hari kelima,
siang hari, mbak ku kembali meminta ku untuk menemaninya ke kebun dengan calon pembeli yang ternyata masih satu perusahaan. tapi kali ini, kami konvoi membawa dua motor, aku dan mbak ku, sang calon pembeli sekeluarga (suami+istri+anak).
sebelum sampai di rumah mungil tempat kami memarkirkan mobil kemarin, mbak ku meminta ku untuk terus jalan, berhubung kami membawa motor, maka mbak ku berinisiatif untuk masuk ke kebun lewat jalan lain, yang memang cocok untuk kendaraan roda dua saja. dan begitu sampai didepan jalan lain tersebut, yang lebih kecil dan menanjak, mbak ku langsung meminta diturunkan, karena ternyata klien nya masih belum terlihat. lho??
setelah terlihat, kembali, kami melanjutkan perjalanan di jalan kecil tersebut. "duh, biyung! jalannya gini amat seh.." gerutu ku dalam hati, mendapati jalan lain tersebut menanjak kesana-kesini, bisa dibilang, kontur tanahnya tidak rata. bahkan ada beberapa jalan yang persis menyerupai jurang, atau dalam. "bener-bener bikin tangan pegel nih.." umpat ku. bahkan juga, tak jarang mbak ku sesekali turun ketika jalanannya tidak memungkinkan, dan walhasil aku membawa motor berlagak bak seorang pembalap off-road! brum..brumm..
entah berapa meter jarak yang harus ku tempuh untuk bisa sampai dilokasi.. "capek eh.."
untunglah, setelah sekian lama, sampai juga kami, dan ternyata jalan yang barusan kami lalui tersebut ternyata berada disisi lain dari pondok di kebun. oala..
setelah memarkirkan motor dekat pondok, wuss.. lagi-lagi nuansa mistis menyambut. dan celakanya cuma aku satu-satunya yang menyadari hal ini... dan celakanya lagi, aku mendengar ada seseorang memanggilku dengan sangat kencang!! dengan suara persis suara mbak ku! astagfirullah!! dan lagi-lagi tak seorangpun mendengarnya kecuali aku...
untunglah aku masih terus membaca doa didalam hati, semenjak berangkat dari rumah, dan aku pun berusaha bertingkah sewajarnya, tanpa menghiraukan gerakan dipohon itu, atau hembusan angin mistis.
ketika mbak ku mengajak sang suami klien untuk pergi berkeliling kebun guna mengetahui batasannya, aku turut serta menemani. toh, karena kemarin aku tidak ikut berkeliling. sementara sang ibu dan anak perempuan kecilnya menanti didepan pondok, ditempat dimana pohon karet yang hanya satu hektar ditanam.
sambil masih berusaha bertingkah dengan wajar, aku mencoba untuk memfoto. untunglah, nggak ada yang menggangu. ku pikir semuanya berjalan dengan sangat 'wajar', bahkan ketika kami melewati pohon yang suka bergerak sendiri yang berdiri sebagai permbatas antara kebun dan sungai kecil dibawahnya.
begitu kami bertiga hendak sampai ditempat sang ibu dan sang anak menanti, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan orang yang berjalan cepat ditepi batas pohon karet sebelah kanan dari arah datang. astagfirullah!! gila! sosok tersebut terlihat jelas oleh kedua mata ku! haruskah aku memberitahu mbak ku?? tidak.. jangan dulu.. lihat dulu situasinya, nanti malah sang klien tidak jadi membeli...
akhirnya, aku kembali berdoa dengan kusu' (serius).
begitu kami telah berkumpul didepan pondok, mbak ku asyik berbincang dengan sang klien. sementara aku kembali menerawangkan mata ku, melihat-lihat. tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang 'tidak wajar'.. kemudian untuk menghilangkan kebosanan, aku memfoto kegiatan rayap ditanah.
kemudian, ketika hendak pulang, mbak ku mengusulkan supaya sang ibu ikut dengannya, menyusuri jalan kecil tempat kami kemarin lewat, sementara aku dan sang ayah beserta sang anak, membawa motor kami melewati jalan off-road lagi...
belum sampai kami menghilang masuk ke jalan kecil, aku mendapati mbak ku dan sang ibu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang kami, padahal aku yakin sekali mereka tadi telah berjalan duluan.. aneh..
untunglah, ketika menyusuri jalan off-road itu lagi, tak memakan banyak waktu seperti sewaktu datang, toh, karena aku sudah terbiasa dengan 'medan'nya. dan tak perlu waktu yang lama ketika aku berhenti dirumah mungil itu. setelah memarkirkan motor, aku lebih memilih untuk mencari obyek untuk difoto ketimbang berbasa-basi ngobrol dengan beberapa orang disitu, tapi lain halnya dengan sang ayah.
ketika aku bertanya-tanya dimana gerangan mbak ku, aku memanjatkan doa semoga segala sesuatunya baik-baik saja, dan tak lama kemudian, ku dengar suara ibu-ibu dari arah belakang rumah, dan kemudian tampaklah mbak ku beserta sang ibu. alhamdulillah!
berbincang-bincang sebentar, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. sebelumnya sang klien ayah, request supaya kami ikut berhenti disalahsatu rumah kerabatnya yang berada tak didepan sana.
dengan sang klien yang berada didepan, aku mencoba untuk mendiskusikan perihal hal-hal aneh yang terjadi dikebun, mulai dari angin mistis, yang lagi-lagi mbak ku tidak merasakannya; suara panggilan, yang justru membuat mbak ku terheran-heran dengan penyataanku, dan balik bertanya, "tenan, fik?" (beneran, fik?); atau yang terakhir, soal kemunculan mbak ku yang secara tiba-tiba. dan sebelum aku sempat menanyakannya, mbak ku telah lebih dulu memberitahuku. menurut penuturannya, mbak ku yakin sekali telah berjalan dengan benar dan tidak menyadari bahwa ia telah diganggu oleh makhluk halus, dengan cara mengaburkan pandangan mata mbak ku dan sang ibu, sehingga jalan menuju pulang tidak terlihat! dan membuatnya berjalan berputar-putar ditempat! naudzubillah!! untunglah mbak ku tersadar dengan segera sehingga ia berdoa dan subhanallah, disaat itulah mbak ku secara tiba-tiba 'muncul' dibelakangku, padahal sudah jelas-jelas ia telah berjalan pulang lebih dulu dari kami. begitulah menurut pengakuannya.
kemudian, ketika ku ceritakan soal sesosok orang begitu kami bertiga selesai mengelilingi kebun, saat itulah mbak ku kembali bergidik sambil bertanya tentang kebenaran pengakuanku tersebut. naudzubillah!
benar-benar.. ternyata tingkat keimanan ku masih sangat lemah... makanya aku sampai nggak bisa ngelindungi kami semua dari gangguan penunggu disana...
tak lama, sampailah kami dirumah kerabat sang klien. lantas kami pun bersilaturahmi dan berbincang-bincang disana untuk beberapa lamanya.. celakanya, aku sudah dalam status 'siap tidur'...
setelah cukup sekian lama, akhirnya sang klien, sang ayah, baru berinisiatif mengajak pulang. "hah! akhirnya..^^" dan sebelum kami berlalu, sekali lagi kami menanyakan soal jalan pintas yang sempat diceritakan semenjak kami semua datang kekebun.
ternyata, jalan pintas yang dimaksud tersebut berada tepat dibelakang bekas sebuah bangunan pos satpam yang terlantar, sesuai dengan tanda-tanda yang dimaksud penduduk sana.
dan benar saja, jalannya selalu menurun, berbatu dan juga curam! dan lagi-lagi, aku harus menahan rasa pegal-pegal yang timbul, seperti halnya sewaktu menyusuri jalan off-road tadi...
untuglah, aku bersabar sehingga tak berapa lama, kami menembus disebuah jalan yang beraspal yang berada disekitar kompleks perumahan TNI. selanjutnya kami keluar disebuah gardu dengan corak TNI, yang ternyata berada beberapa meter dari pintu masuk utama perumahan TNI tersebut, yang artinya, benar-benar jalan pintas yang sangat menyingkat perjalanan dan juga waktu.
kami berpisah dengan sang klien disekitar Pasar Mambo. dan tentu saja, mbak ku meminta untuk segera menuju rumah, toh, karena ia telah meminta izin pulang cepat.
dan sepanjang perjalanan pulang, mbak ku berharap dan memintaku untuk ikut berdoa supaya kali ini, kebunnya jadi terjual. amin!
dan begitu sampai dirumah, mbak ku menceritakan kejadian tersebut kepada dad.
sore setelah ashar, aku dan dad berangkat pulang ke rumah di Pagaralam dengan cara menanti bis jurusan Pagaralam-Palembang yang lewat, di kota Muara Enim. toh, urusan dan keperluanku disini sudah selesai untuk saat ini. sebenarnya, mom telah memintaku untuk segera pulang, tapi dasarnya aku yang ingin mampir dan bertandang dulu dirumah dinas mbak ku dan untungnya mbak ku ikut membantu dengan cara memberitahu mom bahwa aku pulangnya setelah membantu menemani kekebun. hehee.. bener-bener mbak yang pengertian^^
aku hampir-hampir putus-asa ketika sampai pukul lima sore lewat, belum ada satupun bis yang ku nanti lewat. "ah, apakah aku pulangnya besok saja apa ya?!" dan tenyata pukul 17.30-an petang, barulah terlihat sebuah bis yang mengarah ke Pagaralam. akhirnya..
ketika bis berjalan disekitar kawasan kota Lahat, tiba-tiba saja bis yang kami naiki mendapat musibah. ketika sampai dijalan berbelok, ada sebuah kendaraan yang lewat dari arah berlawanan sehingga sang sopir menghindarinya dengan membanting stir ke kiri. akibatnya, bis nya terperosok kedalam saluran air yang cukup dalam yang berada disebelah kiri dan mengakibatkan bis miring dengan kondisi yang cukup mengerikan, dengan sudut kemiringan sekitar 30-40derajat dan untunglah menyandar dinding tebing, sehingga terselamatkan.
kemudian semua penumpang berbondong-bondong keluar dan ikut memeriksa kondisi bis. lantas sang sopir dan kernet bis mencoba memberi ganjal, tapi ternyata tidak berguna, bahkan walau dengan tambahan batu-batu yang cukup besar yang ada disekitar, posisi bis tidak berubah. baik sang sopir maupun kernet bis dibuat pusing.
untunglah para penumpang sedikit membantu dengan cara memandu kendaraan yang hendak lewat dario dua arah yang berlawanan.
aku, yang entah kenapa berlagak, mencoba berdoa meminta terjadi sebuah keajaiban.. tapi, ternyata memang Tuhan lah Yang Maha Menentukan.
kemudian, ketika ada seorang pengendara sepeda motor remaja yang lewat, dengan inisiatif, sang sopir meminjam motor tersebut setelah tentu saja, sang pengendara motor berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi. untuk pergi ke desa didepan, guna meminta bantuan, karena menurut pengakuan sang sopir, ada sebuah bengkel tak jauh didepan.
tak lama, sang sopir kembali dengan membawa tali tambang. dan kemudian, ketika ada sebuah truk yang hendak melewati bis kami, sang sopir menghentikannya dan mencoba diskusi dengan sopir truk untuk meminta bantuan untuk menarik bis yang dikemudikannya. lantas, terjadilah aksi truk yang mencoba menarik bis supaya ban kiri-belakang bis bisa menjajak ke aspal.
raungan demi raungan bersahut-sahutan antara raungan bis dan raungan truk. dan ketika raungan semakin keras terdengar, perlahan-lahan ban kiri-belakang bis naik dan akhirnya menjajak aspal. alhamdulillah!
setelah cukup yakin berada ditempat yang aman, barulah bis raungan itu berhenti. dan para penumpang pun dipersilahkan kembali menaiki bis sementara sang sopir mengucapkan terima kasih kepada sopir truk.
ketika bis telah berjalan seperti semula, sang sopir bercerita tentang aksi dan keputusannya menghindari kendaraan yang lewat yang mengakibatkan bis terperosok. mengenai berapa yang ia berikan sebagai ungkapan terima kasih, dan juga menunjukan letak bengkel yang dimaksud ketika bis melewati sebuah rumah didesa depan.
yah.. gimana gak terperosok, toh, pada kenyataannya bis nya memuat beberapa kendaraan bermotor didalamnya..^_^ tapi ya ungtunglah sang sopir cukup tanggap dan cukup berwawasan^^
dan ketika sampai dirumah, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. untunglah mom belum tidur sehingga mom lah yang membukakan pintu rumah begitu kami sampai. rupanya, mom memang tengan menanti-nanti kedatangan kami, terlebih-lebih anak laki-laki semata wayangnya ini. hehee^^
kangen berat nih, critanya, mom^^
Andien yang ikut menemani mom nonton TV menunggu kami, ku jadikan obyek foto ku.
udah lama nih, gak godain ponakan. hehe;p
aku mengakhiri malam itu dengan segera beristirahat setelah mandi, mencuci muka, ibadah dan makan malam tentunya..
ahh, betapa pengalaman yang patut dikenang^^...
bersambung,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment