan barang bawaaan dan dengan keuangan yang super pas-pas an, yang ia paksa pakai dari tabungan pribadi dan berangkatlah ia pada malam hari dengan menaiki bis malam..
hari ke-9,
kini, dirumah hanya ada kami berlima. aku, dad, dan ketiga ponakan, ajeng, agil dan andin. alhasil, rumah terasa sangat-sangat sepi tanpa kehadiran mom yang doyan nonton sinetron tiap malam dan yang selalu marah ketika channel diganti^^
atau ocehan dan rengekan si kecil abib, sang doyan sama 'ampas' kopi dad^^
hari ini, wandi, sang penjual martabak manis, yang juga teman ku disekitar warung, membeli MP4 Player ku, 1/2 dari harga ku beli. berhubung ia memang mengincarnya sudah lama sekali^^ dan juga karena model yang ku punya merupakan model lama ketika atau model yang pertama kali keluar sewaktu MP4 Player mulai merebak, tepatnya setahun yang lalu, dibandingkan dengan MP4 Player sekarang yang mana lebih bagus...
oh ya, pas tengah malam, ada gempa yang membuat ku terbangun selain seruan dad tentunya. aku dan dad masing-masing membangunkan para ponakan dan pergi menyelamatkan diri keluar rumah. ada kejadian konyol malah. agil yang telah ku bangunkan kembali tidur di sofa ruang keluarga sehingga aku kembali masuk kedalam rumah untuk memaksanya mengungsi. tapi dasar si 'herman ngantuk' doi malah cuek dan meneruskan tidurnya, bahkan berontak ketika aku berusaha menggendongnya^^
untunglah, gempa mulai reda ketika aku berusaha menggendongnya untuk kesekian kalinya, dimana keadaan agil masih dalam posisi duduk-tidur di sofa dengan mimik wajah khas si 'herman ngantuk'..
['herman ngantuk' adalah sebutan untuk karakter yang doyan dan selalu tidur di salahsatu film lawas dimana boris delman bermain didalamnya, kalau nggak salah]
hari-hari selanjutnya,
seminggu sudah mom dan mbak utik pergi. dan ketika malam tanggal 12 atau 13, mom menelpon dan meminta ku untuk pergi menjemputnya. dan mom bilang bahwa beliau nggak mau dijemput sama dad. entah kenapa, paling lagi berantem deh..
sehingga, pada tanggal 13, aku yang telah berada dirumah dinas mbak ning, pergi ke Palembang bersama-sama dengan mbak ku yang juga punya urusan kantor, beserta beberapa teman kantornya para senior maupun mantan bos, dengan mencarter mobil dinas perusahaan, dimana sang sopir adalah sopir langganan mbak ku yang juga mantan teman sekantornya. walhasil, aku duduk paling belakang dan berada dipojok. "gak pa-pa deh, yg penting gratis. hehe^^"
kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Palembang pukul 11 siang, dengan mampir ke salahsatu kantor PTBA di sekitar stasiun kereta Palembang. disana, salah seorang penumpang turun.
kemudian perjalanan dilanjutkan ke salahsatu rumah makan yang berada disalahsatu pusat perbelanjaan, yang pernah menjadi tempat mampir mbak ku dulu yang mana hidangannya nikmat. dan ternyata benar saja^^
setelah makan dengan lahap dan nikmat^^ kami meneruskan perjalan menuju kantor diklat PTBA di jalan , aduh, apa itu namanya...tempat pemberhentian terakhir. setelah sedikit berbincang-bincang dengan sesama teman kantor kenalan mbak, aku diajak ke salahsatu rumah sakit tempat kenalan mbak berada.
"kirain mau mriksain aku..."
ketika mengantarkan kami disana, sang sopir pulang kembali pulang menuju kantor diklat, meninggalkan kami. "waduh.. dari tadi aku berlagak jadi pengawal mbak ku aja nih??"
bertemu dengan kenalan mbak ku, kemudian kami diajak masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja. disana, "ada pemandangan juga rupanya^^ kirain bakal kebosanan^^" ehem..
mbak ku kembali ngobrol dan berbincang-bincang sembari menawarkan produk Oriflame dimana ia telah menjadi member sedemikian lamanya, beserta mbak yul, teman dan partner bisnis mbak ku yang aslinya memang dari pihak Oriflame. sama seperti di kantor diklat sebelumnya...
aku, yang tidak mempunyai teman ngobrol, bengong menatap keluar lewat jendela ruangan.. dan kemudian mendapati diriku terjatuh dalam tidur.. dalam posisi duduk...zzz...
ketika bangun, aku, mbak ku dan mbak yul serta mbak dewi, kenalan mbak ku tersebut menaiki mobil pacar dari anaknya mbak dewi, yang datang menjemput, dimana diluar hujan deras menyambut.
"cowok cina, berduit lagi.. hemmm..."
tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke kantor diklat PTBA.
setelah berpisah dengan mbak dewi, dan beristirahat sebentar didalam, kemudian aku, mbak ku dan mbak yul kembali diantar naik mobil dinas yang tadi mengantar kami ke rumah sakit, karena sopir teman mbak yang mengantar kami berangkat dari rumah telah pulang kembali ke Tanjung Enim. kali ini tujuan kami rumah teman mbak yul didaerah Bukit Sigunting, daerah Universitas Sriwijaya.
sebelumnya, kami makan malam disalahsatu rumah makan Empek-Empek Pak Raden, yang terkenal enak. begitulah apa yang dikatakan oleh sopir teman mbak ku. dan ternyata memang enak^^ terlebih-lebih karena semuanya mbak ku yang bayar^^
"duh, senangnya punya mbak yang sayang adik^^"
setelah selesai makan, kami melanjutkan menyusuri jalan demi jalan sekitar untuk mencari alamat rumah tempat teman mbak yul berada.
"akhirnya ketemu juga"
dan kemudian, barulah mbak ku meminta diantarkan ke Sekip Ujung, dimana paman ku tinggal.
sampai disana, sopir teman mbak tersebut langsung berpamitan pulang. dan ternyata, ku dapati mom telah berada dirumah paman, tengah bersantai. padahal dari tadi mom beberapa kali menelpon menanyakan keberadaan ku..
sayang, disana, teman main ku si Reza, anak paman yang terakhir, tidak ada, dikarenakan ia tidak ada libur dan tengah kuliah disalahsatu kampus di Jogja. sehingga aku tidak bisa begitu menikmati waktu ku selain ikut mendengarkan perbincangan mom, mbak ku, paman atau bibi ku, sambil sesekali bermain dengan Dafa, cucu pertama paman.
dan ketika pukul sembilan kurang, paman ku meminta ku untuk ikut serta menjemput anak ketiganya pulang kerja, setelah bertanya ke cucunya, Dafa bolehkah aku menemani mereka. dasar, bocah hiper dan enerjik! ia setuju-setuju saja sambil kembali beraktifitas dengan begitu enerjiknya walau butir-butir keringat telah bercucuran diatas kepala mungilnya^^
begitu sampai ditujuan dan yang ditunggu telah naik kedalam mobil, aku dengan segera memalingkan kepala ku, berharap Elis, bertanya-tanya siapa aku. tapi dasar sial! aku yang memang jelek dengan gampangnya dikenalinya walau 10 tahun lebih tidak bertemu. "lha piye gak keciren, wong ireng e podo karo Eza.." begitu komentarnya. dasar sial!! langsung saja aku balik goda, "eh, kowe tetep ber'jerawat' koyo mbiyen yo..hehee.." canda ku. dan kami tertawa cekikikan seperti dulu kala. betapa moment yang terlupakan...
sampai dirumah, aku yang memaksa meminta Elis untuk berfoto dengan ku, ditolaknya, dengan alasan, "sok ae mas, pas are mangkat kantor, pas wes dandan".. yah...
malam itu, aku tidur dikamar Reza yang kini kosong tanpa TV dan mesin Playstation.. "jadi inget masa-masa dulu.. kemana itu PS ya??". untunglah ada beberapa majalah game yang sedikitnya bisa melupakan kenangan ku..
ketika asyik membaca majalah, mom meminta ku untuk menyemprot kamar tamu tempatnya istirahat. yups! memang suatu keharusan sebelum tidur untuk selalu menyemprotkan racun nyamuk kedalam kamar ketika hendak tidur, begitulah adat kebiasaan ketika menginap dirumah paman ku. jadi inget komentar paman ku yang lain, "rumah gede tapi banyak nyamuk nya.." hehee^^
bersambung,
hari ini, hampir nggak ada acara spesial, selain bantu mom di warung & kantin. kegiatan lainnya paling memfoto bunga-bunga yang pada mekar yang ada dikantin. bunga hasil kegemaran mom berkebun^^ ya bunga mawar (merah, merah muda, putih), atau bunga-bunga lainnya, selebihnya, main sama ponakan.
hari ke-7,
sama, nggak ada acara spesial. cuma memfoto-foto, tapi kali ini dari atas genting atap rumah. "udah lama gak nyantei diatep^^"
hari ke-8,
pagi hari, aku dan dad pergi mengantar mom ke terminal. tujuan kepergian mom adalah Jogja, dan mampir menginap dirumah paman di Palembang terlebih dahulu. misi mom ke Jogja adalah untuk ikut pelatihan/pelantikan TELA-TELA, jajanan berupa singkong goreng dengan bumbu berbagai macam rasa, yang saat ini tengah digemari, juga karena TELA-TELA memang aslinya dari sana, supaya kelak mom bisa buka cabang di Pagaralam. dan gidicam ku pun dibawa mom, jadi nggak bisa foto-foto lagi deh..
dan mulai hari itulah, aku, dad dan para ponakan wajib memberitahu ke biyung, panggilan untuk orang yang bantu mom dari dulu, yang juga kerja di warung, perihal sayur ataupun lauk apa yang hendak dimakan hari itu.
memang sih, masakan biyung dengan mom beda jauh, tapi yah, keadaanlah yang membuat kami tidak punya pilihan-_-
mbak utik yang dari semula tidak disetujui untuk ikut, telah mempersiapkan barang bawaaan dan dengan keuangan yang super pas-pas an, yang ia paksa pakai dari tabungan pribadi dan berangkatlah ia pada malam hari dengan menaiki bis malam..
hari ke-9,
kini, dirumah hanya ada kami berlima. aku, dad, dan ketiga ponakan, ajeng, agil dan andin. alhasil, rumah terasa sangat-sangat sepi tanpa kehadiran mom yang doyan nonton sinetron tiap malam dan yang selalu marah ketika channel diganti^^
atau ocehan dan rengekan si kecil abib, sang doyan sama 'ampas' kopi dad^^
hari ini, wandi, sang penjual martabak manis, yang juga teman ku disekitar warung, membeli MP4 Player ku, 1/2 dari harga ku beli. berhubung ia memang mengincarnya sudah lama sekali^^ dan juga karena model yang ku punya merupakan model lama ketika atau model yang pertama kali keluar sewaktu MP4 Player mulai merebak, tepatnya setahun yang lalu, dibandingkan dengan MP4 Player sekarang yang mana lebih bagus...
oh ya, pas tengah malam, ada gempa yang membuat ku terbangun selain seruan dad tentunya. aku dan dad masing-masing membangunkan para ponakan dan pergi menyelamatkan diri keluar rumah. ada kejadian konyol malah. agil yang telah ku bangunkan kembali tidur di sofa ruang keluarga sehingga aku kembali masuk kedalam rumah untuk memaksanya mengungsi. tapi dasar si 'herman ngantuk' doi malah cuek dan meneruskan tidurnya, bahkan berontak ketika aku berusaha menggendongnya^^
untunglah, gempa mulai reda ketika aku berusaha menggendongnya untuk kesekian kalinya, dimana keadaan agil masih dalam posisi duduk-tidur di sofa dengan mimik wajah khas si 'herman ngantuk'..
['herman ngantuk' adalah sebutan untuk karakter yang doyan dan selalu tidur di salahsatu film lawas dimana boris delman bermain didalamnya, kalau nggak salah]
hari-hari selanjutnya,
seminggu sudah mom dan mbak utik pergi. dan ketika malam tanggal 12 atau 13, mom menelpon dan meminta ku untuk pergi menjemputnya. dan mom bilang bahwa beliau nggak mau dijemput sama dad. entah kenapa, paling lagi berantem deh..
sehingga, pada tanggal 13, aku yang telah berada dirumah dinas mbak ning, pergi ke Palembang bersama-sama dengan mbak ku yang juga punya urusan kantor, beserta beberapa teman kantornya para senior maupun mantan bos, dengan mencarter mobil dinas perusahaan, dimana sang sopir adalah sopir langganan mbak ku yang juga mantan teman sekantornya. walhasil, aku duduk paling belakang dan berada dipojok. "gak pa-pa deh, yg penting gratis. hehe^^"
kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Palembang pukul 11 siang, dengan mampir ke salahsatu kantor PTBA di sekitar stasiun kereta Palembang. disana, salah seorang penumpang turun.
kemudian perjalanan dilanjutkan ke salahsatu rumah makan yang berada disalahsatu pusat perbelanjaan, yang pernah menjadi tempat mampir mbak ku dulu yang mana hidangannya nikmat. dan ternyata benar saja^^
setelah makan dengan lahap dan nikmat^^ kami meneruskan perjalan menuju kantor diklat PTBA di jalan , aduh, apa itu namanya...tempat pemberhentian terakhir. setelah sedikit berbincang-bincang dengan sesama teman kantor kenalan mbak, aku diajak ke salahsatu rumah sakit tempat kenalan mbak berada.
"kirain mau mriksain aku..."
ketika mengantarkan kami disana, sang sopir pulang kembali pulang menuju kantor diklat, meninggalkan kami. "waduh.. dari tadi aku berlagak jadi pengawal mbak ku aja nih??"
bertemu dengan kenalan mbak ku, kemudian kami diajak masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja. disana, "ada pemandangan juga rupanya^^ kirain bakal kebosanan^^" ehem..
mbak ku kembali ngobrol dan berbincang-bincang sembari menawarkan produk Oriflame dimana ia telah menjadi member sedemikian lamanya, beserta mbak yul, teman dan partner bisnis mbak ku yang aslinya memang dari pihak Oriflame. sama seperti di kantor diklat sebelumnya...
aku, yang tidak mempunyai teman ngobrol, bengong menatap keluar lewat jendela ruangan.. dan kemudian mendapati diriku terjatuh dalam tidur.. dalam posisi duduk...zzz...
ketika bangun, aku, mbak ku dan mbak yul serta mbak dewi, kenalan mbak ku tersebut menaiki mobil pacar dari anaknya mbak dewi, yang datang menjemput, dimana diluar hujan deras menyambut.
"cowok cina, berduit lagi.. hemmm..."
tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke kantor diklat PTBA.
setelah berpisah dengan mbak dewi, dan beristirahat sebentar didalam, kemudian aku, mbak ku dan mbak yul kembali diantar naik mobil dinas yang tadi mengantar kami ke rumah sakit, karena sopir teman mbak yang mengantar kami berangkat dari rumah telah pulang kembali ke Tanjung Enim. kali ini tujuan kami rumah teman mbak yul didaerah Bukit Sigunting, daerah Universitas Sriwijaya.
sebelumnya, kami makan malam disalahsatu rumah makan Empek-Empek Pak Raden, yang terkenal enak. begitulah apa yang dikatakan oleh sopir teman mbak ku. dan ternyata memang enak^^ terlebih-lebih karena semuanya mbak ku yang bayar^^
"duh, senangnya punya mbak yang sayang adik^^"
setelah selesai makan, kami melanjutkan menyusuri jalan demi jalan sekitar untuk mencari alamat rumah tempat teman mbak yul berada.
"akhirnya ketemu juga"
dan kemudian, barulah mbak ku meminta diantarkan ke Sekip Ujung, dimana paman ku tinggal.
sampai disana, sopir teman mbak tersebut langsung berpamitan pulang. dan ternyata, ku dapati mom telah berada dirumah paman, tengah bersantai. padahal dari tadi mom beberapa kali menelpon menanyakan keberadaan ku..
sayang, disana, teman main ku si Reza, anak paman yang terakhir, tidak ada, dikarenakan ia tidak ada libur dan tengah kuliah disalahsatu kampus di Jogja. sehingga aku tidak bisa begitu menikmati waktu ku selain ikut mendengarkan perbincangan mom, mbak ku, paman atau bibi ku, sambil sesekali bermain dengan Dafa, cucu pertama paman.
dan ketika pukul sembilan kurang, paman ku meminta ku untuk ikut serta menjemput anak ketiganya pulang kerja, setelah bertanya ke cucunya, Dafa bolehkah aku menemani mereka. dasar, bocah hiper dan enerjik! ia setuju-setuju saja sambil kembali beraktifitas dengan begitu enerjiknya walau butir-butir keringat telah bercucuran diatas kepala mungilnya^^
begitu sampai ditujuan dan yang ditunggu telah naik kedalam mobil, aku dengan segera memalingkan kepala ku, berharap Elis, bertanya-tanya siapa aku. tapi dasar sial! aku yang memang jelek dengan gampangnya dikenalinya walau 10 tahun lebih tidak bertemu. "lha piye gak keciren, wong ireng e podo karo Eza.." begitu komentarnya. dasar sial!! langsung saja aku balik goda, "eh, kowe tetep ber'jerawat' koyo mbiyen yo..hehee.." canda ku. dan kami tertawa cekikikan seperti dulu kala. betapa moment yang terlupakan...
sampai dirumah, aku yang memaksa meminta Elis untuk berfoto dengan ku, ditolaknya, dengan alasan, "sok ae mas, pas are mangkat kantor, pas wes dandan".. yah...
malam itu, aku tidur dikamar Reza yang kini kosong tanpa TV dan mesin Playstation.. "jadi inget masa-masa dulu.. kemana itu PS ya??". untunglah ada beberapa majalah game yang sedikitnya bisa melupakan kenangan ku..
ketika asyik membaca majalah, mom meminta ku untuk menyemprot kamar tamu tempatnya istirahat. yups! memang suatu keharusan sebelum tidur untuk selalu menyemprotkan racun nyamuk kedalam kamar ketika hendak tidur, begitulah adat kebiasaan ketika menginap dirumah paman ku. jadi inget komentar paman ku yang lain, "rumah gede tapi banyak nyamuk nya.." hehee^^
bersambung,
17agustus-warna lain: the diaryIII
hari kelima,
siang hari, mbak ku kembali meminta ku untuk menemaninya ke kebun dengan calon pembeli yang ternyata masih satu perusahaan. tapi kali ini, kami konvoi membawa dua motor, aku dan mbak ku, sang calon pembeli sekeluarga (suami+istri+anak).
sebelum sampai di rumah mungil tempat kami memarkirkan mobil kemarin, mbak ku meminta ku untuk terus jalan, berhubung kami membawa motor, maka mbak ku berinisiatif untuk masuk ke kebun lewat jalan lain, yang memang cocok untuk kendaraan roda dua saja. dan begitu sampai didepan jalan lain tersebut, yang lebih kecil dan menanjak, mbak ku langsung meminta diturunkan, karena ternyata klien nya masih belum terlihat. lho??
setelah terlihat, kembali, kami melanjutkan perjalanan di jalan kecil tersebut. "duh, biyung! jalannya gini amat seh.." gerutu ku dalam hati, mendapati jalan lain tersebut menanjak kesana-kesini, bisa dibilang, kontur tanahnya tidak rata. bahkan ada beberapa jalan yang persis menyerupai jurang, atau dalam. "bener-bener bikin tangan pegel nih.." umpat ku. bahkan juga, tak jarang mbak ku sesekali turun ketika jalanannya tidak memungkinkan, dan walhasil aku membawa motor berlagak bak seorang pembalap off-road! brum..brumm..
entah berapa meter jarak yang harus ku tempuh untuk bisa sampai dilokasi.. "capek eh.."
untunglah, setelah sekian lama, sampai juga kami, dan ternyata jalan yang barusan kami lalui tersebut ternyata berada disisi lain dari pondok di kebun. oala..
setelah memarkirkan motor dekat pondok, wuss.. lagi-lagi nuansa mistis menyambut. dan celakanya cuma aku satu-satunya yang menyadari hal ini... dan celakanya lagi, aku mendengar ada seseorang memanggilku dengan sangat kencang!! dengan suara persis suara mbak ku! astagfirullah!! dan lagi-lagi tak seorangpun mendengarnya kecuali aku...
untunglah aku masih terus membaca doa didalam hati, semenjak berangkat dari rumah, dan aku pun berusaha bertingkah sewajarnya, tanpa menghiraukan gerakan dipohon itu, atau hembusan angin mistis.
ketika mbak ku mengajak sang suami klien untuk pergi berkeliling kebun guna mengetahui batasannya, aku turut serta menemani. toh, karena kemarin aku tidak ikut berkeliling. sementara sang ibu dan anak perempuan kecilnya menanti didepan pondok, ditempat dimana pohon karet yang hanya satu hektar ditanam.
sambil masih berusaha bertingkah dengan wajar, aku mencoba untuk memfoto. untunglah, nggak ada yang menggangu. ku pikir semuanya berjalan dengan sangat 'wajar', bahkan ketika kami melewati pohon yang suka bergerak sendiri yang berdiri sebagai permbatas antara kebun dan sungai kecil dibawahnya.
begitu kami bertiga hendak sampai ditempat sang ibu dan sang anak menanti, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan orang yang berjalan cepat ditepi batas pohon karet sebelah kanan dari arah datang. astagfirullah!! gila! sosok tersebut terlihat jelas oleh kedua mata ku! haruskah aku memberitahu mbak ku?? tidak.. jangan dulu.. lihat dulu situasinya, nanti malah sang klien tidak jadi membeli...
akhirnya, aku kembali berdoa dengan kusu' (serius).
begitu kami telah berkumpul didepan pondok, mbak ku asyik berbincang dengan sang klien. sementara aku kembali menerawangkan mata ku, melihat-lihat. tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang 'tidak wajar'.. kemudian untuk menghilangkan kebosanan, aku memfoto kegiatan rayap ditanah.
kemudian, ketika hendak pulang, mbak ku mengusulkan supaya sang ibu ikut dengannya, menyusuri jalan kecil tempat kami kemarin lewat, sementara aku dan sang ayah beserta sang anak, membawa motor kami melewati jalan off-road lagi...
belum sampai kami menghilang masuk ke jalan kecil, aku mendapati mbak ku dan sang ibu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang kami, padahal aku yakin sekali mereka tadi telah berjalan duluan.. aneh..
untunglah, ketika menyusuri jalan off-road itu lagi, tak memakan banyak waktu seperti sewaktu datang, toh, karena aku sudah terbiasa dengan 'medan'nya. dan tak perlu waktu yang lama ketika aku berhenti dirumah mungil itu. setelah memarkirkan motor, aku lebih memilih untuk mencari obyek untuk difoto ketimbang berbasa-basi ngobrol dengan beberapa orang disitu, tapi lain halnya dengan sang ayah.
ketika aku bertanya-tanya dimana gerangan mbak ku, aku memanjatkan doa semoga segala sesuatunya baik-baik saja, dan tak lama kemudian, ku dengar suara ibu-ibu dari arah belakang rumah, dan kemudian tampaklah mbak ku beserta sang ibu. alhamdulillah!
berbincang-bincang sebentar, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. sebelumnya sang klien ayah, request supaya kami ikut berhenti disalahsatu rumah kerabatnya yang berada tak didepan sana.
dengan sang klien yang berada didepan, aku mencoba untuk mendiskusikan perihal hal-hal aneh yang terjadi dikebun, mulai dari angin mistis, yang lagi-lagi mbak ku tidak merasakannya; suara panggilan, yang justru membuat mbak ku terheran-heran dengan penyataanku, dan balik bertanya, "tenan, fik?" (beneran, fik?); atau yang terakhir, soal kemunculan mbak ku yang secara tiba-tiba. dan sebelum aku sempat menanyakannya, mbak ku telah lebih dulu memberitahuku. menurut penuturannya, mbak ku yakin sekali telah berjalan dengan benar dan tidak menyadari bahwa ia telah diganggu oleh makhluk halus, dengan cara mengaburkan pandangan mata mbak ku dan sang ibu, sehingga jalan menuju pulang tidak terlihat! dan membuatnya berjalan berputar-putar ditempat! naudzubillah!! untunglah mbak ku tersadar dengan segera sehingga ia berdoa dan subhanallah, disaat itulah mbak ku secara tiba-tiba 'muncul' dibelakangku, padahal sudah jelas-jelas ia telah berjalan pulang lebih dulu dari kami. begitulah menurut pengakuannya.
kemudian, ketika ku ceritakan soal sesosok orang begitu kami bertiga selesai mengelilingi kebun, saat itulah mbak ku kembali bergidik sambil bertanya tentang kebenaran pengakuanku tersebut. naudzubillah!
benar-benar.. ternyata tingkat keimanan ku masih sangat lemah... makanya aku sampai nggak bisa ngelindungi kami semua dari gangguan penunggu disana...
tak lama, sampailah kami dirumah kerabat sang klien. lantas kami pun bersilaturahmi dan berbincang-bincang disana untuk beberapa lamanya.. celakanya, aku sudah dalam status 'siap tidur'...
setelah cukup sekian lama, akhirnya sang klien, sang ayah, baru berinisiatif mengajak pulang. "hah! akhirnya..^^" dan sebelum kami berlalu, sekali lagi kami menanyakan soal jalan pintas yang sempat diceritakan semenjak kami semua datang kekebun.
ternyata, jalan pintas yang dimaksud tersebut berada tepat dibelakang bekas sebuah bangunan pos satpam yang terlantar, sesuai dengan tanda-tanda yang dimaksud penduduk sana.
dan benar saja, jalannya selalu menurun, berbatu dan juga curam! dan lagi-lagi, aku harus menahan rasa pegal-pegal yang timbul, seperti halnya sewaktu menyusuri jalan off-road tadi...
untuglah, aku bersabar sehingga tak berapa lama, kami menembus disebuah jalan yang beraspal yang berada disekitar kompleks perumahan TNI. selanjutnya kami keluar disebuah gardu dengan corak TNI, yang ternyata berada beberapa meter dari pintu masuk utama perumahan TNI tersebut, yang artinya, benar-benar jalan pintas yang sangat menyingkat perjalanan dan juga waktu.
kami berpisah dengan sang klien disekitar Pasar Mambo. dan tentu saja, mbak ku meminta untuk segera menuju rumah, toh, karena ia telah meminta izin pulang cepat.
dan sepanjang perjalanan pulang, mbak ku berharap dan memintaku untuk ikut berdoa supaya kali ini, kebunnya jadi terjual. amin!
dan begitu sampai dirumah, mbak ku menceritakan kejadian tersebut kepada dad.
sore setelah ashar, aku dan dad berangkat pulang ke rumah di Pagaralam dengan cara menanti bis jurusan Pagaralam-Palembang yang lewat, di kota Muara Enim. toh, urusan dan keperluanku disini sudah selesai untuk saat ini. sebenarnya, mom telah memintaku untuk segera pulang, tapi dasarnya aku yang ingin mampir dan bertandang dulu dirumah dinas mbak ku dan untungnya mbak ku ikut membantu dengan cara memberitahu mom bahwa aku pulangnya setelah membantu menemani kekebun. hehee.. bener-bener mbak yang pengertian^^
aku hampir-hampir putus-asa ketika sampai pukul lima sore lewat, belum ada satupun bis yang ku nanti lewat. "ah, apakah aku pulangnya besok saja apa ya?!" dan tenyata pukul 17.30-an petang, barulah terlihat sebuah bis yang mengarah ke Pagaralam. akhirnya..
ketika bis berjalan disekitar kawasan kota Lahat, tiba-tiba saja bis yang kami naiki mendapat musibah. ketika sampai dijalan berbelok, ada sebuah kendaraan yang lewat dari arah berlawanan sehingga sang sopir menghindarinya dengan membanting stir ke kiri. akibatnya, bis nya terperosok kedalam saluran air yang cukup dalam yang berada disebelah kiri dan mengakibatkan bis miring dengan kondisi yang cukup mengerikan, dengan sudut kemiringan sekitar 30-40derajat dan untunglah menyandar dinding tebing, sehingga terselamatkan.
kemudian semua penumpang berbondong-bondong keluar dan ikut memeriksa kondisi bis. lantas sang sopir dan kernet bis mencoba memberi ganjal, tapi ternyata tidak berguna, bahkan walau dengan tambahan batu-batu yang cukup besar yang ada disekitar, posisi bis tidak berubah. baik sang sopir maupun kernet bis dibuat pusing.
untunglah para penumpang sedikit membantu dengan cara memandu kendaraan yang hendak lewat dario dua arah yang berlawanan.
aku, yang entah kenapa berlagak, mencoba berdoa meminta terjadi sebuah keajaiban.. tapi, ternyata memang Tuhan lah Yang Maha Menentukan.
kemudian, ketika ada seorang pengendara sepeda motor remaja yang lewat, dengan inisiatif, sang sopir meminjam motor tersebut setelah tentu saja, sang pengendara motor berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi. untuk pergi ke desa didepan, guna meminta bantuan, karena menurut pengakuan sang sopir, ada sebuah bengkel tak jauh didepan.
tak lama, sang sopir kembali dengan membawa tali tambang. dan kemudian, ketika ada sebuah truk yang hendak melewati bis kami, sang sopir menghentikannya dan mencoba diskusi dengan sopir truk untuk meminta bantuan untuk menarik bis yang dikemudikannya. lantas, terjadilah aksi truk yang mencoba menarik bis supaya ban kiri-belakang bis bisa menjajak ke aspal.
raungan demi raungan bersahut-sahutan antara raungan bis dan raungan truk. dan ketika raungan semakin keras terdengar, perlahan-lahan ban kiri-belakang bis naik dan akhirnya menjajak aspal. alhamdulillah!
setelah cukup yakin berada ditempat yang aman, barulah bis raungan itu berhenti. dan para penumpang pun dipersilahkan kembali menaiki bis sementara sang sopir mengucapkan terima kasih kepada sopir truk.
ketika bis telah berjalan seperti semula, sang sopir bercerita tentang aksi dan keputusannya menghindari kendaraan yang lewat yang mengakibatkan bis terperosok. mengenai berapa yang ia berikan sebagai ungkapan terima kasih, dan juga menunjukan letak bengkel yang dimaksud ketika bis melewati sebuah rumah didesa depan.
yah.. gimana gak terperosok, toh, pada kenyataannya bis nya memuat beberapa kendaraan bermotor didalamnya..^_^ tapi ya ungtunglah sang sopir cukup tanggap dan cukup berwawasan^^
dan ketika sampai dirumah, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. untunglah mom belum tidur sehingga mom lah yang membukakan pintu rumah begitu kami sampai. rupanya, mom memang tengan menanti-nanti kedatangan kami, terlebih-lebih anak laki-laki semata wayangnya ini. hehee^^
kangen berat nih, critanya, mom^^
Andien yang ikut menemani mom nonton TV menunggu kami, ku jadikan obyek foto ku.
udah lama nih, gak godain ponakan. hehe;p
aku mengakhiri malam itu dengan segera beristirahat setelah mandi, mencuci muka, ibadah dan makan malam tentunya..
ahh, betapa pengalaman yang patut dikenang^^...
bersambung,
siang hari, mbak ku kembali meminta ku untuk menemaninya ke kebun dengan calon pembeli yang ternyata masih satu perusahaan. tapi kali ini, kami konvoi membawa dua motor, aku dan mbak ku, sang calon pembeli sekeluarga (suami+istri+anak).
sebelum sampai di rumah mungil tempat kami memarkirkan mobil kemarin, mbak ku meminta ku untuk terus jalan, berhubung kami membawa motor, maka mbak ku berinisiatif untuk masuk ke kebun lewat jalan lain, yang memang cocok untuk kendaraan roda dua saja. dan begitu sampai didepan jalan lain tersebut, yang lebih kecil dan menanjak, mbak ku langsung meminta diturunkan, karena ternyata klien nya masih belum terlihat. lho??
setelah terlihat, kembali, kami melanjutkan perjalanan di jalan kecil tersebut. "duh, biyung! jalannya gini amat seh.." gerutu ku dalam hati, mendapati jalan lain tersebut menanjak kesana-kesini, bisa dibilang, kontur tanahnya tidak rata. bahkan ada beberapa jalan yang persis menyerupai jurang, atau dalam. "bener-bener bikin tangan pegel nih.." umpat ku. bahkan juga, tak jarang mbak ku sesekali turun ketika jalanannya tidak memungkinkan, dan walhasil aku membawa motor berlagak bak seorang pembalap off-road! brum..brumm..
entah berapa meter jarak yang harus ku tempuh untuk bisa sampai dilokasi.. "capek eh.."
untunglah, setelah sekian lama, sampai juga kami, dan ternyata jalan yang barusan kami lalui tersebut ternyata berada disisi lain dari pondok di kebun. oala..
setelah memarkirkan motor dekat pondok, wuss.. lagi-lagi nuansa mistis menyambut. dan celakanya cuma aku satu-satunya yang menyadari hal ini... dan celakanya lagi, aku mendengar ada seseorang memanggilku dengan sangat kencang!! dengan suara persis suara mbak ku! astagfirullah!! dan lagi-lagi tak seorangpun mendengarnya kecuali aku...
untunglah aku masih terus membaca doa didalam hati, semenjak berangkat dari rumah, dan aku pun berusaha bertingkah sewajarnya, tanpa menghiraukan gerakan dipohon itu, atau hembusan angin mistis.
ketika mbak ku mengajak sang suami klien untuk pergi berkeliling kebun guna mengetahui batasannya, aku turut serta menemani. toh, karena kemarin aku tidak ikut berkeliling. sementara sang ibu dan anak perempuan kecilnya menanti didepan pondok, ditempat dimana pohon karet yang hanya satu hektar ditanam.
sambil masih berusaha bertingkah dengan wajar, aku mencoba untuk memfoto. untunglah, nggak ada yang menggangu. ku pikir semuanya berjalan dengan sangat 'wajar', bahkan ketika kami melewati pohon yang suka bergerak sendiri yang berdiri sebagai permbatas antara kebun dan sungai kecil dibawahnya.
begitu kami bertiga hendak sampai ditempat sang ibu dan sang anak menanti, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan orang yang berjalan cepat ditepi batas pohon karet sebelah kanan dari arah datang. astagfirullah!! gila! sosok tersebut terlihat jelas oleh kedua mata ku! haruskah aku memberitahu mbak ku?? tidak.. jangan dulu.. lihat dulu situasinya, nanti malah sang klien tidak jadi membeli...
akhirnya, aku kembali berdoa dengan kusu' (serius).
begitu kami telah berkumpul didepan pondok, mbak ku asyik berbincang dengan sang klien. sementara aku kembali menerawangkan mata ku, melihat-lihat. tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang 'tidak wajar'.. kemudian untuk menghilangkan kebosanan, aku memfoto kegiatan rayap ditanah.
kemudian, ketika hendak pulang, mbak ku mengusulkan supaya sang ibu ikut dengannya, menyusuri jalan kecil tempat kami kemarin lewat, sementara aku dan sang ayah beserta sang anak, membawa motor kami melewati jalan off-road lagi...
belum sampai kami menghilang masuk ke jalan kecil, aku mendapati mbak ku dan sang ibu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang kami, padahal aku yakin sekali mereka tadi telah berjalan duluan.. aneh..
untunglah, ketika menyusuri jalan off-road itu lagi, tak memakan banyak waktu seperti sewaktu datang, toh, karena aku sudah terbiasa dengan 'medan'nya. dan tak perlu waktu yang lama ketika aku berhenti dirumah mungil itu. setelah memarkirkan motor, aku lebih memilih untuk mencari obyek untuk difoto ketimbang berbasa-basi ngobrol dengan beberapa orang disitu, tapi lain halnya dengan sang ayah.
ketika aku bertanya-tanya dimana gerangan mbak ku, aku memanjatkan doa semoga segala sesuatunya baik-baik saja, dan tak lama kemudian, ku dengar suara ibu-ibu dari arah belakang rumah, dan kemudian tampaklah mbak ku beserta sang ibu. alhamdulillah!
berbincang-bincang sebentar, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. sebelumnya sang klien ayah, request supaya kami ikut berhenti disalahsatu rumah kerabatnya yang berada tak didepan sana.
dengan sang klien yang berada didepan, aku mencoba untuk mendiskusikan perihal hal-hal aneh yang terjadi dikebun, mulai dari angin mistis, yang lagi-lagi mbak ku tidak merasakannya; suara panggilan, yang justru membuat mbak ku terheran-heran dengan penyataanku, dan balik bertanya, "tenan, fik?" (beneran, fik?); atau yang terakhir, soal kemunculan mbak ku yang secara tiba-tiba. dan sebelum aku sempat menanyakannya, mbak ku telah lebih dulu memberitahuku. menurut penuturannya, mbak ku yakin sekali telah berjalan dengan benar dan tidak menyadari bahwa ia telah diganggu oleh makhluk halus, dengan cara mengaburkan pandangan mata mbak ku dan sang ibu, sehingga jalan menuju pulang tidak terlihat! dan membuatnya berjalan berputar-putar ditempat! naudzubillah!! untunglah mbak ku tersadar dengan segera sehingga ia berdoa dan subhanallah, disaat itulah mbak ku secara tiba-tiba 'muncul' dibelakangku, padahal sudah jelas-jelas ia telah berjalan pulang lebih dulu dari kami. begitulah menurut pengakuannya.
kemudian, ketika ku ceritakan soal sesosok orang begitu kami bertiga selesai mengelilingi kebun, saat itulah mbak ku kembali bergidik sambil bertanya tentang kebenaran pengakuanku tersebut. naudzubillah!
benar-benar.. ternyata tingkat keimanan ku masih sangat lemah... makanya aku sampai nggak bisa ngelindungi kami semua dari gangguan penunggu disana...
tak lama, sampailah kami dirumah kerabat sang klien. lantas kami pun bersilaturahmi dan berbincang-bincang disana untuk beberapa lamanya.. celakanya, aku sudah dalam status 'siap tidur'...
setelah cukup sekian lama, akhirnya sang klien, sang ayah, baru berinisiatif mengajak pulang. "hah! akhirnya..^^" dan sebelum kami berlalu, sekali lagi kami menanyakan soal jalan pintas yang sempat diceritakan semenjak kami semua datang kekebun.
ternyata, jalan pintas yang dimaksud tersebut berada tepat dibelakang bekas sebuah bangunan pos satpam yang terlantar, sesuai dengan tanda-tanda yang dimaksud penduduk sana.
dan benar saja, jalannya selalu menurun, berbatu dan juga curam! dan lagi-lagi, aku harus menahan rasa pegal-pegal yang timbul, seperti halnya sewaktu menyusuri jalan off-road tadi...
untuglah, aku bersabar sehingga tak berapa lama, kami menembus disebuah jalan yang beraspal yang berada disekitar kompleks perumahan TNI. selanjutnya kami keluar disebuah gardu dengan corak TNI, yang ternyata berada beberapa meter dari pintu masuk utama perumahan TNI tersebut, yang artinya, benar-benar jalan pintas yang sangat menyingkat perjalanan dan juga waktu.
kami berpisah dengan sang klien disekitar Pasar Mambo. dan tentu saja, mbak ku meminta untuk segera menuju rumah, toh, karena ia telah meminta izin pulang cepat.
dan sepanjang perjalanan pulang, mbak ku berharap dan memintaku untuk ikut berdoa supaya kali ini, kebunnya jadi terjual. amin!
dan begitu sampai dirumah, mbak ku menceritakan kejadian tersebut kepada dad.
sore setelah ashar, aku dan dad berangkat pulang ke rumah di Pagaralam dengan cara menanti bis jurusan Pagaralam-Palembang yang lewat, di kota Muara Enim. toh, urusan dan keperluanku disini sudah selesai untuk saat ini. sebenarnya, mom telah memintaku untuk segera pulang, tapi dasarnya aku yang ingin mampir dan bertandang dulu dirumah dinas mbak ku dan untungnya mbak ku ikut membantu dengan cara memberitahu mom bahwa aku pulangnya setelah membantu menemani kekebun. hehee.. bener-bener mbak yang pengertian^^
aku hampir-hampir putus-asa ketika sampai pukul lima sore lewat, belum ada satupun bis yang ku nanti lewat. "ah, apakah aku pulangnya besok saja apa ya?!" dan tenyata pukul 17.30-an petang, barulah terlihat sebuah bis yang mengarah ke Pagaralam. akhirnya..
ketika bis berjalan disekitar kawasan kota Lahat, tiba-tiba saja bis yang kami naiki mendapat musibah. ketika sampai dijalan berbelok, ada sebuah kendaraan yang lewat dari arah berlawanan sehingga sang sopir menghindarinya dengan membanting stir ke kiri. akibatnya, bis nya terperosok kedalam saluran air yang cukup dalam yang berada disebelah kiri dan mengakibatkan bis miring dengan kondisi yang cukup mengerikan, dengan sudut kemiringan sekitar 30-40derajat dan untunglah menyandar dinding tebing, sehingga terselamatkan.
kemudian semua penumpang berbondong-bondong keluar dan ikut memeriksa kondisi bis. lantas sang sopir dan kernet bis mencoba memberi ganjal, tapi ternyata tidak berguna, bahkan walau dengan tambahan batu-batu yang cukup besar yang ada disekitar, posisi bis tidak berubah. baik sang sopir maupun kernet bis dibuat pusing.
untunglah para penumpang sedikit membantu dengan cara memandu kendaraan yang hendak lewat dario dua arah yang berlawanan.
aku, yang entah kenapa berlagak, mencoba berdoa meminta terjadi sebuah keajaiban.. tapi, ternyata memang Tuhan lah Yang Maha Menentukan.
kemudian, ketika ada seorang pengendara sepeda motor remaja yang lewat, dengan inisiatif, sang sopir meminjam motor tersebut setelah tentu saja, sang pengendara motor berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi. untuk pergi ke desa didepan, guna meminta bantuan, karena menurut pengakuan sang sopir, ada sebuah bengkel tak jauh didepan.
tak lama, sang sopir kembali dengan membawa tali tambang. dan kemudian, ketika ada sebuah truk yang hendak melewati bis kami, sang sopir menghentikannya dan mencoba diskusi dengan sopir truk untuk meminta bantuan untuk menarik bis yang dikemudikannya. lantas, terjadilah aksi truk yang mencoba menarik bis supaya ban kiri-belakang bis bisa menjajak ke aspal.
raungan demi raungan bersahut-sahutan antara raungan bis dan raungan truk. dan ketika raungan semakin keras terdengar, perlahan-lahan ban kiri-belakang bis naik dan akhirnya menjajak aspal. alhamdulillah!
setelah cukup yakin berada ditempat yang aman, barulah bis raungan itu berhenti. dan para penumpang pun dipersilahkan kembali menaiki bis sementara sang sopir mengucapkan terima kasih kepada sopir truk.
ketika bis telah berjalan seperti semula, sang sopir bercerita tentang aksi dan keputusannya menghindari kendaraan yang lewat yang mengakibatkan bis terperosok. mengenai berapa yang ia berikan sebagai ungkapan terima kasih, dan juga menunjukan letak bengkel yang dimaksud ketika bis melewati sebuah rumah didesa depan.
yah.. gimana gak terperosok, toh, pada kenyataannya bis nya memuat beberapa kendaraan bermotor didalamnya..^_^ tapi ya ungtunglah sang sopir cukup tanggap dan cukup berwawasan^^
dan ketika sampai dirumah, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. untunglah mom belum tidur sehingga mom lah yang membukakan pintu rumah begitu kami sampai. rupanya, mom memang tengan menanti-nanti kedatangan kami, terlebih-lebih anak laki-laki semata wayangnya ini. hehee^^
kangen berat nih, critanya, mom^^
Andien yang ikut menemani mom nonton TV menunggu kami, ku jadikan obyek foto ku.
udah lama nih, gak godain ponakan. hehe;p
aku mengakhiri malam itu dengan segera beristirahat setelah mandi, mencuci muka, ibadah dan makan malam tentunya..
ahh, betapa pengalaman yang patut dikenang^^...
bersambung,
Subscribe to:
Posts (Atom)
