rabu dini hari, 21nop, saya mencoba layanan Telkom
FLASH, setelah sebelumnya menanyakan info seputar
layanan flash tersebut di GraPARI TELKOMSEL-Dago. dari
info yang saya dapatkan, saya bisa mengakses dan
menikmati layanan flash lewat ponsel GPRS saya, yang
artinya, kecepatan transfer rate data nya sebesar
115KBs, dan sebuah Bluetooth Dongle!
saya telah registrasi layanan flash via sms,
menginstal file instalasi untuk ponsel dan mengganti
nama APN serta Username dan Password, semua sesuai
prosedur.
saat itu, saldo pulsa saya 100.000 rupiah dan koneksi
berjalan cukup lancar pada awalnya. beberapa detik
kemudian, masalah terjadi! layar Home Screen-FLASH
yang seharusnya muncul secara otomatis begitu
terkoneksi internet, tidak ada, sehingga saya tidak
bisa memilih 'Paket Harga' yang hendak saya gunakan.
kemudian saya pun mencoba membuka situs telkomsel
(www.telkomsel.com/flash). lalu masalah kedua muncul!
aplikasi browser internet saya mengalami gangguan, dan
ini terjadi selama beberapa kali! ditambah lambatnya
koneksi. ditambah 'receive item' yang berjalan tidak
normal! bahkan jika dibandingkan dengan paket GPRS
biasa yang sebelumnya senantiasa saya gunakan.
ketika saya minta keterangan mengenai hal ini kepada
Customer Service GraPARI TELKOMSEL di Dago, pada siang
harinya, jawaban yang saya terima adalah, karena saya
menggunakan layanan flash (walau kenyataannya tidak
benar-benar bisa menggunakannya) tetapi dengan tarif
GPRS biasa, atau Rp 12/Kb!
dengan segera saya memutuskan koneksi internet saya.
dan saya dapati pulsa saya telah berkurang sebesar
70.000 rupiah lebih!! hal ini merupakan pukulan
terberat bagi saya!!
kemana larinya saldo pulsa saya??
padahal ketika menggunakan pulsa saldo nomor perdana
im3, sebesar Rp 10.000, saya dapat menikmati browsing
internet selama 30 menit lebih tanpa mengalami satupun
masalah, dan dengan browsing lima buah situs berat,
sedangkan flash, hanya membuka tiga situs saja,
masalah muncul.
bahkan ketika siang tersebut saya tanyakan lebih jauh
dan juga menyampaikan keluhan saya, ternyata jawaban
yang saya dapatkan berbeda dengan fakta yang ada!
menurut pihak CS, penyebab tidak munculnya Home
Screen-Flash adalah karena belum ter instal nya
aplikasi driver ponsel bawaan (PC Suite). jika PC
Suite telah diinstal, Home Screen-flash akan muncul
secara otomatis. padahal saya telah menginstal PC
Suite! dan mengikuti langkah-langkah sesuai prosedur yang diberikan!!
bahkan teman saya juga mengalami hal yang sama!!
bahkan ia juga tak hanya mendatangi GraPARI TELKOMSEL
di Dago tapi juga GeraiHALO di Bandung Electronic City
(BEC).
niat ingin berhemat menggunakan layanan flash, tapi
malah mendapatkan kerugian dan kekecewaan besar!!
adapun pertanyaan yang hendak saya ajukan adalah:
1. jika memang saya bisa menikmati layanan flash
menggunakan ponsel dengan koneksi Bluetooth, mengapa
pada kenyataan dan praktiknya berbeda?
2. apakah untuk menikmati layanan flash memang
diwajibkan untuk memiliki ponsel 3G?? bukankah flash
juga mendukung ponsel GPRS dan koneksi Bluetooth?!
3. mengapa Home Screen-flash tidak muncul sama sekali,
padahal telah mengikuti prosedur yang telah
ditentukan?
4. bisakah saya mendapatkan pulsa saya kembali??
mengingat saya menderita kerugian tidak hanya dari
segi koneksi yang lama dan juga bermasalah, tetapi
juga layanan flash yang belum benar-benar bisa
digunakan dengan baik??
Wednesday, December 19, 2007
17agustus-warna lain: the diaryIV
hari ke-6,
hari ini, hampir nggak ada acara spesial, selain bantu mom di warung & kantin. kegiatan lainnya paling memfoto bunga-bunga yang pada mekar yang ada dikantin. bunga hasil kegemaran mom berkebun^^ ya bunga mawar (merah, merah muda, putih), atau bunga-bunga lainnya, selebihnya, main sama ponakan.
hari ke-7,
sama, nggak ada acara spesial. cuma memfoto-foto, tapi kali ini dari atas genting atap rumah. "udah lama gak nyantei diatep^^"
hari ke-8,
pagi hari, aku dan dad pergi mengantar mom ke terminal. tujuan kepergian mom adalah Jogja, dan mampir menginap dirumah paman di Palembang terlebih dahulu. misi mom ke Jogja adalah untuk ikut pelatihan/pelantikan TELA-TELA, jajanan berupa singkong goreng dengan bumbu berbagai macam rasa, yang saat ini tengah digemari, juga karena TELA-TELA memang aslinya dari sana, supaya kelak mom bisa buka cabang di Pagaralam. dan gidicam ku pun dibawa mom, jadi nggak bisa foto-foto lagi deh..
dan mulai hari itulah, aku, dad dan para ponakan wajib memberitahu ke biyung, panggilan untuk orang yang bantu mom dari dulu, yang juga kerja di warung, perihal sayur ataupun lauk apa yang hendak dimakan hari itu.
memang sih, masakan biyung dengan mom beda jauh, tapi yah, keadaanlah yang membuat kami tidak punya pilihan-_-
mbak utik yang dari semula tidak disetujui untuk ikut, telah mempersiapkan barang bawaaan dan dengan keuangan yang super pas-pas an, yang ia paksa pakai dari tabungan pribadi dan berangkatlah ia pada malam hari dengan menaiki bis malam..
hari ke-9,
kini, dirumah hanya ada kami berlima. aku, dad, dan ketiga ponakan, ajeng, agil dan andin. alhasil, rumah terasa sangat-sangat sepi tanpa kehadiran mom yang doyan nonton sinetron tiap malam dan yang selalu marah ketika channel diganti^^
atau ocehan dan rengekan si kecil abib, sang doyan sama 'ampas' kopi dad^^
hari ini, wandi, sang penjual martabak manis, yang juga teman ku disekitar warung, membeli MP4 Player ku, 1/2 dari harga ku beli. berhubung ia memang mengincarnya sudah lama sekali^^ dan juga karena model yang ku punya merupakan model lama ketika atau model yang pertama kali keluar sewaktu MP4 Player mulai merebak, tepatnya setahun yang lalu, dibandingkan dengan MP4 Player sekarang yang mana lebih bagus...
oh ya, pas tengah malam, ada gempa yang membuat ku terbangun selain seruan dad tentunya. aku dan dad masing-masing membangunkan para ponakan dan pergi menyelamatkan diri keluar rumah. ada kejadian konyol malah. agil yang telah ku bangunkan kembali tidur di sofa ruang keluarga sehingga aku kembali masuk kedalam rumah untuk memaksanya mengungsi. tapi dasar si 'herman ngantuk' doi malah cuek dan meneruskan tidurnya, bahkan berontak ketika aku berusaha menggendongnya^^
untunglah, gempa mulai reda ketika aku berusaha menggendongnya untuk kesekian kalinya, dimana keadaan agil masih dalam posisi duduk-tidur di sofa dengan mimik wajah khas si 'herman ngantuk'..
['herman ngantuk' adalah sebutan untuk karakter yang doyan dan selalu tidur di salahsatu film lawas dimana boris delman bermain didalamnya, kalau nggak salah]
hari-hari selanjutnya,
seminggu sudah mom dan mbak utik pergi. dan ketika malam tanggal 12 atau 13, mom menelpon dan meminta ku untuk pergi menjemputnya. dan mom bilang bahwa beliau nggak mau dijemput sama dad. entah kenapa, paling lagi berantem deh..
sehingga, pada tanggal 13, aku yang telah berada dirumah dinas mbak ning, pergi ke Palembang bersama-sama dengan mbak ku yang juga punya urusan kantor, beserta beberapa teman kantornya para senior maupun mantan bos, dengan mencarter mobil dinas perusahaan, dimana sang sopir adalah sopir langganan mbak ku yang juga mantan teman sekantornya. walhasil, aku duduk paling belakang dan berada dipojok. "gak pa-pa deh, yg penting gratis. hehe^^"
kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Palembang pukul 11 siang, dengan mampir ke salahsatu kantor PTBA di sekitar stasiun kereta Palembang. disana, salah seorang penumpang turun.
kemudian perjalanan dilanjutkan ke salahsatu rumah makan yang berada disalahsatu pusat perbelanjaan, yang pernah menjadi tempat mampir mbak ku dulu yang mana hidangannya nikmat. dan ternyata benar saja^^
setelah makan dengan lahap dan nikmat^^ kami meneruskan perjalan menuju kantor diklat PTBA di jalan , aduh, apa itu namanya...tempat pemberhentian terakhir. setelah sedikit berbincang-bincang dengan sesama teman kantor kenalan mbak, aku diajak ke salahsatu rumah sakit tempat kenalan mbak berada.
"kirain mau mriksain aku..."
ketika mengantarkan kami disana, sang sopir pulang kembali pulang menuju kantor diklat, meninggalkan kami. "waduh.. dari tadi aku berlagak jadi pengawal mbak ku aja nih??"
bertemu dengan kenalan mbak ku, kemudian kami diajak masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja. disana, "ada pemandangan juga rupanya^^ kirain bakal kebosanan^^" ehem..
mbak ku kembali ngobrol dan berbincang-bincang sembari menawarkan produk Oriflame dimana ia telah menjadi member sedemikian lamanya, beserta mbak yul, teman dan partner bisnis mbak ku yang aslinya memang dari pihak Oriflame. sama seperti di kantor diklat sebelumnya...
aku, yang tidak mempunyai teman ngobrol, bengong menatap keluar lewat jendela ruangan.. dan kemudian mendapati diriku terjatuh dalam tidur.. dalam posisi duduk...zzz...
ketika bangun, aku, mbak ku dan mbak yul serta mbak dewi, kenalan mbak ku tersebut menaiki mobil pacar dari anaknya mbak dewi, yang datang menjemput, dimana diluar hujan deras menyambut.
"cowok cina, berduit lagi.. hemmm..."
tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke kantor diklat PTBA.
setelah berpisah dengan mbak dewi, dan beristirahat sebentar didalam, kemudian aku, mbak ku dan mbak yul kembali diantar naik mobil dinas yang tadi mengantar kami ke rumah sakit, karena sopir teman mbak yang mengantar kami berangkat dari rumah telah pulang kembali ke Tanjung Enim. kali ini tujuan kami rumah teman mbak yul didaerah Bukit Sigunting, daerah Universitas Sriwijaya.
sebelumnya, kami makan malam disalahsatu rumah makan Empek-Empek Pak Raden, yang terkenal enak. begitulah apa yang dikatakan oleh sopir teman mbak ku. dan ternyata memang enak^^ terlebih-lebih karena semuanya mbak ku yang bayar^^
"duh, senangnya punya mbak yang sayang adik^^"
setelah selesai makan, kami melanjutkan menyusuri jalan demi jalan sekitar untuk mencari alamat rumah tempat teman mbak yul berada.
"akhirnya ketemu juga"
dan kemudian, barulah mbak ku meminta diantarkan ke Sekip Ujung, dimana paman ku tinggal.
sampai disana, sopir teman mbak tersebut langsung berpamitan pulang. dan ternyata, ku dapati mom telah berada dirumah paman, tengah bersantai. padahal dari tadi mom beberapa kali menelpon menanyakan keberadaan ku..
sayang, disana, teman main ku si Reza, anak paman yang terakhir, tidak ada, dikarenakan ia tidak ada libur dan tengah kuliah disalahsatu kampus di Jogja. sehingga aku tidak bisa begitu menikmati waktu ku selain ikut mendengarkan perbincangan mom, mbak ku, paman atau bibi ku, sambil sesekali bermain dengan Dafa, cucu pertama paman.
dan ketika pukul sembilan kurang, paman ku meminta ku untuk ikut serta menjemput anak ketiganya pulang kerja, setelah bertanya ke cucunya, Dafa bolehkah aku menemani mereka. dasar, bocah hiper dan enerjik! ia setuju-setuju saja sambil kembali beraktifitas dengan begitu enerjiknya walau butir-butir keringat telah bercucuran diatas kepala mungilnya^^
begitu sampai ditujuan dan yang ditunggu telah naik kedalam mobil, aku dengan segera memalingkan kepala ku, berharap Elis, bertanya-tanya siapa aku. tapi dasar sial! aku yang memang jelek dengan gampangnya dikenalinya walau 10 tahun lebih tidak bertemu. "lha piye gak keciren, wong ireng e podo karo Eza.." begitu komentarnya. dasar sial!! langsung saja aku balik goda, "eh, kowe tetep ber'jerawat' koyo mbiyen yo..hehee.." canda ku. dan kami tertawa cekikikan seperti dulu kala. betapa moment yang terlupakan...
sampai dirumah, aku yang memaksa meminta Elis untuk berfoto dengan ku, ditolaknya, dengan alasan, "sok ae mas, pas are mangkat kantor, pas wes dandan".. yah...
malam itu, aku tidur dikamar Reza yang kini kosong tanpa TV dan mesin Playstation.. "jadi inget masa-masa dulu.. kemana itu PS ya??". untunglah ada beberapa majalah game yang sedikitnya bisa melupakan kenangan ku..
ketika asyik membaca majalah, mom meminta ku untuk menyemprot kamar tamu tempatnya istirahat. yups! memang suatu keharusan sebelum tidur untuk selalu menyemprotkan racun nyamuk kedalam kamar ketika hendak tidur, begitulah adat kebiasaan ketika menginap dirumah paman ku. jadi inget komentar paman ku yang lain, "rumah gede tapi banyak nyamuk nya.." hehee^^
bersambung,
hari ini, hampir nggak ada acara spesial, selain bantu mom di warung & kantin. kegiatan lainnya paling memfoto bunga-bunga yang pada mekar yang ada dikantin. bunga hasil kegemaran mom berkebun^^ ya bunga mawar (merah, merah muda, putih), atau bunga-bunga lainnya, selebihnya, main sama ponakan.
hari ke-7,
sama, nggak ada acara spesial. cuma memfoto-foto, tapi kali ini dari atas genting atap rumah. "udah lama gak nyantei diatep^^"
hari ke-8,
pagi hari, aku dan dad pergi mengantar mom ke terminal. tujuan kepergian mom adalah Jogja, dan mampir menginap dirumah paman di Palembang terlebih dahulu. misi mom ke Jogja adalah untuk ikut pelatihan/pelantikan TELA-TELA, jajanan berupa singkong goreng dengan bumbu berbagai macam rasa, yang saat ini tengah digemari, juga karena TELA-TELA memang aslinya dari sana, supaya kelak mom bisa buka cabang di Pagaralam. dan gidicam ku pun dibawa mom, jadi nggak bisa foto-foto lagi deh..
dan mulai hari itulah, aku, dad dan para ponakan wajib memberitahu ke biyung, panggilan untuk orang yang bantu mom dari dulu, yang juga kerja di warung, perihal sayur ataupun lauk apa yang hendak dimakan hari itu.
memang sih, masakan biyung dengan mom beda jauh, tapi yah, keadaanlah yang membuat kami tidak punya pilihan-_-
mbak utik yang dari semula tidak disetujui untuk ikut, telah mempersiapkan barang bawaaan dan dengan keuangan yang super pas-pas an, yang ia paksa pakai dari tabungan pribadi dan berangkatlah ia pada malam hari dengan menaiki bis malam..
hari ke-9,
kini, dirumah hanya ada kami berlima. aku, dad, dan ketiga ponakan, ajeng, agil dan andin. alhasil, rumah terasa sangat-sangat sepi tanpa kehadiran mom yang doyan nonton sinetron tiap malam dan yang selalu marah ketika channel diganti^^
atau ocehan dan rengekan si kecil abib, sang doyan sama 'ampas' kopi dad^^
hari ini, wandi, sang penjual martabak manis, yang juga teman ku disekitar warung, membeli MP4 Player ku, 1/2 dari harga ku beli. berhubung ia memang mengincarnya sudah lama sekali^^ dan juga karena model yang ku punya merupakan model lama ketika atau model yang pertama kali keluar sewaktu MP4 Player mulai merebak, tepatnya setahun yang lalu, dibandingkan dengan MP4 Player sekarang yang mana lebih bagus...
oh ya, pas tengah malam, ada gempa yang membuat ku terbangun selain seruan dad tentunya. aku dan dad masing-masing membangunkan para ponakan dan pergi menyelamatkan diri keluar rumah. ada kejadian konyol malah. agil yang telah ku bangunkan kembali tidur di sofa ruang keluarga sehingga aku kembali masuk kedalam rumah untuk memaksanya mengungsi. tapi dasar si 'herman ngantuk' doi malah cuek dan meneruskan tidurnya, bahkan berontak ketika aku berusaha menggendongnya^^
untunglah, gempa mulai reda ketika aku berusaha menggendongnya untuk kesekian kalinya, dimana keadaan agil masih dalam posisi duduk-tidur di sofa dengan mimik wajah khas si 'herman ngantuk'..
['herman ngantuk' adalah sebutan untuk karakter yang doyan dan selalu tidur di salahsatu film lawas dimana boris delman bermain didalamnya, kalau nggak salah]
hari-hari selanjutnya,
seminggu sudah mom dan mbak utik pergi. dan ketika malam tanggal 12 atau 13, mom menelpon dan meminta ku untuk pergi menjemputnya. dan mom bilang bahwa beliau nggak mau dijemput sama dad. entah kenapa, paling lagi berantem deh..
sehingga, pada tanggal 13, aku yang telah berada dirumah dinas mbak ning, pergi ke Palembang bersama-sama dengan mbak ku yang juga punya urusan kantor, beserta beberapa teman kantornya para senior maupun mantan bos, dengan mencarter mobil dinas perusahaan, dimana sang sopir adalah sopir langganan mbak ku yang juga mantan teman sekantornya. walhasil, aku duduk paling belakang dan berada dipojok. "gak pa-pa deh, yg penting gratis. hehe^^"
kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Palembang pukul 11 siang, dengan mampir ke salahsatu kantor PTBA di sekitar stasiun kereta Palembang. disana, salah seorang penumpang turun.
kemudian perjalanan dilanjutkan ke salahsatu rumah makan yang berada disalahsatu pusat perbelanjaan, yang pernah menjadi tempat mampir mbak ku dulu yang mana hidangannya nikmat. dan ternyata benar saja^^
setelah makan dengan lahap dan nikmat^^ kami meneruskan perjalan menuju kantor diklat PTBA di jalan , aduh, apa itu namanya...tempat pemberhentian terakhir. setelah sedikit berbincang-bincang dengan sesama teman kantor kenalan mbak, aku diajak ke salahsatu rumah sakit tempat kenalan mbak berada.
"kirain mau mriksain aku..."
ketika mengantarkan kami disana, sang sopir pulang kembali pulang menuju kantor diklat, meninggalkan kami. "waduh.. dari tadi aku berlagak jadi pengawal mbak ku aja nih??"
bertemu dengan kenalan mbak ku, kemudian kami diajak masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja. disana, "ada pemandangan juga rupanya^^ kirain bakal kebosanan^^" ehem..
mbak ku kembali ngobrol dan berbincang-bincang sembari menawarkan produk Oriflame dimana ia telah menjadi member sedemikian lamanya, beserta mbak yul, teman dan partner bisnis mbak ku yang aslinya memang dari pihak Oriflame. sama seperti di kantor diklat sebelumnya...
aku, yang tidak mempunyai teman ngobrol, bengong menatap keluar lewat jendela ruangan.. dan kemudian mendapati diriku terjatuh dalam tidur.. dalam posisi duduk...zzz...
ketika bangun, aku, mbak ku dan mbak yul serta mbak dewi, kenalan mbak ku tersebut menaiki mobil pacar dari anaknya mbak dewi, yang datang menjemput, dimana diluar hujan deras menyambut.
"cowok cina, berduit lagi.. hemmm..."
tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke kantor diklat PTBA.
setelah berpisah dengan mbak dewi, dan beristirahat sebentar didalam, kemudian aku, mbak ku dan mbak yul kembali diantar naik mobil dinas yang tadi mengantar kami ke rumah sakit, karena sopir teman mbak yang mengantar kami berangkat dari rumah telah pulang kembali ke Tanjung Enim. kali ini tujuan kami rumah teman mbak yul didaerah Bukit Sigunting, daerah Universitas Sriwijaya.
sebelumnya, kami makan malam disalahsatu rumah makan Empek-Empek Pak Raden, yang terkenal enak. begitulah apa yang dikatakan oleh sopir teman mbak ku. dan ternyata memang enak^^ terlebih-lebih karena semuanya mbak ku yang bayar^^
"duh, senangnya punya mbak yang sayang adik^^"
setelah selesai makan, kami melanjutkan menyusuri jalan demi jalan sekitar untuk mencari alamat rumah tempat teman mbak yul berada.
"akhirnya ketemu juga"
dan kemudian, barulah mbak ku meminta diantarkan ke Sekip Ujung, dimana paman ku tinggal.
sampai disana, sopir teman mbak tersebut langsung berpamitan pulang. dan ternyata, ku dapati mom telah berada dirumah paman, tengah bersantai. padahal dari tadi mom beberapa kali menelpon menanyakan keberadaan ku..
sayang, disana, teman main ku si Reza, anak paman yang terakhir, tidak ada, dikarenakan ia tidak ada libur dan tengah kuliah disalahsatu kampus di Jogja. sehingga aku tidak bisa begitu menikmati waktu ku selain ikut mendengarkan perbincangan mom, mbak ku, paman atau bibi ku, sambil sesekali bermain dengan Dafa, cucu pertama paman.
dan ketika pukul sembilan kurang, paman ku meminta ku untuk ikut serta menjemput anak ketiganya pulang kerja, setelah bertanya ke cucunya, Dafa bolehkah aku menemani mereka. dasar, bocah hiper dan enerjik! ia setuju-setuju saja sambil kembali beraktifitas dengan begitu enerjiknya walau butir-butir keringat telah bercucuran diatas kepala mungilnya^^
begitu sampai ditujuan dan yang ditunggu telah naik kedalam mobil, aku dengan segera memalingkan kepala ku, berharap Elis, bertanya-tanya siapa aku. tapi dasar sial! aku yang memang jelek dengan gampangnya dikenalinya walau 10 tahun lebih tidak bertemu. "lha piye gak keciren, wong ireng e podo karo Eza.." begitu komentarnya. dasar sial!! langsung saja aku balik goda, "eh, kowe tetep ber'jerawat' koyo mbiyen yo..hehee.." canda ku. dan kami tertawa cekikikan seperti dulu kala. betapa moment yang terlupakan...
sampai dirumah, aku yang memaksa meminta Elis untuk berfoto dengan ku, ditolaknya, dengan alasan, "sok ae mas, pas are mangkat kantor, pas wes dandan".. yah...
malam itu, aku tidur dikamar Reza yang kini kosong tanpa TV dan mesin Playstation.. "jadi inget masa-masa dulu.. kemana itu PS ya??". untunglah ada beberapa majalah game yang sedikitnya bisa melupakan kenangan ku..
ketika asyik membaca majalah, mom meminta ku untuk menyemprot kamar tamu tempatnya istirahat. yups! memang suatu keharusan sebelum tidur untuk selalu menyemprotkan racun nyamuk kedalam kamar ketika hendak tidur, begitulah adat kebiasaan ketika menginap dirumah paman ku. jadi inget komentar paman ku yang lain, "rumah gede tapi banyak nyamuk nya.." hehee^^
bersambung,
17agustus-warna lain: the diaryIII
hari kelima,
siang hari, mbak ku kembali meminta ku untuk menemaninya ke kebun dengan calon pembeli yang ternyata masih satu perusahaan. tapi kali ini, kami konvoi membawa dua motor, aku dan mbak ku, sang calon pembeli sekeluarga (suami+istri+anak).
sebelum sampai di rumah mungil tempat kami memarkirkan mobil kemarin, mbak ku meminta ku untuk terus jalan, berhubung kami membawa motor, maka mbak ku berinisiatif untuk masuk ke kebun lewat jalan lain, yang memang cocok untuk kendaraan roda dua saja. dan begitu sampai didepan jalan lain tersebut, yang lebih kecil dan menanjak, mbak ku langsung meminta diturunkan, karena ternyata klien nya masih belum terlihat. lho??
setelah terlihat, kembali, kami melanjutkan perjalanan di jalan kecil tersebut. "duh, biyung! jalannya gini amat seh.." gerutu ku dalam hati, mendapati jalan lain tersebut menanjak kesana-kesini, bisa dibilang, kontur tanahnya tidak rata. bahkan ada beberapa jalan yang persis menyerupai jurang, atau dalam. "bener-bener bikin tangan pegel nih.." umpat ku. bahkan juga, tak jarang mbak ku sesekali turun ketika jalanannya tidak memungkinkan, dan walhasil aku membawa motor berlagak bak seorang pembalap off-road! brum..brumm..
entah berapa meter jarak yang harus ku tempuh untuk bisa sampai dilokasi.. "capek eh.."
untunglah, setelah sekian lama, sampai juga kami, dan ternyata jalan yang barusan kami lalui tersebut ternyata berada disisi lain dari pondok di kebun. oala..
setelah memarkirkan motor dekat pondok, wuss.. lagi-lagi nuansa mistis menyambut. dan celakanya cuma aku satu-satunya yang menyadari hal ini... dan celakanya lagi, aku mendengar ada seseorang memanggilku dengan sangat kencang!! dengan suara persis suara mbak ku! astagfirullah!! dan lagi-lagi tak seorangpun mendengarnya kecuali aku...
untunglah aku masih terus membaca doa didalam hati, semenjak berangkat dari rumah, dan aku pun berusaha bertingkah sewajarnya, tanpa menghiraukan gerakan dipohon itu, atau hembusan angin mistis.
ketika mbak ku mengajak sang suami klien untuk pergi berkeliling kebun guna mengetahui batasannya, aku turut serta menemani. toh, karena kemarin aku tidak ikut berkeliling. sementara sang ibu dan anak perempuan kecilnya menanti didepan pondok, ditempat dimana pohon karet yang hanya satu hektar ditanam.
sambil masih berusaha bertingkah dengan wajar, aku mencoba untuk memfoto. untunglah, nggak ada yang menggangu. ku pikir semuanya berjalan dengan sangat 'wajar', bahkan ketika kami melewati pohon yang suka bergerak sendiri yang berdiri sebagai permbatas antara kebun dan sungai kecil dibawahnya.
begitu kami bertiga hendak sampai ditempat sang ibu dan sang anak menanti, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan orang yang berjalan cepat ditepi batas pohon karet sebelah kanan dari arah datang. astagfirullah!! gila! sosok tersebut terlihat jelas oleh kedua mata ku! haruskah aku memberitahu mbak ku?? tidak.. jangan dulu.. lihat dulu situasinya, nanti malah sang klien tidak jadi membeli...
akhirnya, aku kembali berdoa dengan kusu' (serius).
begitu kami telah berkumpul didepan pondok, mbak ku asyik berbincang dengan sang klien. sementara aku kembali menerawangkan mata ku, melihat-lihat. tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang 'tidak wajar'.. kemudian untuk menghilangkan kebosanan, aku memfoto kegiatan rayap ditanah.
kemudian, ketika hendak pulang, mbak ku mengusulkan supaya sang ibu ikut dengannya, menyusuri jalan kecil tempat kami kemarin lewat, sementara aku dan sang ayah beserta sang anak, membawa motor kami melewati jalan off-road lagi...
belum sampai kami menghilang masuk ke jalan kecil, aku mendapati mbak ku dan sang ibu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang kami, padahal aku yakin sekali mereka tadi telah berjalan duluan.. aneh..
untunglah, ketika menyusuri jalan off-road itu lagi, tak memakan banyak waktu seperti sewaktu datang, toh, karena aku sudah terbiasa dengan 'medan'nya. dan tak perlu waktu yang lama ketika aku berhenti dirumah mungil itu. setelah memarkirkan motor, aku lebih memilih untuk mencari obyek untuk difoto ketimbang berbasa-basi ngobrol dengan beberapa orang disitu, tapi lain halnya dengan sang ayah.
ketika aku bertanya-tanya dimana gerangan mbak ku, aku memanjatkan doa semoga segala sesuatunya baik-baik saja, dan tak lama kemudian, ku dengar suara ibu-ibu dari arah belakang rumah, dan kemudian tampaklah mbak ku beserta sang ibu. alhamdulillah!
berbincang-bincang sebentar, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. sebelumnya sang klien ayah, request supaya kami ikut berhenti disalahsatu rumah kerabatnya yang berada tak didepan sana.
dengan sang klien yang berada didepan, aku mencoba untuk mendiskusikan perihal hal-hal aneh yang terjadi dikebun, mulai dari angin mistis, yang lagi-lagi mbak ku tidak merasakannya; suara panggilan, yang justru membuat mbak ku terheran-heran dengan penyataanku, dan balik bertanya, "tenan, fik?" (beneran, fik?); atau yang terakhir, soal kemunculan mbak ku yang secara tiba-tiba. dan sebelum aku sempat menanyakannya, mbak ku telah lebih dulu memberitahuku. menurut penuturannya, mbak ku yakin sekali telah berjalan dengan benar dan tidak menyadari bahwa ia telah diganggu oleh makhluk halus, dengan cara mengaburkan pandangan mata mbak ku dan sang ibu, sehingga jalan menuju pulang tidak terlihat! dan membuatnya berjalan berputar-putar ditempat! naudzubillah!! untunglah mbak ku tersadar dengan segera sehingga ia berdoa dan subhanallah, disaat itulah mbak ku secara tiba-tiba 'muncul' dibelakangku, padahal sudah jelas-jelas ia telah berjalan pulang lebih dulu dari kami. begitulah menurut pengakuannya.
kemudian, ketika ku ceritakan soal sesosok orang begitu kami bertiga selesai mengelilingi kebun, saat itulah mbak ku kembali bergidik sambil bertanya tentang kebenaran pengakuanku tersebut. naudzubillah!
benar-benar.. ternyata tingkat keimanan ku masih sangat lemah... makanya aku sampai nggak bisa ngelindungi kami semua dari gangguan penunggu disana...
tak lama, sampailah kami dirumah kerabat sang klien. lantas kami pun bersilaturahmi dan berbincang-bincang disana untuk beberapa lamanya.. celakanya, aku sudah dalam status 'siap tidur'...
setelah cukup sekian lama, akhirnya sang klien, sang ayah, baru berinisiatif mengajak pulang. "hah! akhirnya..^^" dan sebelum kami berlalu, sekali lagi kami menanyakan soal jalan pintas yang sempat diceritakan semenjak kami semua datang kekebun.
ternyata, jalan pintas yang dimaksud tersebut berada tepat dibelakang bekas sebuah bangunan pos satpam yang terlantar, sesuai dengan tanda-tanda yang dimaksud penduduk sana.
dan benar saja, jalannya selalu menurun, berbatu dan juga curam! dan lagi-lagi, aku harus menahan rasa pegal-pegal yang timbul, seperti halnya sewaktu menyusuri jalan off-road tadi...
untuglah, aku bersabar sehingga tak berapa lama, kami menembus disebuah jalan yang beraspal yang berada disekitar kompleks perumahan TNI. selanjutnya kami keluar disebuah gardu dengan corak TNI, yang ternyata berada beberapa meter dari pintu masuk utama perumahan TNI tersebut, yang artinya, benar-benar jalan pintas yang sangat menyingkat perjalanan dan juga waktu.
kami berpisah dengan sang klien disekitar Pasar Mambo. dan tentu saja, mbak ku meminta untuk segera menuju rumah, toh, karena ia telah meminta izin pulang cepat.
dan sepanjang perjalanan pulang, mbak ku berharap dan memintaku untuk ikut berdoa supaya kali ini, kebunnya jadi terjual. amin!
dan begitu sampai dirumah, mbak ku menceritakan kejadian tersebut kepada dad.
sore setelah ashar, aku dan dad berangkat pulang ke rumah di Pagaralam dengan cara menanti bis jurusan Pagaralam-Palembang yang lewat, di kota Muara Enim. toh, urusan dan keperluanku disini sudah selesai untuk saat ini. sebenarnya, mom telah memintaku untuk segera pulang, tapi dasarnya aku yang ingin mampir dan bertandang dulu dirumah dinas mbak ku dan untungnya mbak ku ikut membantu dengan cara memberitahu mom bahwa aku pulangnya setelah membantu menemani kekebun. hehee.. bener-bener mbak yang pengertian^^
aku hampir-hampir putus-asa ketika sampai pukul lima sore lewat, belum ada satupun bis yang ku nanti lewat. "ah, apakah aku pulangnya besok saja apa ya?!" dan tenyata pukul 17.30-an petang, barulah terlihat sebuah bis yang mengarah ke Pagaralam. akhirnya..
ketika bis berjalan disekitar kawasan kota Lahat, tiba-tiba saja bis yang kami naiki mendapat musibah. ketika sampai dijalan berbelok, ada sebuah kendaraan yang lewat dari arah berlawanan sehingga sang sopir menghindarinya dengan membanting stir ke kiri. akibatnya, bis nya terperosok kedalam saluran air yang cukup dalam yang berada disebelah kiri dan mengakibatkan bis miring dengan kondisi yang cukup mengerikan, dengan sudut kemiringan sekitar 30-40derajat dan untunglah menyandar dinding tebing, sehingga terselamatkan.
kemudian semua penumpang berbondong-bondong keluar dan ikut memeriksa kondisi bis. lantas sang sopir dan kernet bis mencoba memberi ganjal, tapi ternyata tidak berguna, bahkan walau dengan tambahan batu-batu yang cukup besar yang ada disekitar, posisi bis tidak berubah. baik sang sopir maupun kernet bis dibuat pusing.
untunglah para penumpang sedikit membantu dengan cara memandu kendaraan yang hendak lewat dario dua arah yang berlawanan.
aku, yang entah kenapa berlagak, mencoba berdoa meminta terjadi sebuah keajaiban.. tapi, ternyata memang Tuhan lah Yang Maha Menentukan.
kemudian, ketika ada seorang pengendara sepeda motor remaja yang lewat, dengan inisiatif, sang sopir meminjam motor tersebut setelah tentu saja, sang pengendara motor berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi. untuk pergi ke desa didepan, guna meminta bantuan, karena menurut pengakuan sang sopir, ada sebuah bengkel tak jauh didepan.
tak lama, sang sopir kembali dengan membawa tali tambang. dan kemudian, ketika ada sebuah truk yang hendak melewati bis kami, sang sopir menghentikannya dan mencoba diskusi dengan sopir truk untuk meminta bantuan untuk menarik bis yang dikemudikannya. lantas, terjadilah aksi truk yang mencoba menarik bis supaya ban kiri-belakang bis bisa menjajak ke aspal.
raungan demi raungan bersahut-sahutan antara raungan bis dan raungan truk. dan ketika raungan semakin keras terdengar, perlahan-lahan ban kiri-belakang bis naik dan akhirnya menjajak aspal. alhamdulillah!
setelah cukup yakin berada ditempat yang aman, barulah bis raungan itu berhenti. dan para penumpang pun dipersilahkan kembali menaiki bis sementara sang sopir mengucapkan terima kasih kepada sopir truk.
ketika bis telah berjalan seperti semula, sang sopir bercerita tentang aksi dan keputusannya menghindari kendaraan yang lewat yang mengakibatkan bis terperosok. mengenai berapa yang ia berikan sebagai ungkapan terima kasih, dan juga menunjukan letak bengkel yang dimaksud ketika bis melewati sebuah rumah didesa depan.
yah.. gimana gak terperosok, toh, pada kenyataannya bis nya memuat beberapa kendaraan bermotor didalamnya..^_^ tapi ya ungtunglah sang sopir cukup tanggap dan cukup berwawasan^^
dan ketika sampai dirumah, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. untunglah mom belum tidur sehingga mom lah yang membukakan pintu rumah begitu kami sampai. rupanya, mom memang tengan menanti-nanti kedatangan kami, terlebih-lebih anak laki-laki semata wayangnya ini. hehee^^
kangen berat nih, critanya, mom^^
Andien yang ikut menemani mom nonton TV menunggu kami, ku jadikan obyek foto ku.
udah lama nih, gak godain ponakan. hehe;p
aku mengakhiri malam itu dengan segera beristirahat setelah mandi, mencuci muka, ibadah dan makan malam tentunya..
ahh, betapa pengalaman yang patut dikenang^^...
bersambung,
siang hari, mbak ku kembali meminta ku untuk menemaninya ke kebun dengan calon pembeli yang ternyata masih satu perusahaan. tapi kali ini, kami konvoi membawa dua motor, aku dan mbak ku, sang calon pembeli sekeluarga (suami+istri+anak).
sebelum sampai di rumah mungil tempat kami memarkirkan mobil kemarin, mbak ku meminta ku untuk terus jalan, berhubung kami membawa motor, maka mbak ku berinisiatif untuk masuk ke kebun lewat jalan lain, yang memang cocok untuk kendaraan roda dua saja. dan begitu sampai didepan jalan lain tersebut, yang lebih kecil dan menanjak, mbak ku langsung meminta diturunkan, karena ternyata klien nya masih belum terlihat. lho??
setelah terlihat, kembali, kami melanjutkan perjalanan di jalan kecil tersebut. "duh, biyung! jalannya gini amat seh.." gerutu ku dalam hati, mendapati jalan lain tersebut menanjak kesana-kesini, bisa dibilang, kontur tanahnya tidak rata. bahkan ada beberapa jalan yang persis menyerupai jurang, atau dalam. "bener-bener bikin tangan pegel nih.." umpat ku. bahkan juga, tak jarang mbak ku sesekali turun ketika jalanannya tidak memungkinkan, dan walhasil aku membawa motor berlagak bak seorang pembalap off-road! brum..brumm..
entah berapa meter jarak yang harus ku tempuh untuk bisa sampai dilokasi.. "capek eh.."
untunglah, setelah sekian lama, sampai juga kami, dan ternyata jalan yang barusan kami lalui tersebut ternyata berada disisi lain dari pondok di kebun. oala..
setelah memarkirkan motor dekat pondok, wuss.. lagi-lagi nuansa mistis menyambut. dan celakanya cuma aku satu-satunya yang menyadari hal ini... dan celakanya lagi, aku mendengar ada seseorang memanggilku dengan sangat kencang!! dengan suara persis suara mbak ku! astagfirullah!! dan lagi-lagi tak seorangpun mendengarnya kecuali aku...
untunglah aku masih terus membaca doa didalam hati, semenjak berangkat dari rumah, dan aku pun berusaha bertingkah sewajarnya, tanpa menghiraukan gerakan dipohon itu, atau hembusan angin mistis.
ketika mbak ku mengajak sang suami klien untuk pergi berkeliling kebun guna mengetahui batasannya, aku turut serta menemani. toh, karena kemarin aku tidak ikut berkeliling. sementara sang ibu dan anak perempuan kecilnya menanti didepan pondok, ditempat dimana pohon karet yang hanya satu hektar ditanam.
sambil masih berusaha bertingkah dengan wajar, aku mencoba untuk memfoto. untunglah, nggak ada yang menggangu. ku pikir semuanya berjalan dengan sangat 'wajar', bahkan ketika kami melewati pohon yang suka bergerak sendiri yang berdiri sebagai permbatas antara kebun dan sungai kecil dibawahnya.
begitu kami bertiga hendak sampai ditempat sang ibu dan sang anak menanti, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan orang yang berjalan cepat ditepi batas pohon karet sebelah kanan dari arah datang. astagfirullah!! gila! sosok tersebut terlihat jelas oleh kedua mata ku! haruskah aku memberitahu mbak ku?? tidak.. jangan dulu.. lihat dulu situasinya, nanti malah sang klien tidak jadi membeli...
akhirnya, aku kembali berdoa dengan kusu' (serius).
begitu kami telah berkumpul didepan pondok, mbak ku asyik berbincang dengan sang klien. sementara aku kembali menerawangkan mata ku, melihat-lihat. tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang 'tidak wajar'.. kemudian untuk menghilangkan kebosanan, aku memfoto kegiatan rayap ditanah.
kemudian, ketika hendak pulang, mbak ku mengusulkan supaya sang ibu ikut dengannya, menyusuri jalan kecil tempat kami kemarin lewat, sementara aku dan sang ayah beserta sang anak, membawa motor kami melewati jalan off-road lagi...
belum sampai kami menghilang masuk ke jalan kecil, aku mendapati mbak ku dan sang ibu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang kami, padahal aku yakin sekali mereka tadi telah berjalan duluan.. aneh..
untunglah, ketika menyusuri jalan off-road itu lagi, tak memakan banyak waktu seperti sewaktu datang, toh, karena aku sudah terbiasa dengan 'medan'nya. dan tak perlu waktu yang lama ketika aku berhenti dirumah mungil itu. setelah memarkirkan motor, aku lebih memilih untuk mencari obyek untuk difoto ketimbang berbasa-basi ngobrol dengan beberapa orang disitu, tapi lain halnya dengan sang ayah.
ketika aku bertanya-tanya dimana gerangan mbak ku, aku memanjatkan doa semoga segala sesuatunya baik-baik saja, dan tak lama kemudian, ku dengar suara ibu-ibu dari arah belakang rumah, dan kemudian tampaklah mbak ku beserta sang ibu. alhamdulillah!
berbincang-bincang sebentar, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. sebelumnya sang klien ayah, request supaya kami ikut berhenti disalahsatu rumah kerabatnya yang berada tak didepan sana.
dengan sang klien yang berada didepan, aku mencoba untuk mendiskusikan perihal hal-hal aneh yang terjadi dikebun, mulai dari angin mistis, yang lagi-lagi mbak ku tidak merasakannya; suara panggilan, yang justru membuat mbak ku terheran-heran dengan penyataanku, dan balik bertanya, "tenan, fik?" (beneran, fik?); atau yang terakhir, soal kemunculan mbak ku yang secara tiba-tiba. dan sebelum aku sempat menanyakannya, mbak ku telah lebih dulu memberitahuku. menurut penuturannya, mbak ku yakin sekali telah berjalan dengan benar dan tidak menyadari bahwa ia telah diganggu oleh makhluk halus, dengan cara mengaburkan pandangan mata mbak ku dan sang ibu, sehingga jalan menuju pulang tidak terlihat! dan membuatnya berjalan berputar-putar ditempat! naudzubillah!! untunglah mbak ku tersadar dengan segera sehingga ia berdoa dan subhanallah, disaat itulah mbak ku secara tiba-tiba 'muncul' dibelakangku, padahal sudah jelas-jelas ia telah berjalan pulang lebih dulu dari kami. begitulah menurut pengakuannya.
kemudian, ketika ku ceritakan soal sesosok orang begitu kami bertiga selesai mengelilingi kebun, saat itulah mbak ku kembali bergidik sambil bertanya tentang kebenaran pengakuanku tersebut. naudzubillah!
benar-benar.. ternyata tingkat keimanan ku masih sangat lemah... makanya aku sampai nggak bisa ngelindungi kami semua dari gangguan penunggu disana...
tak lama, sampailah kami dirumah kerabat sang klien. lantas kami pun bersilaturahmi dan berbincang-bincang disana untuk beberapa lamanya.. celakanya, aku sudah dalam status 'siap tidur'...
setelah cukup sekian lama, akhirnya sang klien, sang ayah, baru berinisiatif mengajak pulang. "hah! akhirnya..^^" dan sebelum kami berlalu, sekali lagi kami menanyakan soal jalan pintas yang sempat diceritakan semenjak kami semua datang kekebun.
ternyata, jalan pintas yang dimaksud tersebut berada tepat dibelakang bekas sebuah bangunan pos satpam yang terlantar, sesuai dengan tanda-tanda yang dimaksud penduduk sana.
dan benar saja, jalannya selalu menurun, berbatu dan juga curam! dan lagi-lagi, aku harus menahan rasa pegal-pegal yang timbul, seperti halnya sewaktu menyusuri jalan off-road tadi...
untuglah, aku bersabar sehingga tak berapa lama, kami menembus disebuah jalan yang beraspal yang berada disekitar kompleks perumahan TNI. selanjutnya kami keluar disebuah gardu dengan corak TNI, yang ternyata berada beberapa meter dari pintu masuk utama perumahan TNI tersebut, yang artinya, benar-benar jalan pintas yang sangat menyingkat perjalanan dan juga waktu.
kami berpisah dengan sang klien disekitar Pasar Mambo. dan tentu saja, mbak ku meminta untuk segera menuju rumah, toh, karena ia telah meminta izin pulang cepat.
dan sepanjang perjalanan pulang, mbak ku berharap dan memintaku untuk ikut berdoa supaya kali ini, kebunnya jadi terjual. amin!
dan begitu sampai dirumah, mbak ku menceritakan kejadian tersebut kepada dad.
sore setelah ashar, aku dan dad berangkat pulang ke rumah di Pagaralam dengan cara menanti bis jurusan Pagaralam-Palembang yang lewat, di kota Muara Enim. toh, urusan dan keperluanku disini sudah selesai untuk saat ini. sebenarnya, mom telah memintaku untuk segera pulang, tapi dasarnya aku yang ingin mampir dan bertandang dulu dirumah dinas mbak ku dan untungnya mbak ku ikut membantu dengan cara memberitahu mom bahwa aku pulangnya setelah membantu menemani kekebun. hehee.. bener-bener mbak yang pengertian^^
aku hampir-hampir putus-asa ketika sampai pukul lima sore lewat, belum ada satupun bis yang ku nanti lewat. "ah, apakah aku pulangnya besok saja apa ya?!" dan tenyata pukul 17.30-an petang, barulah terlihat sebuah bis yang mengarah ke Pagaralam. akhirnya..
ketika bis berjalan disekitar kawasan kota Lahat, tiba-tiba saja bis yang kami naiki mendapat musibah. ketika sampai dijalan berbelok, ada sebuah kendaraan yang lewat dari arah berlawanan sehingga sang sopir menghindarinya dengan membanting stir ke kiri. akibatnya, bis nya terperosok kedalam saluran air yang cukup dalam yang berada disebelah kiri dan mengakibatkan bis miring dengan kondisi yang cukup mengerikan, dengan sudut kemiringan sekitar 30-40derajat dan untunglah menyandar dinding tebing, sehingga terselamatkan.
kemudian semua penumpang berbondong-bondong keluar dan ikut memeriksa kondisi bis. lantas sang sopir dan kernet bis mencoba memberi ganjal, tapi ternyata tidak berguna, bahkan walau dengan tambahan batu-batu yang cukup besar yang ada disekitar, posisi bis tidak berubah. baik sang sopir maupun kernet bis dibuat pusing.
untunglah para penumpang sedikit membantu dengan cara memandu kendaraan yang hendak lewat dario dua arah yang berlawanan.
aku, yang entah kenapa berlagak, mencoba berdoa meminta terjadi sebuah keajaiban.. tapi, ternyata memang Tuhan lah Yang Maha Menentukan.
kemudian, ketika ada seorang pengendara sepeda motor remaja yang lewat, dengan inisiatif, sang sopir meminjam motor tersebut setelah tentu saja, sang pengendara motor berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi. untuk pergi ke desa didepan, guna meminta bantuan, karena menurut pengakuan sang sopir, ada sebuah bengkel tak jauh didepan.
tak lama, sang sopir kembali dengan membawa tali tambang. dan kemudian, ketika ada sebuah truk yang hendak melewati bis kami, sang sopir menghentikannya dan mencoba diskusi dengan sopir truk untuk meminta bantuan untuk menarik bis yang dikemudikannya. lantas, terjadilah aksi truk yang mencoba menarik bis supaya ban kiri-belakang bis bisa menjajak ke aspal.
raungan demi raungan bersahut-sahutan antara raungan bis dan raungan truk. dan ketika raungan semakin keras terdengar, perlahan-lahan ban kiri-belakang bis naik dan akhirnya menjajak aspal. alhamdulillah!
setelah cukup yakin berada ditempat yang aman, barulah bis raungan itu berhenti. dan para penumpang pun dipersilahkan kembali menaiki bis sementara sang sopir mengucapkan terima kasih kepada sopir truk.
ketika bis telah berjalan seperti semula, sang sopir bercerita tentang aksi dan keputusannya menghindari kendaraan yang lewat yang mengakibatkan bis terperosok. mengenai berapa yang ia berikan sebagai ungkapan terima kasih, dan juga menunjukan letak bengkel yang dimaksud ketika bis melewati sebuah rumah didesa depan.
yah.. gimana gak terperosok, toh, pada kenyataannya bis nya memuat beberapa kendaraan bermotor didalamnya..^_^ tapi ya ungtunglah sang sopir cukup tanggap dan cukup berwawasan^^
dan ketika sampai dirumah, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam. untunglah mom belum tidur sehingga mom lah yang membukakan pintu rumah begitu kami sampai. rupanya, mom memang tengan menanti-nanti kedatangan kami, terlebih-lebih anak laki-laki semata wayangnya ini. hehee^^
kangen berat nih, critanya, mom^^
Andien yang ikut menemani mom nonton TV menunggu kami, ku jadikan obyek foto ku.
udah lama nih, gak godain ponakan. hehe;p
aku mengakhiri malam itu dengan segera beristirahat setelah mandi, mencuci muka, ibadah dan makan malam tentunya..
ahh, betapa pengalaman yang patut dikenang^^...
bersambung,
Thursday, October 11, 2007
17agustus-warna lain: the diaryII
hari kedua,
hampir tidak ada kegiatan atau acara yang berarti, bahkan sepanjang hari hanya diisi oleh main game, baca-baca, atau nyantai di ayunan yang berbentuk tempat duduk dari bambu yang terletak dipojok depan rumah, ketika sore karna bisa melihat para pembantu yang entah kenapa selalu bolak-balik didepan ku..
mungkin karna sudah lama mereka tidak melihat mahluk berjenis kelamin cowok remaja, karna dikompleks Townsite, hampir tidak ditemukan remaja cowok atau, bahkan jumlah remaja ceweknya pun hampir-hampir tidak ada!hampir penduduknya diisi oleh anak-anak..
ughh.. begini caranya, aku tidak bisa merayu cewek nih..
hari ketiga,
sama seperti hari kedua, plus, aku menjadikan akbar sebagai model untuk digicam, baik ketika ia main PS2 hanya mengenakan celana pendek, atau ketika ia tidur.
malam harinya, lagi, kami makan malam dengan lauk bebek goreng^^
hari keempat,
pagi hari, aku memutuskan untuk mengantar kedua keponakan ku, dengan memberanikan diri ku mandi pagi dan melawan udara pagi yang dingin.
pulang mengantar akbar, aku menyempatkan diri untuk memfoto beberapa lingkungan sekitar tempat akbar sekolah. dilanjutkan dengan taman Bukit Asam.saking keasyikan dengan foto-memfoto, mbak ku sampai-sampai menelpon ku beberapa kali, meminta ku untuk segera pulang.
yah sudahlah, toh, aku sudah cukup mendapat foto yang lumayan^^
ketika siang, aku diminta untuk menemani mbak ku pergi ke kebunnya, bersama dengan seorang ahli ilmu kebatinan dan sanak saudara.
mengapa mbak ku sampai membawa seorang ahli ilmu kebatinan? adalah karna semua orang yang telah melihat dan berniat membeli kebun tersebut, selalu berakhir dengan pembatalan, padahal ketika datang melihat, mereka sangat tertarik.
dan, siang itu, berangkatlah kami setelah sebelumnya semuanya berkumpul dirumah sanak saudara ku tersebut.
kebun yang hendak dijual oleh mbak ku karna kebutuhan ekonomi, terletak di kota Muara Enim, sekitar 30menit perjalanan dari Tanjung Enim. dan ternyata letak kebunnya tersebut masuk kedalam daerah 'trans', atau desa yang baru dibuka untuk pemukiman. jaraknya pun kurang-lebih sama, 30menit-an. apalagi karna jalanannya masih berupa kerikil.
satu hal yang mengusik ku adalah, Lisa, anak gadis dari sanak saudara ku yang diajak serta oleh mbak ku, yang sedari berangkat SELALU dan SELALU mengutak-atik rambutnya. bahkan itu dilakukannya hampir setiap menit!
astaga! ini sangat mengganggu pemandangan, apalagi aku duduk dibangku paling belakang, persisnya tepat dibelakangnya-_-berapa kali ku coba untuk melihat pemandangan diluar lewat jendela mobil jenis CARRY tersebut, tetap saja kegiatan itu mengusik mata ku secara tak langsung..
"oh, ayolah, setidaknya jangan lakukan itu didepan kusecara terus-terusan seperti itu.. jika memang ingin menarik perhatian ku, tolong, lakukan dengan cara lain.." pinta ku dalam hati.
untunglah kebosanan tersebut selesai begitu kami telah sampai disebuah rumah mungil yang hampir penuh dengan debu dan ada beberapa orang yang tengah duduk bersantai dihalaman depan.
setelah mbak ku berbincang kepada salahsatu dari mereka, yang ternyata rumah yang menjaga kebun mbak ku, lantas kami memulai perjalanan kami menelusuri lebatnya pohon dan rerumputan di belakang rumah tadi.sepanjang perjalanan mbak ku berbincang kepada kak Ardian, sang ahli ilmu kebatinan, sementara baik Rudi, kakak Lisa yang mengantar kami dan yang membawa mobil, asyik melihat-lihat pemandangan sekitar, sementara Lisa mengekor dibelakang mbak ku dan aku mengekor dibelakang Rudi, dan meniru apa yang dilakukannya, melihat-lihat sekitar.begitu banyak aneka pohon maupun tumbuhan yang tumbuh lebat disana-sini.
sebelum aku mengeluh, jauh, mbak ku berseru, "maaf ya, kebun nya agak jauh.." sambil tak lupa memberi senyum dalam nada suara ramah khas miliknya^^
dan akhirnya, setelah berjalan naik-turun, kami sampai disebuah tanah gersang yang terselimuti oleh pasir putih. dan aku berasumsi, pastilah dulunya disini pantai.. karna bukannya pasir putih hanya bisa ditemukan di daerah berpantai saja, tapi ini, lokasinya..maka, digicam ku beraksi. jepret! jepret!!
tengah asyik dengan kegiatan ini, aku diganggu oleh suara mbak ku dan Rudi, yang menemukan tanaman "Kantung Semar" dan memetiknya. lagi, mbak ku bercerita tentang khasiat dan manfaat "Kantung Semar" sebagai suatu obat, entah apa.. karna aku masih terfokus pada kegiatan ku sebelumnya.
beberapa langkah kemudian, ternyata didepan mata ku, disitulah kebun mbak ku terletak.
ada sebuah pondok kayu yang di gembok oleh sang pengurus kebun, padahal bukan ia yang memiliki kebun tersebut.
baru beberapa saat berada disana, aku merasakan keanehan dan keganjilan. salahsatunya, angin 'mistis' yang hanya aku dan sudah pasti kak Ardian juga menyadarinya.aku mencoba melihat ke sekeliling, keatas-atas pohon, atau dimana biasanya mahluk halus tinggal. didanau kecil itu kah?? di pohon itu kah?? sayang, aku belum terlalu terbiasa untuk mendeteksi hal seperti ini dengan pasti dikarnakan aku memang belum begitu menguasai ilmu ghaib..
kemudian, baru ku sadari kalau kak Ardian telah 'menelusuri' nuansa ghaib dan mistis yang ada di kebun seluas tiga hektar tersebut, dengan diantar dan ditemani oleh mbak ku, Rudi dan Lisa yang ikut mengekor. sementara aku tengah belajar mengasah 'terawangan' ku, lagi. kemudian pergi menyusul mereka.
setelah mengecek keempat penjuru kebun tersebut, kak Ardian menanyakan dimana posisi mata angin. dan mbak ku maupun Rudi sibuk membuat analisis, tapi, ungtunglah mbak ku mengingat batas-batas dari kebun tersebut yang disebutkan didalam surat kepemilikan. sehingga tak lama setelah mendapatkan hasil posisi mata angin, kak Ardian terlihat tengah melakukan ritual dan membaca beberapa penggal ayat suci.
setelah selesai, kemudian kami semua kembali ke dekat pondok, dimana pohon karet yang hanya ditanam hanya sebatas seluas satu hektar itu berada. disana kak Ardian menjelaskan beberapa hal kepada mbak ku maupun kami yang ikut mendengarkan.pada saat itu, aku kembali nuansa mistis.. sekarang, tidak hanya sekedar angin 'mistis' yang berhembus, tetapi juga sebuah pohon yang terletak didekat sungai dibawah sana yang tampak bergoyang tak jelas, dimana bahkan angin saja sedang tak bertiup.aku yang ingin buang hajat, pergi meninggalkan rombongan dan datang menghampiri danau kecil yang terletak tak jauh beberapa langkah didepan pondok. airnya sedikit aneh warnanya, sebelum ku sadari bahwa disitu juga merupakan tempat 'tinggal' mahluk halus lainnya. aku yang sejak berangkat dari rumah berdebu tadi sudah berdoa, jadi tidak terlalu takut, toh, aku masih terus berdoa hingga sekarang.
begitu kembali, tak lama kemudian, mbak ku mengajak kami menikmati makan siang nasi padang bungkus disana, yang telah dibeli di pasar Tanjung Enim sebelumnya.
selesai makan, dan ketika semua hal yang perlu dilakukan telah selesai, kami berjalan pulang.yah, untunglah tidak ada gangguan yang berarti, karna para mahluk halus tersebut pasti tidak mau berurusan dengan kak Ardian yang berilmu tinggi dan hebat! itu^^ mungkin itu juga sebabnya hasil jepretan ku disana tidak ada yang cacat^^
kali ini, aku memotret tanah gersang yang aneh. pucuk daun, dan kemudian, tanaman "Kutu Babi" yang buahnya yang berwarna hitam dan berbulu itu tengah bercongkol dengan berani, seolah menantang mulut ku. rupanya mbak ku juga seorang penggemar buah "Kutu Babi" ketika kecil dulu, sama seperti ku. dan anehnya, baik Rudi maupun Lisa tidak tahu sama sekali mengenai buah tersebut. bahkan termasuk kak Aridan. eh??
buah "Kutu Babi" adalah buah kecil berdiameter kurang-lebih satu centi, berbulu. mungkin itulah mengapa kami, penduduk Pagaralam, menamakannya Kutu Babi, karna selain ukurannya yang sama dengan kutu yang suka berada ditubuh babi liar, begitu kata orangtua ku. ketika telah masak berwarna hitam, dan rasanya manis dan ada seratnya.
ketika pulang, mbak ku masih berbincang-bincang dengan kak Ardian, termasuk Rudi yang ikut sesekali berkomentar. sementara Lisa kembali melakukan hal yang membuat ku tidak betah, dan aku lagi-lagi berusaha untuk mendengarkan musik yang berdendang ditelinga ku dan mencoba menikmati pemdangan diluar.
setelah sampai dirumah Rudi, aku menyempatkan untuk ibadah Ashar, dan santai sejenak menikmati air dingin khas yang dituang dari sebuah kendi, khas paman Sauri, orangtua Rudi, Lisa, seperti biasa setiap kali kami datang berkunjung^^
air yang berada didalam kendi tersebut mampu memberikan rasa segar dan sejuk yang tak bisa didapatkan dari air teko biasa, bahkan cita rasa nya berbeda dengan air es. rahasianya adalah dengan menanam atau membenamkan kendi didalam tanah beberapa hari sebelum digunakan. setelah itu, voila!! berapa kali pun kau masukkan air kedalam kendi, hasilnya air segar dan sejuk yang khas! coba lah^^
setelah dirasa selesai, barulah aku dan mbak ku berpamitan pulang. dan ketika itulah mbak ku menawari ku untuk mengantar ku datang ke rumah Fitri, gadis yang dikenalkan oleh mbak ku liburan terakhir kemarin.
aku langsung saja setuju^^
lantas kami pun pergi menuju rumah Fitri dengan motor yang kami bawa. mbak ku sempat salah mengira kediaman Fitri, sebelum kemudian bertanya kepada seseorang.
aku yang berharap-harap cemas, tak jelas, langsung... entah lega atau apa, susah dijelaskan, begitu menemukan rumah Fitri yang sangat sederhana seperti yang telah diceritakan oleh mbak ku. tak hanya sifatnya, bahkan seluruh keluarganya pun bersikap rendah hati dan sangat sederhana. dan aku pun tersenyum bangga karenanya.
sayang, kami hanya mendapati ibunya saja yang berada dirumah. karna ternyata Fitri tengah keluar, pergi membantu dirumah tetangga yang akan nikah.
astaga! bahkan sampai aku datang berkunjung, ia masih tetap seorang yang sibuk senantiasa biasa^^
maka, sebagai satu-satunya obat penghibur hati, aku mengabadikan rumah tersebut. sementara mbak ku membeli beberapa jajanan kerupuk yang dijual oleh ibu Fitri.
pulang, mbak ku mencoba menghibur ku, dengan mengatakan, "..Fitri orangnya emang sibuk.." seperti yang telah ia beritahukan kepada ku sebelum-sebelumnya.
dan ketika itu lah, aku mencoba mengganti topik, mengenai keanehan dan keganjilan yang terjadi selama kunjungan di kebun. dan sepanjang jalan, kami tak hentinya membicarakan hal tersebut. bahkan ketika telah sampai di Rasamala 4, mbak ku menceritakan ulang hal tersebut kepada ayah ku, yang juga menguasai ilmu kebatinan (istilah jawa nya, "Kejawen").
malam hari, aku kembali menemukan masalah pada komputer mbak ku.. astaga! sepertinya komputer ini memang minta diganti..
bersambung,
hampir tidak ada kegiatan atau acara yang berarti, bahkan sepanjang hari hanya diisi oleh main game, baca-baca, atau nyantai di ayunan yang berbentuk tempat duduk dari bambu yang terletak dipojok depan rumah, ketika sore karna bisa melihat para pembantu yang entah kenapa selalu bolak-balik didepan ku..
mungkin karna sudah lama mereka tidak melihat mahluk berjenis kelamin cowok remaja, karna dikompleks Townsite, hampir tidak ditemukan remaja cowok atau, bahkan jumlah remaja ceweknya pun hampir-hampir tidak ada!hampir penduduknya diisi oleh anak-anak..
ughh.. begini caranya, aku tidak bisa merayu cewek nih..
hari ketiga,
sama seperti hari kedua, plus, aku menjadikan akbar sebagai model untuk digicam, baik ketika ia main PS2 hanya mengenakan celana pendek, atau ketika ia tidur.
malam harinya, lagi, kami makan malam dengan lauk bebek goreng^^
hari keempat,
pagi hari, aku memutuskan untuk mengantar kedua keponakan ku, dengan memberanikan diri ku mandi pagi dan melawan udara pagi yang dingin.
pulang mengantar akbar, aku menyempatkan diri untuk memfoto beberapa lingkungan sekitar tempat akbar sekolah. dilanjutkan dengan taman Bukit Asam.saking keasyikan dengan foto-memfoto, mbak ku sampai-sampai menelpon ku beberapa kali, meminta ku untuk segera pulang.
yah sudahlah, toh, aku sudah cukup mendapat foto yang lumayan^^
ketika siang, aku diminta untuk menemani mbak ku pergi ke kebunnya, bersama dengan seorang ahli ilmu kebatinan dan sanak saudara.
mengapa mbak ku sampai membawa seorang ahli ilmu kebatinan? adalah karna semua orang yang telah melihat dan berniat membeli kebun tersebut, selalu berakhir dengan pembatalan, padahal ketika datang melihat, mereka sangat tertarik.
dan, siang itu, berangkatlah kami setelah sebelumnya semuanya berkumpul dirumah sanak saudara ku tersebut.
kebun yang hendak dijual oleh mbak ku karna kebutuhan ekonomi, terletak di kota Muara Enim, sekitar 30menit perjalanan dari Tanjung Enim. dan ternyata letak kebunnya tersebut masuk kedalam daerah 'trans', atau desa yang baru dibuka untuk pemukiman. jaraknya pun kurang-lebih sama, 30menit-an. apalagi karna jalanannya masih berupa kerikil.
satu hal yang mengusik ku adalah, Lisa, anak gadis dari sanak saudara ku yang diajak serta oleh mbak ku, yang sedari berangkat SELALU dan SELALU mengutak-atik rambutnya. bahkan itu dilakukannya hampir setiap menit!
astaga! ini sangat mengganggu pemandangan, apalagi aku duduk dibangku paling belakang, persisnya tepat dibelakangnya-_-berapa kali ku coba untuk melihat pemandangan diluar lewat jendela mobil jenis CARRY tersebut, tetap saja kegiatan itu mengusik mata ku secara tak langsung..
"oh, ayolah, setidaknya jangan lakukan itu didepan kusecara terus-terusan seperti itu.. jika memang ingin menarik perhatian ku, tolong, lakukan dengan cara lain.." pinta ku dalam hati.
untunglah kebosanan tersebut selesai begitu kami telah sampai disebuah rumah mungil yang hampir penuh dengan debu dan ada beberapa orang yang tengah duduk bersantai dihalaman depan.
setelah mbak ku berbincang kepada salahsatu dari mereka, yang ternyata rumah yang menjaga kebun mbak ku, lantas kami memulai perjalanan kami menelusuri lebatnya pohon dan rerumputan di belakang rumah tadi.sepanjang perjalanan mbak ku berbincang kepada kak Ardian, sang ahli ilmu kebatinan, sementara baik Rudi, kakak Lisa yang mengantar kami dan yang membawa mobil, asyik melihat-lihat pemandangan sekitar, sementara Lisa mengekor dibelakang mbak ku dan aku mengekor dibelakang Rudi, dan meniru apa yang dilakukannya, melihat-lihat sekitar.begitu banyak aneka pohon maupun tumbuhan yang tumbuh lebat disana-sini.
sebelum aku mengeluh, jauh, mbak ku berseru, "maaf ya, kebun nya agak jauh.." sambil tak lupa memberi senyum dalam nada suara ramah khas miliknya^^
dan akhirnya, setelah berjalan naik-turun, kami sampai disebuah tanah gersang yang terselimuti oleh pasir putih. dan aku berasumsi, pastilah dulunya disini pantai.. karna bukannya pasir putih hanya bisa ditemukan di daerah berpantai saja, tapi ini, lokasinya..maka, digicam ku beraksi. jepret! jepret!!
tengah asyik dengan kegiatan ini, aku diganggu oleh suara mbak ku dan Rudi, yang menemukan tanaman "Kantung Semar" dan memetiknya. lagi, mbak ku bercerita tentang khasiat dan manfaat "Kantung Semar" sebagai suatu obat, entah apa.. karna aku masih terfokus pada kegiatan ku sebelumnya.
beberapa langkah kemudian, ternyata didepan mata ku, disitulah kebun mbak ku terletak.
ada sebuah pondok kayu yang di gembok oleh sang pengurus kebun, padahal bukan ia yang memiliki kebun tersebut.
baru beberapa saat berada disana, aku merasakan keanehan dan keganjilan. salahsatunya, angin 'mistis' yang hanya aku dan sudah pasti kak Ardian juga menyadarinya.aku mencoba melihat ke sekeliling, keatas-atas pohon, atau dimana biasanya mahluk halus tinggal. didanau kecil itu kah?? di pohon itu kah?? sayang, aku belum terlalu terbiasa untuk mendeteksi hal seperti ini dengan pasti dikarnakan aku memang belum begitu menguasai ilmu ghaib..
kemudian, baru ku sadari kalau kak Ardian telah 'menelusuri' nuansa ghaib dan mistis yang ada di kebun seluas tiga hektar tersebut, dengan diantar dan ditemani oleh mbak ku, Rudi dan Lisa yang ikut mengekor. sementara aku tengah belajar mengasah 'terawangan' ku, lagi. kemudian pergi menyusul mereka.
setelah mengecek keempat penjuru kebun tersebut, kak Ardian menanyakan dimana posisi mata angin. dan mbak ku maupun Rudi sibuk membuat analisis, tapi, ungtunglah mbak ku mengingat batas-batas dari kebun tersebut yang disebutkan didalam surat kepemilikan. sehingga tak lama setelah mendapatkan hasil posisi mata angin, kak Ardian terlihat tengah melakukan ritual dan membaca beberapa penggal ayat suci.
setelah selesai, kemudian kami semua kembali ke dekat pondok, dimana pohon karet yang hanya ditanam hanya sebatas seluas satu hektar itu berada. disana kak Ardian menjelaskan beberapa hal kepada mbak ku maupun kami yang ikut mendengarkan.pada saat itu, aku kembali nuansa mistis.. sekarang, tidak hanya sekedar angin 'mistis' yang berhembus, tetapi juga sebuah pohon yang terletak didekat sungai dibawah sana yang tampak bergoyang tak jelas, dimana bahkan angin saja sedang tak bertiup.aku yang ingin buang hajat, pergi meninggalkan rombongan dan datang menghampiri danau kecil yang terletak tak jauh beberapa langkah didepan pondok. airnya sedikit aneh warnanya, sebelum ku sadari bahwa disitu juga merupakan tempat 'tinggal' mahluk halus lainnya. aku yang sejak berangkat dari rumah berdebu tadi sudah berdoa, jadi tidak terlalu takut, toh, aku masih terus berdoa hingga sekarang.
begitu kembali, tak lama kemudian, mbak ku mengajak kami menikmati makan siang nasi padang bungkus disana, yang telah dibeli di pasar Tanjung Enim sebelumnya.
selesai makan, dan ketika semua hal yang perlu dilakukan telah selesai, kami berjalan pulang.yah, untunglah tidak ada gangguan yang berarti, karna para mahluk halus tersebut pasti tidak mau berurusan dengan kak Ardian yang berilmu tinggi dan hebat! itu^^ mungkin itu juga sebabnya hasil jepretan ku disana tidak ada yang cacat^^
kali ini, aku memotret tanah gersang yang aneh. pucuk daun, dan kemudian, tanaman "Kutu Babi" yang buahnya yang berwarna hitam dan berbulu itu tengah bercongkol dengan berani, seolah menantang mulut ku. rupanya mbak ku juga seorang penggemar buah "Kutu Babi" ketika kecil dulu, sama seperti ku. dan anehnya, baik Rudi maupun Lisa tidak tahu sama sekali mengenai buah tersebut. bahkan termasuk kak Aridan. eh??
buah "Kutu Babi" adalah buah kecil berdiameter kurang-lebih satu centi, berbulu. mungkin itulah mengapa kami, penduduk Pagaralam, menamakannya Kutu Babi, karna selain ukurannya yang sama dengan kutu yang suka berada ditubuh babi liar, begitu kata orangtua ku. ketika telah masak berwarna hitam, dan rasanya manis dan ada seratnya.
ketika pulang, mbak ku masih berbincang-bincang dengan kak Ardian, termasuk Rudi yang ikut sesekali berkomentar. sementara Lisa kembali melakukan hal yang membuat ku tidak betah, dan aku lagi-lagi berusaha untuk mendengarkan musik yang berdendang ditelinga ku dan mencoba menikmati pemdangan diluar.
setelah sampai dirumah Rudi, aku menyempatkan untuk ibadah Ashar, dan santai sejenak menikmati air dingin khas yang dituang dari sebuah kendi, khas paman Sauri, orangtua Rudi, Lisa, seperti biasa setiap kali kami datang berkunjung^^
air yang berada didalam kendi tersebut mampu memberikan rasa segar dan sejuk yang tak bisa didapatkan dari air teko biasa, bahkan cita rasa nya berbeda dengan air es. rahasianya adalah dengan menanam atau membenamkan kendi didalam tanah beberapa hari sebelum digunakan. setelah itu, voila!! berapa kali pun kau masukkan air kedalam kendi, hasilnya air segar dan sejuk yang khas! coba lah^^
setelah dirasa selesai, barulah aku dan mbak ku berpamitan pulang. dan ketika itulah mbak ku menawari ku untuk mengantar ku datang ke rumah Fitri, gadis yang dikenalkan oleh mbak ku liburan terakhir kemarin.
aku langsung saja setuju^^
lantas kami pun pergi menuju rumah Fitri dengan motor yang kami bawa. mbak ku sempat salah mengira kediaman Fitri, sebelum kemudian bertanya kepada seseorang.
aku yang berharap-harap cemas, tak jelas, langsung... entah lega atau apa, susah dijelaskan, begitu menemukan rumah Fitri yang sangat sederhana seperti yang telah diceritakan oleh mbak ku. tak hanya sifatnya, bahkan seluruh keluarganya pun bersikap rendah hati dan sangat sederhana. dan aku pun tersenyum bangga karenanya.
sayang, kami hanya mendapati ibunya saja yang berada dirumah. karna ternyata Fitri tengah keluar, pergi membantu dirumah tetangga yang akan nikah.
astaga! bahkan sampai aku datang berkunjung, ia masih tetap seorang yang sibuk senantiasa biasa^^
maka, sebagai satu-satunya obat penghibur hati, aku mengabadikan rumah tersebut. sementara mbak ku membeli beberapa jajanan kerupuk yang dijual oleh ibu Fitri.
pulang, mbak ku mencoba menghibur ku, dengan mengatakan, "..Fitri orangnya emang sibuk.." seperti yang telah ia beritahukan kepada ku sebelum-sebelumnya.
dan ketika itu lah, aku mencoba mengganti topik, mengenai keanehan dan keganjilan yang terjadi selama kunjungan di kebun. dan sepanjang jalan, kami tak hentinya membicarakan hal tersebut. bahkan ketika telah sampai di Rasamala 4, mbak ku menceritakan ulang hal tersebut kepada ayah ku, yang juga menguasai ilmu kebatinan (istilah jawa nya, "Kejawen").
malam hari, aku kembali menemukan masalah pada komputer mbak ku.. astaga! sepertinya komputer ini memang minta diganti..
bersambung,
17agustus-warna lain: the diary
hari pertama
pagi itu, begitu aku sampai di Rasamala 4, dirumah tempat kakak perempuan tertua ku tinggal, aku tidak menemukan kedua ponakan ku menantiku.. oh, ku pikir wajar, toh, waktu masih menunjukkan pukul 5.30an pagi dan ku temukan mereka masih dengan pose 'awang-awang' diatas tempat tidur^^
segera setelah aku menyalami seisi penghuni rumah dan menyelesaikan ibadah shubuh, segera aku mengecek komputer kakak ku, yang lagi-lagi rusak-_-
menurut laporan sepupu ku yang sempat memperbaikinya, Harddisk nya bermasalah. dan dari hasil analisa ku, memang benar, PLUS VGA card-nya..ah, untunglah aku membawa Harddisk ku, sehingga aku dapat menggunakan dan mengoperasikan komputer sakit-sakitan tersebut, setelah melakukan beberapa setting-an tentunya.
sebenarnya, saat itu, ketika komputer tengah ku instal windows, kakak ku menyuruh ku untuk membangunkan kedua keponakan ku, dan tanpa banyak waktu, segera saja aku beranjak dan menjahili mereka tepat di telinga^^
baik ucan maupun akbar, kedua-duanya tidak dapat menahan rasa geli, tetapi mereka berdua masih dengan cueknya berusaha untuk meneruskan tidur mereka. hingga akhirnya aku memegang pergelangan kaki dan menarik mereka hingga ke tepi tempat tidur. hanya si ucan lah yang terbangun! dan ternyata ia malah berusaha untuk kembali ke tengah tempat tidur dan sebelum itu terjadi,"hey, oom dateng nih.. masa nggak dikasih salam!" seru ku.barulah si ucan bangun masih dengan mata terkantuk-kantuk. "sana mandi, bentar lagi masuk sekolah" ujar ku lagi..dan sekarang, tibalah saatnya aku menggoda keponakan paling kecil yang ahir di tanggal dan bulan yang sama dengan ku ini^^
telingan, leher, bahkan pinggang tak luput dari tangan jahil ku.akbar hanya mengerang marah, setiap kali tanganku 'beroperasi'^^
"oi, bangun dek, oom ini.." ujar ku tiap kali ia mengerang.sementara itu, ucan yang telah menyelesaikan mandinya, menanyaiku berbagai macam pertanyaan, seperti "oom kapan sampe? bawa cd ps ga?" bla..blaa..
dan setelah akbar 'benar-benar' bangun, barulah aku kembali ke kamar kosong dimana barang-barang ku simpan. kembali asyik dengan kegiatan ku dan mengacuhkan kedua keponakan ku. toh, percuma aku mengajak ongbrol mereka ketika kosentrasi ku terpaku ke komputer yang bermasalah tersebut, belum lagi sebentar lagi mereka berangkat sekolah.
memang, harusnya aku yang pergi mengantarkan mereka, tetapi ternyata kakak ku lah yang pergi mengantarkan mereka bersamaan dengan waktunya untuk masuk kantor. sementara ayah tengah berbaring santai di sofa ruang tengah menonton TV.
hampir seharian itu aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki komputer. bahkan ketika akbar pulang dari taman kanak-kanak pukul 10an pagi. dan ku pikir, ketika itulah aku menghabiskan waktu dengan akbar, mendengarkan ceritanya di taman kanak-kanak yang ia ceritakan dengan mulut kecil dan suara khas nya yang bikin gemes^^.. ngobrol ala paman-keponakan.. serta tentu saja, main PS2, dimana ia sangat senang ketika ia memainkan game-game baru yang ku bawa, sementara ayah mengalah dan pergi menonton TV didalam kamar tidur kakak.bahkan ketika ucan kembali dari sekolah, siang pukul 12an, kami masih asyik bermain. hingga kemudian ia langsung bergabung, buru-buru aku mencegahnya, "hey, ganti baju dulu, cuci kaki dulu sana" ujar ku, dan dibalasnya dengan keluhan "..ai..", malas.
sekarang ucan tengah melihat-lihat koleksi game PS2 ku. ketika ia tertarik dan ingin mencoba salahsatu game, buru-buru aku melihatnya, karna ada beberapa game yang ku larang untuk mereka mainkan, walaupun mereka sangat ingin mencobanya.mengapa? karna aku melihat, rating yang tertera pada kepingan dan sampul game sekarang ini TIDAK ADA satu pun yang benar. bahkan hampir semuanya menyantumkan rating "E" atau "Everyone", bahkan untuk game yang mengandung bahasa kasar, kekerasan, dll. contoh gampangnya, game Grand Theft Auto yang hampir semua anak kecil yang memiliki console PS2 memainkannya tanpa ada pengecualian maupun pengawasan dan bimbingan dari orangtuanya.. sebuah dampak yang SANGAT negatif, mengingat game ini mengandung unsur-unsur kekerasan yang sangat kental, seperti tumpahan darah, pembunuhan, dan lain sebagainya. dan celakanya, hampir semua toko game yang menjual me masa-bodoh kan hal sepenting rating, dan mereka asyik-asyik saja menjual game-game tersebut tanpa memperdulikan siapa yang memainkannya!!
makanya, aku akan menjadi seorang paman yang keras dan berwajah galak setiap kali mereka hendak main game-game diluar rating "Everyone" atau "Teen" yang 'benar', lewat penilaian ku!!yah, memang, tak semua game ku larang, bahkan game "Forbidden Siren2" yang mempunyai rating "Mature" (kesimpulan ku), mereka dapat menonton aksi ku dalam memainkannya, dimana sang tokoh harus menghindari duel dengan manusia yang terkontaminasi "Siren" yang membawa beraneka macam senjata, tetapi berusaha untuk pergi ke tempat tujuan dengan bersembunyi didalam environment game yang sangat kental dengan kegelapan dan suasana mencekam lainnya.setiap kali sang tokoh kepergok atau berkelahi dengan mahluk tersebut, mereka seringkali menjerit ketakutan^^
ah, memang, game ini cocok dimainkan dimalam hari, ketika semuanya berkumpul^^ baik kakak ku, baby-sitter dan tentu saja kedua keponakan ku^^
bahkan, kadang aku membiarkan mereka menonton ku memainkan game dengan rating "Mature" lainnya, seperti "Resident Evil series", tetapi tentu saja dengan pengawasan dan bimbingan ku. sehingga ketika aku tidak main, mereka tidak berani 'menyentuh' game-game tersebut. alhasil, setidaknya aku mengurangi kecenderungan mereka dalam memainkan game-game dewasa atau yang mengandung unsur kekerasan.aku bahkan kadang menyuruh mereka untuk memainkan game-game RPG (Role Playing Game) dimana sang karakter harus menjelajah satu kota, kembali lagi ke kota sebelumnya, untuk mengaktifkan atau memicu 'event' sehingga bisa meneruskan ke area/stage selanjutnya. intinya berkeliling dan mondar-mandir kesana kemari^^game RPG adalah genre game favorit ku, sejak game "Suikoden II" untuk console Playstation dulu. dan itulah game RPG pertama dimana aku jatuh cinta kepadanya^^karna selain mengajarkan mereka supaya jeli (mencari suatu 'item' atau petunjuk), juga dapat mengajarkan mereka untuk belajar bahasa inggris tentunya, karna mereka tidak akan mengetahui petunjuk harus bagaimana, harus kemana, jika mereka tidak membaca teks dan memahaminya. inilah segi positif dari bermain game!
ok, lanjut ke cerita.
setelah makan siang, ucan pergi mengaji, sehingga acara berenang pun kami tunda sampai ucan selesai pengajian.
yah, beberapa saat setelah ucan menemani main PS2, aku memprakarsa untuk menyudahi bermain game, dengan alasan "mesinnya udah panas..", "..nanti dilanjut lagi". aku memang membatasi mereka untuk bermain selama 2jam, kalaupun lebih paling 30menit. karna aku tahu bermain game lebih dari 2jam tidak baik! karna ketika main game, kita hanya duduk diam, dan hanya kedua tangan saja yang bergerak.aku bisa saja berpesan seperti itu kepada keponakan ku, tapi kenyataannya, justru akulah yang suka bermain melebihi jam normal, lebih dari 2jam^_^ dan itu ku lakukan setiap malam, ketika semua sudah pergi tidur, maka aku akan duduk diam didepan TV bahkan sampai adzan shubuh berkumandang.. sebuah kebiasaan yang buruk!itulah sebabnya wajah ku tidak pernah bisa benar-benar bersih dari jerawat^_^
ketika ucan pergi pengajian, akbar bermain diluar, bahkan sekarang ia sering pamer kepada ku bahwa ia sekarang telah bisa bersepeda^^ maka nya sekarang aku tidak heran ketika mendapatinya tidak berada diatas tempat tidur, seperti dulu.
setelah ashar, tepatnya pukul empat sore, barulah ucan kembali. dan entah kenapa dan entah alasan apa, membuat kami membatalkan acara berenang kami..salahsatu alasannya adalah, karna tidak ada kendaraan untuk kesana. karna kakak ku pergi ke kantor membawa motor setelah istirahat dirumah tadi siang, padahal paginya ia membawa mobil sedan.kedua, karna aku masih belum 'benar-benar' bisa membawa mobil.sedang untuk pergi naik sepeda, kedua keponakan ku bisa, tapi aku tidak. karna tidak ada sepeda yang cukup besar untuk ku..jalan kaki, hehe.. sepertinya kami terlalu malas untuk jalan kaki, belum lagi akbar yang tidak boleh ikut, karna minimal harus ada yang menjaganya ketika berenang, dan baik Yus maupun Yos, kedua baby-sitter yang merangkap pembantu rumah, tidak bisa pergi menemani berhubung mereka mempunyai kegiatan rutinitas lain.padahal letak kolam renang itu berada di kompleks Basecamp PTBA, kira-kira 2kilo meter dari kompleks Townsite PTBA.
walhasil, akbar mandi sore dengan cara masuk kedalam bak mandi^^dan, jeprat-jepret lah aku demi melihat tingkahnya yang kecewa tidak jadi berenang^^yah, walaupun aku maupun kedua keponakan ku sangat menantikannya, setidaknya akbar tidak terlalu kecewa, entahlah dengan ucan, sepertinya ia cuek dan masa bodoh saja..
malam hari, mbak ku meminta ucan untuk pergi dengan ku membeli TELA-TELA, jajanan yang terbuat dari ubi yang digoreng dan diberi berbagai macam rasa, di pasar Mambo. baik aku dan ayah ku bingung, apa itu? sementara kedua keponakan ku sibuk merundingkan rasa apa yang hendak mereka pilih. selain bebek goreng untuk lauk makan malam.baik mbak maupun kedua keponakan ku, semuanya sangat menyukai bebek goreng^^ dan hampir setiap kali aku berada di sana ketika liburan, bebek goreng hampir selalu menjadi lauk favorit di malam hari.
setelah semua orang menyebutkan rasa apa yang mereka inginkan, aku segera berangkat, ditemani oleh kedua keponakan ku yang MEMAKSA ikut, seolah-olah mereka tidak akan bisa bersama ku lagi^^
jalanan kompleks yang minim cahaya lampu jalan dan udara malam yang dingin itu kami lalui dengan bincang-bincang seputar pertanyaan ku akan TELA-TELA sepanjang perjalanan.
ketika kami sampai di tempat pedagang TELA-TELA, banyak kerumunan orang yang tengah mengantri. hal ini wajar, toh, mengingat jajanan ini merupakan jajanan baru yang berasal dari Jogja.segera setelah turun dan memberitahu pesanan kami, aku yang teringat pesanan satu lagi lantas berpamitan kepada kedua keponakan ku, untuk pergi ke Pasar Mambo tak jauh dari tempat gerobak TELA-TELA tersebut.dan celakanya, ketika aku hendak membeli pesanan bebek goreng, ternyata sudah habis, dengan kecewa aku segera kembali ke tempat kedua keponakan ku menunggu.
setelah membayar TELA-TELA, aku menanyai ucan, dimana lagi tempat membeli bebek goreng. dan dipandu lah aku menuju kesana.begitu sampai dan setelah memesan, aku segera membuka bungkus TELA-TELA kepunyaan ku dan dengan air liur yang penasaran, segera aku gigit ubi goreng rasa Keju yang masih hangat tersebut^^
"ahh.. enak^^" dan akbar segera saja meminta untuk ikut-ikutan mencobanya, disusul ucan.
didalam warung tenda itu, serasa akulah yang tengah bersinar paling terang, demi lidah ku yang menikmati rasa Keju dari TELA-TELA tersebut, tanpa memperdulikan hal-hal lainnya^^
bahkan ketika pesanan bebek goreng telah selesai, hampir saja aku masih asyik menikamti jajanan tersebut.
setelah membayar, aku dengan sangat terpaksa membungkus TELA-TELA dan memasukkannya kembali kedalam kantung dimana TELA-TELA yang lain berada.bahkan ketika dan sedang membawa motor, aku berulang kali mencoba untuk merogoh kedalam kantung dimana TELA-TELA itu berada..tapi, aku berusaha dengan sangat keras, "JANGAN!!" tolong tunggu sebentar hingga tiba dirumah, sebelum aku bisa menikmati jajanan itu lagi..
begitu sampai dirumah dan memasukkan motor didapur, kedua keponakan ku segera berlari masuk kedalam ruang tengah, meninggalkan ku. segera saja ku parkir motor, mengunci pintu dapur dan berlari menyusul.dan akhirnya, aku kembali menikmati jajanan tersebut^^
"Hey!! apa ini?? koq udah ga enak kayak tadi??" pikir ku begitu gigitan pertama tertancap di ubi goreng yang kini telah mulai menjadi dingin itu, seraya memandangi sisanya didalam bungkus.. "ahh.. jadi tak nikmat lagi.."
tiba-tiba saja aku jadi terbius ketika mbak ku tengah menyajikan bebek goreng dibawah sofa. dan ikut menyerbu layaknya anak kecil, persisnya seperti kedua keponakan ku sendiri. hehee^^
dan malam itu, kami menikmati hidangan bebek goreng sebagai lauk makan malam bersama-sama..
dan aku sudah melupakan TELA-TELA demi menikmati daging bebek goreng yang berulang kali tersiram dengan air liur ku setiap kali sepotong daging bebek masuk kedalam mulut ku^^
"ohh.. nikmatnya..."
dan begitulah akhir dari cerita hari pertama ku.
bersambung,
pagi itu, begitu aku sampai di Rasamala 4, dirumah tempat kakak perempuan tertua ku tinggal, aku tidak menemukan kedua ponakan ku menantiku.. oh, ku pikir wajar, toh, waktu masih menunjukkan pukul 5.30an pagi dan ku temukan mereka masih dengan pose 'awang-awang' diatas tempat tidur^^
segera setelah aku menyalami seisi penghuni rumah dan menyelesaikan ibadah shubuh, segera aku mengecek komputer kakak ku, yang lagi-lagi rusak-_-
menurut laporan sepupu ku yang sempat memperbaikinya, Harddisk nya bermasalah. dan dari hasil analisa ku, memang benar, PLUS VGA card-nya..ah, untunglah aku membawa Harddisk ku, sehingga aku dapat menggunakan dan mengoperasikan komputer sakit-sakitan tersebut, setelah melakukan beberapa setting-an tentunya.
sebenarnya, saat itu, ketika komputer tengah ku instal windows, kakak ku menyuruh ku untuk membangunkan kedua keponakan ku, dan tanpa banyak waktu, segera saja aku beranjak dan menjahili mereka tepat di telinga^^
baik ucan maupun akbar, kedua-duanya tidak dapat menahan rasa geli, tetapi mereka berdua masih dengan cueknya berusaha untuk meneruskan tidur mereka. hingga akhirnya aku memegang pergelangan kaki dan menarik mereka hingga ke tepi tempat tidur. hanya si ucan lah yang terbangun! dan ternyata ia malah berusaha untuk kembali ke tengah tempat tidur dan sebelum itu terjadi,"hey, oom dateng nih.. masa nggak dikasih salam!" seru ku.barulah si ucan bangun masih dengan mata terkantuk-kantuk. "sana mandi, bentar lagi masuk sekolah" ujar ku lagi..dan sekarang, tibalah saatnya aku menggoda keponakan paling kecil yang ahir di tanggal dan bulan yang sama dengan ku ini^^
telingan, leher, bahkan pinggang tak luput dari tangan jahil ku.akbar hanya mengerang marah, setiap kali tanganku 'beroperasi'^^
"oi, bangun dek, oom ini.." ujar ku tiap kali ia mengerang.sementara itu, ucan yang telah menyelesaikan mandinya, menanyaiku berbagai macam pertanyaan, seperti "oom kapan sampe? bawa cd ps ga?" bla..blaa..
dan setelah akbar 'benar-benar' bangun, barulah aku kembali ke kamar kosong dimana barang-barang ku simpan. kembali asyik dengan kegiatan ku dan mengacuhkan kedua keponakan ku. toh, percuma aku mengajak ongbrol mereka ketika kosentrasi ku terpaku ke komputer yang bermasalah tersebut, belum lagi sebentar lagi mereka berangkat sekolah.
memang, harusnya aku yang pergi mengantarkan mereka, tetapi ternyata kakak ku lah yang pergi mengantarkan mereka bersamaan dengan waktunya untuk masuk kantor. sementara ayah tengah berbaring santai di sofa ruang tengah menonton TV.
hampir seharian itu aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki komputer. bahkan ketika akbar pulang dari taman kanak-kanak pukul 10an pagi. dan ku pikir, ketika itulah aku menghabiskan waktu dengan akbar, mendengarkan ceritanya di taman kanak-kanak yang ia ceritakan dengan mulut kecil dan suara khas nya yang bikin gemes^^.. ngobrol ala paman-keponakan.. serta tentu saja, main PS2, dimana ia sangat senang ketika ia memainkan game-game baru yang ku bawa, sementara ayah mengalah dan pergi menonton TV didalam kamar tidur kakak.bahkan ketika ucan kembali dari sekolah, siang pukul 12an, kami masih asyik bermain. hingga kemudian ia langsung bergabung, buru-buru aku mencegahnya, "hey, ganti baju dulu, cuci kaki dulu sana" ujar ku, dan dibalasnya dengan keluhan "..ai..", malas.
sekarang ucan tengah melihat-lihat koleksi game PS2 ku. ketika ia tertarik dan ingin mencoba salahsatu game, buru-buru aku melihatnya, karna ada beberapa game yang ku larang untuk mereka mainkan, walaupun mereka sangat ingin mencobanya.mengapa? karna aku melihat, rating yang tertera pada kepingan dan sampul game sekarang ini TIDAK ADA satu pun yang benar. bahkan hampir semuanya menyantumkan rating "E" atau "Everyone", bahkan untuk game yang mengandung bahasa kasar, kekerasan, dll. contoh gampangnya, game Grand Theft Auto yang hampir semua anak kecil yang memiliki console PS2 memainkannya tanpa ada pengecualian maupun pengawasan dan bimbingan dari orangtuanya.. sebuah dampak yang SANGAT negatif, mengingat game ini mengandung unsur-unsur kekerasan yang sangat kental, seperti tumpahan darah, pembunuhan, dan lain sebagainya. dan celakanya, hampir semua toko game yang menjual me masa-bodoh kan hal sepenting rating, dan mereka asyik-asyik saja menjual game-game tersebut tanpa memperdulikan siapa yang memainkannya!!
makanya, aku akan menjadi seorang paman yang keras dan berwajah galak setiap kali mereka hendak main game-game diluar rating "Everyone" atau "Teen" yang 'benar', lewat penilaian ku!!yah, memang, tak semua game ku larang, bahkan game "Forbidden Siren2" yang mempunyai rating "Mature" (kesimpulan ku), mereka dapat menonton aksi ku dalam memainkannya, dimana sang tokoh harus menghindari duel dengan manusia yang terkontaminasi "Siren" yang membawa beraneka macam senjata, tetapi berusaha untuk pergi ke tempat tujuan dengan bersembunyi didalam environment game yang sangat kental dengan kegelapan dan suasana mencekam lainnya.setiap kali sang tokoh kepergok atau berkelahi dengan mahluk tersebut, mereka seringkali menjerit ketakutan^^
ah, memang, game ini cocok dimainkan dimalam hari, ketika semuanya berkumpul^^ baik kakak ku, baby-sitter dan tentu saja kedua keponakan ku^^
bahkan, kadang aku membiarkan mereka menonton ku memainkan game dengan rating "Mature" lainnya, seperti "Resident Evil series", tetapi tentu saja dengan pengawasan dan bimbingan ku. sehingga ketika aku tidak main, mereka tidak berani 'menyentuh' game-game tersebut. alhasil, setidaknya aku mengurangi kecenderungan mereka dalam memainkan game-game dewasa atau yang mengandung unsur kekerasan.aku bahkan kadang menyuruh mereka untuk memainkan game-game RPG (Role Playing Game) dimana sang karakter harus menjelajah satu kota, kembali lagi ke kota sebelumnya, untuk mengaktifkan atau memicu 'event' sehingga bisa meneruskan ke area/stage selanjutnya. intinya berkeliling dan mondar-mandir kesana kemari^^game RPG adalah genre game favorit ku, sejak game "Suikoden II" untuk console Playstation dulu. dan itulah game RPG pertama dimana aku jatuh cinta kepadanya^^karna selain mengajarkan mereka supaya jeli (mencari suatu 'item' atau petunjuk), juga dapat mengajarkan mereka untuk belajar bahasa inggris tentunya, karna mereka tidak akan mengetahui petunjuk harus bagaimana, harus kemana, jika mereka tidak membaca teks dan memahaminya. inilah segi positif dari bermain game!
ok, lanjut ke cerita.
setelah makan siang, ucan pergi mengaji, sehingga acara berenang pun kami tunda sampai ucan selesai pengajian.
yah, beberapa saat setelah ucan menemani main PS2, aku memprakarsa untuk menyudahi bermain game, dengan alasan "mesinnya udah panas..", "..nanti dilanjut lagi". aku memang membatasi mereka untuk bermain selama 2jam, kalaupun lebih paling 30menit. karna aku tahu bermain game lebih dari 2jam tidak baik! karna ketika main game, kita hanya duduk diam, dan hanya kedua tangan saja yang bergerak.aku bisa saja berpesan seperti itu kepada keponakan ku, tapi kenyataannya, justru akulah yang suka bermain melebihi jam normal, lebih dari 2jam^_^ dan itu ku lakukan setiap malam, ketika semua sudah pergi tidur, maka aku akan duduk diam didepan TV bahkan sampai adzan shubuh berkumandang.. sebuah kebiasaan yang buruk!itulah sebabnya wajah ku tidak pernah bisa benar-benar bersih dari jerawat^_^
ketika ucan pergi pengajian, akbar bermain diluar, bahkan sekarang ia sering pamer kepada ku bahwa ia sekarang telah bisa bersepeda^^ maka nya sekarang aku tidak heran ketika mendapatinya tidak berada diatas tempat tidur, seperti dulu.
setelah ashar, tepatnya pukul empat sore, barulah ucan kembali. dan entah kenapa dan entah alasan apa, membuat kami membatalkan acara berenang kami..salahsatu alasannya adalah, karna tidak ada kendaraan untuk kesana. karna kakak ku pergi ke kantor membawa motor setelah istirahat dirumah tadi siang, padahal paginya ia membawa mobil sedan.kedua, karna aku masih belum 'benar-benar' bisa membawa mobil.sedang untuk pergi naik sepeda, kedua keponakan ku bisa, tapi aku tidak. karna tidak ada sepeda yang cukup besar untuk ku..jalan kaki, hehe.. sepertinya kami terlalu malas untuk jalan kaki, belum lagi akbar yang tidak boleh ikut, karna minimal harus ada yang menjaganya ketika berenang, dan baik Yus maupun Yos, kedua baby-sitter yang merangkap pembantu rumah, tidak bisa pergi menemani berhubung mereka mempunyai kegiatan rutinitas lain.padahal letak kolam renang itu berada di kompleks Basecamp PTBA, kira-kira 2kilo meter dari kompleks Townsite PTBA.
walhasil, akbar mandi sore dengan cara masuk kedalam bak mandi^^dan, jeprat-jepret lah aku demi melihat tingkahnya yang kecewa tidak jadi berenang^^yah, walaupun aku maupun kedua keponakan ku sangat menantikannya, setidaknya akbar tidak terlalu kecewa, entahlah dengan ucan, sepertinya ia cuek dan masa bodoh saja..
malam hari, mbak ku meminta ucan untuk pergi dengan ku membeli TELA-TELA, jajanan yang terbuat dari ubi yang digoreng dan diberi berbagai macam rasa, di pasar Mambo. baik aku dan ayah ku bingung, apa itu? sementara kedua keponakan ku sibuk merundingkan rasa apa yang hendak mereka pilih. selain bebek goreng untuk lauk makan malam.baik mbak maupun kedua keponakan ku, semuanya sangat menyukai bebek goreng^^ dan hampir setiap kali aku berada di sana ketika liburan, bebek goreng hampir selalu menjadi lauk favorit di malam hari.
setelah semua orang menyebutkan rasa apa yang mereka inginkan, aku segera berangkat, ditemani oleh kedua keponakan ku yang MEMAKSA ikut, seolah-olah mereka tidak akan bisa bersama ku lagi^^
jalanan kompleks yang minim cahaya lampu jalan dan udara malam yang dingin itu kami lalui dengan bincang-bincang seputar pertanyaan ku akan TELA-TELA sepanjang perjalanan.
ketika kami sampai di tempat pedagang TELA-TELA, banyak kerumunan orang yang tengah mengantri. hal ini wajar, toh, mengingat jajanan ini merupakan jajanan baru yang berasal dari Jogja.segera setelah turun dan memberitahu pesanan kami, aku yang teringat pesanan satu lagi lantas berpamitan kepada kedua keponakan ku, untuk pergi ke Pasar Mambo tak jauh dari tempat gerobak TELA-TELA tersebut.dan celakanya, ketika aku hendak membeli pesanan bebek goreng, ternyata sudah habis, dengan kecewa aku segera kembali ke tempat kedua keponakan ku menunggu.
setelah membayar TELA-TELA, aku menanyai ucan, dimana lagi tempat membeli bebek goreng. dan dipandu lah aku menuju kesana.begitu sampai dan setelah memesan, aku segera membuka bungkus TELA-TELA kepunyaan ku dan dengan air liur yang penasaran, segera aku gigit ubi goreng rasa Keju yang masih hangat tersebut^^
"ahh.. enak^^" dan akbar segera saja meminta untuk ikut-ikutan mencobanya, disusul ucan.
didalam warung tenda itu, serasa akulah yang tengah bersinar paling terang, demi lidah ku yang menikmati rasa Keju dari TELA-TELA tersebut, tanpa memperdulikan hal-hal lainnya^^
bahkan ketika pesanan bebek goreng telah selesai, hampir saja aku masih asyik menikamti jajanan tersebut.
setelah membayar, aku dengan sangat terpaksa membungkus TELA-TELA dan memasukkannya kembali kedalam kantung dimana TELA-TELA yang lain berada.bahkan ketika dan sedang membawa motor, aku berulang kali mencoba untuk merogoh kedalam kantung dimana TELA-TELA itu berada..tapi, aku berusaha dengan sangat keras, "JANGAN!!" tolong tunggu sebentar hingga tiba dirumah, sebelum aku bisa menikmati jajanan itu lagi..
begitu sampai dirumah dan memasukkan motor didapur, kedua keponakan ku segera berlari masuk kedalam ruang tengah, meninggalkan ku. segera saja ku parkir motor, mengunci pintu dapur dan berlari menyusul.dan akhirnya, aku kembali menikmati jajanan tersebut^^
"Hey!! apa ini?? koq udah ga enak kayak tadi??" pikir ku begitu gigitan pertama tertancap di ubi goreng yang kini telah mulai menjadi dingin itu, seraya memandangi sisanya didalam bungkus.. "ahh.. jadi tak nikmat lagi.."
tiba-tiba saja aku jadi terbius ketika mbak ku tengah menyajikan bebek goreng dibawah sofa. dan ikut menyerbu layaknya anak kecil, persisnya seperti kedua keponakan ku sendiri. hehee^^
dan malam itu, kami menikmati hidangan bebek goreng sebagai lauk makan malam bersama-sama..
dan aku sudah melupakan TELA-TELA demi menikmati daging bebek goreng yang berulang kali tersiram dengan air liur ku setiap kali sepotong daging bebek masuk kedalam mulut ku^^
"ohh.. nikmatnya..."
dan begitulah akhir dari cerita hari pertama ku.
bersambung,
17agustus-warna lain
agustus 2007, untunglah ada libur kuliah, sehingga untuk kesekian kalinya aku bisa menikmati liburan di kampung halaman tercinta, terutama untuk kembali mengikuti parade "17-an", yang senantiasa aku ikuti setiap tahunnya. yah, setidaknya itulah yang aku harapkan pada liburan agustus kali ini..
beberapa hari di minggu akhir bulan juli, baik ibu ku maupun kakak perempuan ku, berulang kali menanyakan kapan aku pulang. memang, aku telah membuat pernyataan "ada liburan.." dan "akan pulang..", beberapa hari sebelumnya, supaya orangtua ku bisa mempersiapkan uang untuk ongkos pulang ku.ok, aku mengaku aku anak manja yang masih saja 'menadah' tangan ke orangtua, di usia yang tak lagi remaja, terlebih, tidak berupaya untuk bisa sekedar kerja magang supaya dapat menabung sedikit uang untuk keperluan ku sendiri..jujur saja, aku memang memiliki niat untuk mencari kerja magang, berhubung kemarin aku kerja praktek (kp/kkn/pkl, atau apalah istilahnya), dan kontrak habisnya tepat di minggu akhir bulan juli, maka aku menunda niat tersebut. karena aku sedikit trauma akan pengalaman sebelumnya, yang lebih terfokus pada kerja magang ku daripada kuliah ku sendiri..
pada hari akhir kp, aku sempat bingung bagaimana baiknya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari terakhir ku.. yah, memang, aku kurang begitu akrab dengan semua pekerja "Jabar Craft Center (JCC)", paling hanya dengan pemandu ku saja, yang, astaga, ku lupa namanya..ketika aku berpamit bahwa itu adalah hari terakhir ku kp di jam tutup kantor, kebingungan itu terjawab sudah. baik aa (kakak, khas sunda) yang komputer tempatnya bekerja ku perbaiki, maupun bapak pemandu ku, berkata kepada ku bahwa aku dipersilahkan datang berkunjung kapan saja, jangan sungkan-sungkan, walaupun kp nya sudah selesai.ah, betapa baiknya niat mereka..walaupun aku kp tidak mendapat komisi atau apapun, tapi aku sangat senang sekaligus meyayangkan hampir-tidak adanya pekerjaan yang ku lakukan selama disana, selain mendokumentasikan barang-barang kerajinan, tapi aku senang, karena bapak pemandu ku menceritakan pengalamannya, sehingga bertambahlah 'gudang' wawasan ku yang masih kecil!wawasan maupun pengetahuan serta pengalaman, bagi ku lebih penting daripada komisi, walaupun pada kenyataannya, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup tanpa uang!
aku juga sempat bertemu dan membuat acara bersama sahabat yang sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri, erick, berhubung yang bersangkutan telah bekerja dan kembali ke jakarta, menunggu moment wisuda nya september nanti. walaupun pada akhirnya rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya..erick, memperlihatkan perasaan sedih nya ketika kami berpisah malam itu.. bahkan sempat menahan ku.. aku tidak dapat mengekspresikan perasaan senang ku terhadapnya, hingga lambaian tangannya menghantarkan kepergian ku yang telah berada di atas angkot menuju kos ku, dengan wajah yang masih sama sedihnya.. -_-
malam itu, baru kali itu lah aku bersiap-siap ketika esok pagi aku hendak mengadakan perjalanan panjang, pulang kampung. tak seperti biasanya, dimana aku sudah bersiap-siap tiga hari sebelum hari 'H'. betapa terasanya kejanggalan yang ku rasa..
sebelum tidur, aku mengirim sms kepada semua orang terdekat, guna membantu 'membangunkan' ku di pagi hari, dengan cara meminta mereka miss call ke ponsel ku.. ^_^ dan alhamdulillah, aku mempunyai orang-orang yang perduli dan perhatian kepada ku, walhasil, pada pukul 5.30 pagi, dering ponsel bersahut-sahutan dari berbagai nomor, sehingga aku 'benar-benar' terbangun sepenuhnya!memang aku telah mengantisipasi sebelumnya dengan menyalakan alarm jam weker, alarm ponsel (bahkan lebih dari satu!), serta minum air yang banyak sebelum tidur (supaya kelak akan terbangun karena 'kebelet'^^), serta doa.
dan bangun lah aku, untuk kemudian mandi dan berpakaian. setelah itu, aku dibuat sedikit bingung, karena aku SAMA sekali belum memesan tiket untuk pulang!! dan celakanya, loket bis yang hendak ku pakai jasa nya ternyata belum buka, dilihat dari tidak diangkatnya telepon ku. padahal waktu telah menunjukkan pukul 8 pagi! dan aku diwajibkan sudah berada di loket pukul 9.30, seperti yang telah ku dengar langsung dari penjaga loket kemarin, ketika aku survei harga tiket bis di sepanjang Jalan Soekarno .
untunglah, perjalanan selama kurang-lebih satu jam dari kos sampai Pasar Caringin, Jl. Soekarno, itu, tidak membuatku terlambat, ketika aku sampai di loket bis "Pahala Kencana" (PK)! walaupun ketika sarapan di seberang loket, aku sempat was-was^^
yap! aku memilihnya karena perusahaan itulah yang memberikan harga paling murah untuk bis eksekutif (AC, toilet, dll) dengan jurusan Tanjung Enim. mengapa aku ganti jasa bis, adalah karena jasa bis sebelumnya, semakin lama semakin mengecewakanku sebagai salahsatu pelanggan setia nya yang senantiasa menggunakan jasa nya setiap kali aku ke pulang kampung atau kembali ke Bandung, dengan seorang saudara yang bekerja di perusahaan itu, tetap tidak mendapatkan keistimewaan, seperti misalnya harga yang bisa lebih dimurahkan untuk seorang saudara sendiri!padahal, dengan perbedaan antara bis ekonomi dan bis eksekutif tersebut relatif sangat tipis. hanya dengan menambah uang sebesar Rp 20.000,- aku bisa menikmati udara dingin AC dilengkapi bantal, selimut, dan injakan kaki supaya bisa lebih santai layaknya diatas kursi 'malas'!! ^o^dan aku sangat puas dengan keputusan ku untuk berganti ke layanan bis baru (PK) tersebut!!
berbagai macam rasa campur-aduk di dada ku, karena berbagai hal.ada perasaan senang dan aman ketika aku memutuskan untuk menitipkan "persocon" (komputer/PC) ku ke mantan kakak ipar ku yang juga berada di Bandung. bahkan ia mempercayakan ku untuk melakukan sebuah permintaan tolong dari nya!kedua, aku masih bingung setiap kali mengingat saat berpisah dengan erick, sahabat ku..ketiga, aku berdebar-debar karena ada seorang kenalan yang hendak ku temui secara antusias, berinisial "F" ^^keempat, sudah hampir satu tahun lamanya aku tidak berjumpa dengan kedua orangtua ku, bahkan terhadap keponakan-keponakan ku yang lucu, menggemaskan, menjengkelkan sekaligus membuat rindu^^dan terakhir, aku berharap ada moment spesial, dimana ada seseorang spesial yang mengantarkan kepulangan ku atau menantikan kedatangan ku.. huuuhhhh-_- nasib..nasib...well, setidaknya aku bertemu dan mempunyai orang-orang hebat di Bandung akhir-akhir ini =]
selama di perjalanan, MP4Player (tanpa nama) dan digicam hadiah ultah adalah teman setia yang menemani ku^^ beragam musik jepang melantun di telinga ku meninggalkan berbagai macam kesan..berbagai pemandangan yang terpampang dibalik jendela bis sesekali terekam kedalam digicam..selebihnya, aku tertidur dalam buaian dan balutan udara dingin AC bis, mengarungi alam tidur ku dengan sopir bis yang dengan keprofessionalannya membuat ku semakin nyenyak^^
aku sadar ketika bis telah berada di Jakarta, bahkan ketika berhenti di loket di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur, dan ketika itulah aku baru benar-benar melihat banyak perubahan yang terjadi di kota Metropolitan ini.aku sedikit bernostalgia ketika bis berjalan disepanjang Jalan Pemuda, tempat dimana kos terakhir ku dan sekolah SMK PGRI 21 berada..apa kabarnya teman-teman ku ya??
ketika berada di wilayah Banten, bis berhenti disebuah rumah makan. Dan aku yang telah terbangun, membuka mata ku lantas turun dan melaksanakan ibadah sholat di mushola, kemudian barulah urusan kamar mandi^^
setelah itu, aku bertahan untuk tetap melihat-lihat perubahan demi perubahan yang terjadi, disepanjang jalan.
dan aku terkejut ketika bis memasuki Pelabuhan Merak. Banyak truk-truk yang parkir dimana-mana, mengantri!!sangat berbeda dengan pemandangan yang terakhir kali ku lihat, dimana antrian panjang dan hampir membuat seluruh area pelabuhan penuh hanya saat liburan menjelang lebaran saja!
"astaga! ini akan menjadi sebuah penantian yang sangat panjang..!"
untunglah, pihak pelabuhan mendahulukan kendaraan pribadi disusul dengan kendaraan jasa angkutan umum ketimbang kendaraan berat seperti truk, yang berada dalam posisi antri paling belakang, sebagai syarat dan ketentuan untuk memasuki badan kapal ferry.
setelah mengantri cukup lama dan bis telah memasuki dan parkir didalam kapal, barulah aku turun dan menjelajah kapal.betapa kecewanya diri ku ketika pada akhirnya aku sudah tidak bisa lagi menikmati pemandangan sunset dari atas kapal.. melainkan pemandangan malam! hiks..
sebenarnya, banyak ruginya dibanding sore hari. kenapa? karena, ketika malam, kau tak akan bisa menikmati kehangatan sinar matahari menjelang kepulangannya keperanduan yang sering diiringi oleh ikan-ikan yang berloncatan ke atas air, seperti ikan terbang, karena ikan lumba-lumba sudah sangat berkurang dengan drastis setiap tahunnya demi melihat laut yang semakin tercemar!tapi, aku mencoba berfikir positif dan mengingatkan diri ku, bahwa pasti ada suatu hal yang baik sebagai gantinya, karena aku percaya Tuhan Maha Bijaksana!dan ku dapatkan pemandangan bulan purnama yang bersinar terang yang terpantul di ombak laut dan terekam kedalam digicam =]
seperti biasa, kegiatan eksplorasi yang senantiasa ku lakukan setiap kali telah berada diatas kapal kembali ku lakukan. dan ku dapatkan bahwa kapal ferry yang ku naiki sekarang ini berbeda. setiap kapal ferry mempunyai konstruksi dan interior maupun eksterior yang berbeda-beda satu sama lain, jarang sekali aku menemukan kapal ferry dengan spesifikasi yang sama.dan aku bisa memberi nilai "7" untuk kapal ini. tidak terlalu mengecewakan.mungkin yang mengecewakan adalah, aku hampir tidak menemukan penumpang kapal yang cantik, atau sekedar manis. mungkin karena ini bukanlah waktu yang tepat, sebagaimana ku ketahui kalau kampus ku memiliki jadwal akademik yang berbeda dengan kampus lainnya. sebagai contoh, ketika kampus lain telah kembali masuk kuliah, maka kampus ku barulah liburan. begitu seterusnya, hingga sekarang ini..
walaupun aku tahu harga jual diatas kapal dua kali lipat bahkan lebih, toh, aku sempat membeli minuman dingin, berhubung air minum yang ku bawa dari bis yang tersisa sedikit habis. kau tidak akan mempunyai pilihan lain jika kau tidak mempunyai cadangan!! entah itu makanan atau minuman, bahkan hal-hal lain.
perjalan mengarungi Selat Sunda dimalam hari itu pun, selesai sudah, dengan durasi perjalanan kurang-lebih dua jam, seperti biasanya.
dan aku telah berada diatas kursi bis ketika kapal hendak berlabuh di Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.
astaga! ternyata pemandangannya tak jauh berbeda dengan kondisi di Pelabuhan Merak. banyak kendaraan yang mengantri dan bersesakan di area pelabuhan, terlebih truk-truk dan kendaraan berat lainnya.
seharusnya pemerintah maupun menteri perhubungan cukup bijak menggapi masalah ini, dengan menambah jumlah kapal ferry misalnya. apalagi dua-tiga bulan lagi liburan lebaran.
Kota Lampung menyambut kehadiran kami dengan gelapnya malam dan rutinitas kehidupan malam pada umumnya, terutama di daerah Rajabasa.jika biasanya bis akan masuk Terminal Rajabasa yang penuh dengan para pedagang yang suka memaksa, preman-premannya yang kasar, dan wanita penjual diri yang menghadang di pinggir-pinggir badan jalan sepanjang jalan terminal, maka bis eksekutif ini lain ceritanya. karena sama sekali tidak memasuki terminal, hanya sekadar 'numpang lewat' saja. hahaa^^
sayangnya, saat itu perut ku sudah mulai berkeroncongan dan persediaan makanan cemilan ku sudah habis.. uhh -_-maka sebagai gantinya, aku sering minum air putih sedikit demi sedikit, dan ku paksakan diri ku untuk tidur.hingga pada akhirnya bis berhenti di suatu kota, Kota Banjarjaya (?), kalau tidak salah.
dengan segera aku bergegas pergi turun, mengisi perut ku yang sudah sangat kelaparan. ya!
aku memang tidak makan ketika bis berhenti di daerah Banten, dan jika dihitung, maka aku tidak makan selama kurang-lebih 12 jam!
aku sangat bersyukur walaupun pada kenyataannya aku harus makan dengan terburu-buru menjejalkan beberapa suapan terakhir nasi soto ku demi mendengar pengumuman bis PK akan kembali berangkat, lewat suara informan yang tersambung keluar lewat speaker.
ya, makanan favorit dan simpel dalam perjalanan yang ku sukai adalah nasi soto, karena ada kuahnya yang bisa membantu dan mempercepat proses makan^_^beda ceritanya dengan makan dengan lauk lengkap, atau sekedar nasi goreng yang notabene tanpa kuah. disamping harganya juga terjangkau, sekitar Rp 13.000,- an , tergantung rumah makan.
ahhh.. jika ingat betapa nikmatnya ayam bakar yang khas yang menjadi menu utama disalahsatu rumah makan di Kota Banjarjaya, Lampung, sewaktu ayah pergi menjemput aku dan kakak perempuan ku beberapa tahun lalu dengan mobil pribadi, yang selalu menjadi agenda kami setiap liburan lebaran tiba.. rasanya aku sangat merindukan kenangan itu..sudah 5 tahun lebih..
udara AC yang semakin dingin membuat ku semakin meringkuk didalam balutan selimut bis yang tipis itu, ditambah aku tidak menyiapkan jaket sehingga membuat ku memeluk erat badan ku dengan kedua tangan kurus ku, sambil memandang pemandangan gelap diluar sana..sesekali aku mengirim sms dan membalasnya, atau mendengarkan musik dari player. dan untunglah sang sopir mempunyai selera yang asyik punya, dengan menyalakan musik-musik nostalgia barat lewat player entah VCD atau DVD, yang mengalir pelan lewat speaker, yang sesekali ku ikut dendangkan hingga lambat-laun membuat mata ku terpejam...
keesokan paginya, dini hari, aku telah terjaga beberapa kilo sebelum memasuki Kota Tanjung Enim, tempat tujuan ku.
kemudian, sampailah bis di Kota Tanjung Enim, dan aku segera bersiap-siap.dengan nada ramah dan sopan, aku meminta sang sopir untuk berhenti di depan gedung Telkom.dan sampai akhir sang asisten sopir menurunkan tas koper ku dari bagasi, aku berterima kasih atas layanan yang diberikan oleh bis "Pahala Kencana" =]kelak dan untuk selanjutnya, aku akan selalu menggunakan jasa mu :)
dari sana, para ojek yang telah berdatangan dan kini mengerumuni ku, semenjak bis berhenti, lambat laun membubarkan diri, ketika aku menolak jasa mereka.ya, aku harus memastikan apakah kakak perempuan ku atau bahkan ayah ku yang kebetulan ada disana datang menjemput ku, lewat sms.
beberapa menit berlalu hingga ditengah lamunan ku, sebuah mobil sedan berwarna biru membunyikan klaksonnya, dan ternyata ayah ku lah yang datang menjemput ku. betapa senangnya aku :)dan selanjutnya, petualangku akan berlanjut ke bentuk diary..
bersambung,
beberapa hari di minggu akhir bulan juli, baik ibu ku maupun kakak perempuan ku, berulang kali menanyakan kapan aku pulang. memang, aku telah membuat pernyataan "ada liburan.." dan "akan pulang..", beberapa hari sebelumnya, supaya orangtua ku bisa mempersiapkan uang untuk ongkos pulang ku.ok, aku mengaku aku anak manja yang masih saja 'menadah' tangan ke orangtua, di usia yang tak lagi remaja, terlebih, tidak berupaya untuk bisa sekedar kerja magang supaya dapat menabung sedikit uang untuk keperluan ku sendiri..jujur saja, aku memang memiliki niat untuk mencari kerja magang, berhubung kemarin aku kerja praktek (kp/kkn/pkl, atau apalah istilahnya), dan kontrak habisnya tepat di minggu akhir bulan juli, maka aku menunda niat tersebut. karena aku sedikit trauma akan pengalaman sebelumnya, yang lebih terfokus pada kerja magang ku daripada kuliah ku sendiri..
pada hari akhir kp, aku sempat bingung bagaimana baiknya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari terakhir ku.. yah, memang, aku kurang begitu akrab dengan semua pekerja "Jabar Craft Center (JCC)", paling hanya dengan pemandu ku saja, yang, astaga, ku lupa namanya..ketika aku berpamit bahwa itu adalah hari terakhir ku kp di jam tutup kantor, kebingungan itu terjawab sudah. baik aa (kakak, khas sunda) yang komputer tempatnya bekerja ku perbaiki, maupun bapak pemandu ku, berkata kepada ku bahwa aku dipersilahkan datang berkunjung kapan saja, jangan sungkan-sungkan, walaupun kp nya sudah selesai.ah, betapa baiknya niat mereka..walaupun aku kp tidak mendapat komisi atau apapun, tapi aku sangat senang sekaligus meyayangkan hampir-tidak adanya pekerjaan yang ku lakukan selama disana, selain mendokumentasikan barang-barang kerajinan, tapi aku senang, karena bapak pemandu ku menceritakan pengalamannya, sehingga bertambahlah 'gudang' wawasan ku yang masih kecil!wawasan maupun pengetahuan serta pengalaman, bagi ku lebih penting daripada komisi, walaupun pada kenyataannya, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup tanpa uang!
aku juga sempat bertemu dan membuat acara bersama sahabat yang sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri, erick, berhubung yang bersangkutan telah bekerja dan kembali ke jakarta, menunggu moment wisuda nya september nanti. walaupun pada akhirnya rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya..erick, memperlihatkan perasaan sedih nya ketika kami berpisah malam itu.. bahkan sempat menahan ku.. aku tidak dapat mengekspresikan perasaan senang ku terhadapnya, hingga lambaian tangannya menghantarkan kepergian ku yang telah berada di atas angkot menuju kos ku, dengan wajah yang masih sama sedihnya.. -_-
malam itu, baru kali itu lah aku bersiap-siap ketika esok pagi aku hendak mengadakan perjalanan panjang, pulang kampung. tak seperti biasanya, dimana aku sudah bersiap-siap tiga hari sebelum hari 'H'. betapa terasanya kejanggalan yang ku rasa..
sebelum tidur, aku mengirim sms kepada semua orang terdekat, guna membantu 'membangunkan' ku di pagi hari, dengan cara meminta mereka miss call ke ponsel ku.. ^_^ dan alhamdulillah, aku mempunyai orang-orang yang perduli dan perhatian kepada ku, walhasil, pada pukul 5.30 pagi, dering ponsel bersahut-sahutan dari berbagai nomor, sehingga aku 'benar-benar' terbangun sepenuhnya!memang aku telah mengantisipasi sebelumnya dengan menyalakan alarm jam weker, alarm ponsel (bahkan lebih dari satu!), serta minum air yang banyak sebelum tidur (supaya kelak akan terbangun karena 'kebelet'^^), serta doa.
dan bangun lah aku, untuk kemudian mandi dan berpakaian. setelah itu, aku dibuat sedikit bingung, karena aku SAMA sekali belum memesan tiket untuk pulang!! dan celakanya, loket bis yang hendak ku pakai jasa nya ternyata belum buka, dilihat dari tidak diangkatnya telepon ku. padahal waktu telah menunjukkan pukul 8 pagi! dan aku diwajibkan sudah berada di loket pukul 9.30, seperti yang telah ku dengar langsung dari penjaga loket kemarin, ketika aku survei harga tiket bis di sepanjang Jalan Soekarno .
untunglah, perjalanan selama kurang-lebih satu jam dari kos sampai Pasar Caringin, Jl. Soekarno, itu, tidak membuatku terlambat, ketika aku sampai di loket bis "Pahala Kencana" (PK)! walaupun ketika sarapan di seberang loket, aku sempat was-was^^
yap! aku memilihnya karena perusahaan itulah yang memberikan harga paling murah untuk bis eksekutif (AC, toilet, dll) dengan jurusan Tanjung Enim. mengapa aku ganti jasa bis, adalah karena jasa bis sebelumnya, semakin lama semakin mengecewakanku sebagai salahsatu pelanggan setia nya yang senantiasa menggunakan jasa nya setiap kali aku ke pulang kampung atau kembali ke Bandung, dengan seorang saudara yang bekerja di perusahaan itu, tetap tidak mendapatkan keistimewaan, seperti misalnya harga yang bisa lebih dimurahkan untuk seorang saudara sendiri!padahal, dengan perbedaan antara bis ekonomi dan bis eksekutif tersebut relatif sangat tipis. hanya dengan menambah uang sebesar Rp 20.000,- aku bisa menikmati udara dingin AC dilengkapi bantal, selimut, dan injakan kaki supaya bisa lebih santai layaknya diatas kursi 'malas'!! ^o^dan aku sangat puas dengan keputusan ku untuk berganti ke layanan bis baru (PK) tersebut!!
berbagai macam rasa campur-aduk di dada ku, karena berbagai hal.ada perasaan senang dan aman ketika aku memutuskan untuk menitipkan "persocon" (komputer/PC) ku ke mantan kakak ipar ku yang juga berada di Bandung. bahkan ia mempercayakan ku untuk melakukan sebuah permintaan tolong dari nya!kedua, aku masih bingung setiap kali mengingat saat berpisah dengan erick, sahabat ku..ketiga, aku berdebar-debar karena ada seorang kenalan yang hendak ku temui secara antusias, berinisial "F" ^^keempat, sudah hampir satu tahun lamanya aku tidak berjumpa dengan kedua orangtua ku, bahkan terhadap keponakan-keponakan ku yang lucu, menggemaskan, menjengkelkan sekaligus membuat rindu^^dan terakhir, aku berharap ada moment spesial, dimana ada seseorang spesial yang mengantarkan kepulangan ku atau menantikan kedatangan ku.. huuuhhhh-_- nasib..nasib...well, setidaknya aku bertemu dan mempunyai orang-orang hebat di Bandung akhir-akhir ini =]
selama di perjalanan, MP4Player (tanpa nama) dan digicam hadiah ultah adalah teman setia yang menemani ku^^ beragam musik jepang melantun di telinga ku meninggalkan berbagai macam kesan..berbagai pemandangan yang terpampang dibalik jendela bis sesekali terekam kedalam digicam..selebihnya, aku tertidur dalam buaian dan balutan udara dingin AC bis, mengarungi alam tidur ku dengan sopir bis yang dengan keprofessionalannya membuat ku semakin nyenyak^^
aku sadar ketika bis telah berada di Jakarta, bahkan ketika berhenti di loket di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur, dan ketika itulah aku baru benar-benar melihat banyak perubahan yang terjadi di kota Metropolitan ini.aku sedikit bernostalgia ketika bis berjalan disepanjang Jalan Pemuda, tempat dimana kos terakhir ku dan sekolah SMK PGRI 21 berada..apa kabarnya teman-teman ku ya??
ketika berada di wilayah Banten, bis berhenti disebuah rumah makan. Dan aku yang telah terbangun, membuka mata ku lantas turun dan melaksanakan ibadah sholat di mushola, kemudian barulah urusan kamar mandi^^
setelah itu, aku bertahan untuk tetap melihat-lihat perubahan demi perubahan yang terjadi, disepanjang jalan.
dan aku terkejut ketika bis memasuki Pelabuhan Merak. Banyak truk-truk yang parkir dimana-mana, mengantri!!sangat berbeda dengan pemandangan yang terakhir kali ku lihat, dimana antrian panjang dan hampir membuat seluruh area pelabuhan penuh hanya saat liburan menjelang lebaran saja!
"astaga! ini akan menjadi sebuah penantian yang sangat panjang..!"
untunglah, pihak pelabuhan mendahulukan kendaraan pribadi disusul dengan kendaraan jasa angkutan umum ketimbang kendaraan berat seperti truk, yang berada dalam posisi antri paling belakang, sebagai syarat dan ketentuan untuk memasuki badan kapal ferry.
setelah mengantri cukup lama dan bis telah memasuki dan parkir didalam kapal, barulah aku turun dan menjelajah kapal.betapa kecewanya diri ku ketika pada akhirnya aku sudah tidak bisa lagi menikmati pemandangan sunset dari atas kapal.. melainkan pemandangan malam! hiks..
sebenarnya, banyak ruginya dibanding sore hari. kenapa? karena, ketika malam, kau tak akan bisa menikmati kehangatan sinar matahari menjelang kepulangannya keperanduan yang sering diiringi oleh ikan-ikan yang berloncatan ke atas air, seperti ikan terbang, karena ikan lumba-lumba sudah sangat berkurang dengan drastis setiap tahunnya demi melihat laut yang semakin tercemar!tapi, aku mencoba berfikir positif dan mengingatkan diri ku, bahwa pasti ada suatu hal yang baik sebagai gantinya, karena aku percaya Tuhan Maha Bijaksana!dan ku dapatkan pemandangan bulan purnama yang bersinar terang yang terpantul di ombak laut dan terekam kedalam digicam =]
seperti biasa, kegiatan eksplorasi yang senantiasa ku lakukan setiap kali telah berada diatas kapal kembali ku lakukan. dan ku dapatkan bahwa kapal ferry yang ku naiki sekarang ini berbeda. setiap kapal ferry mempunyai konstruksi dan interior maupun eksterior yang berbeda-beda satu sama lain, jarang sekali aku menemukan kapal ferry dengan spesifikasi yang sama.dan aku bisa memberi nilai "7" untuk kapal ini. tidak terlalu mengecewakan.mungkin yang mengecewakan adalah, aku hampir tidak menemukan penumpang kapal yang cantik, atau sekedar manis. mungkin karena ini bukanlah waktu yang tepat, sebagaimana ku ketahui kalau kampus ku memiliki jadwal akademik yang berbeda dengan kampus lainnya. sebagai contoh, ketika kampus lain telah kembali masuk kuliah, maka kampus ku barulah liburan. begitu seterusnya, hingga sekarang ini..
walaupun aku tahu harga jual diatas kapal dua kali lipat bahkan lebih, toh, aku sempat membeli minuman dingin, berhubung air minum yang ku bawa dari bis yang tersisa sedikit habis. kau tidak akan mempunyai pilihan lain jika kau tidak mempunyai cadangan!! entah itu makanan atau minuman, bahkan hal-hal lain.
perjalan mengarungi Selat Sunda dimalam hari itu pun, selesai sudah, dengan durasi perjalanan kurang-lebih dua jam, seperti biasanya.
dan aku telah berada diatas kursi bis ketika kapal hendak berlabuh di Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.
astaga! ternyata pemandangannya tak jauh berbeda dengan kondisi di Pelabuhan Merak. banyak kendaraan yang mengantri dan bersesakan di area pelabuhan, terlebih truk-truk dan kendaraan berat lainnya.
seharusnya pemerintah maupun menteri perhubungan cukup bijak menggapi masalah ini, dengan menambah jumlah kapal ferry misalnya. apalagi dua-tiga bulan lagi liburan lebaran.
Kota Lampung menyambut kehadiran kami dengan gelapnya malam dan rutinitas kehidupan malam pada umumnya, terutama di daerah Rajabasa.jika biasanya bis akan masuk Terminal Rajabasa yang penuh dengan para pedagang yang suka memaksa, preman-premannya yang kasar, dan wanita penjual diri yang menghadang di pinggir-pinggir badan jalan sepanjang jalan terminal, maka bis eksekutif ini lain ceritanya. karena sama sekali tidak memasuki terminal, hanya sekadar 'numpang lewat' saja. hahaa^^
sayangnya, saat itu perut ku sudah mulai berkeroncongan dan persediaan makanan cemilan ku sudah habis.. uhh -_-maka sebagai gantinya, aku sering minum air putih sedikit demi sedikit, dan ku paksakan diri ku untuk tidur.hingga pada akhirnya bis berhenti di suatu kota, Kota Banjarjaya (?), kalau tidak salah.
dengan segera aku bergegas pergi turun, mengisi perut ku yang sudah sangat kelaparan. ya!
aku memang tidak makan ketika bis berhenti di daerah Banten, dan jika dihitung, maka aku tidak makan selama kurang-lebih 12 jam!
aku sangat bersyukur walaupun pada kenyataannya aku harus makan dengan terburu-buru menjejalkan beberapa suapan terakhir nasi soto ku demi mendengar pengumuman bis PK akan kembali berangkat, lewat suara informan yang tersambung keluar lewat speaker.
ya, makanan favorit dan simpel dalam perjalanan yang ku sukai adalah nasi soto, karena ada kuahnya yang bisa membantu dan mempercepat proses makan^_^beda ceritanya dengan makan dengan lauk lengkap, atau sekedar nasi goreng yang notabene tanpa kuah. disamping harganya juga terjangkau, sekitar Rp 13.000,- an , tergantung rumah makan.
ahhh.. jika ingat betapa nikmatnya ayam bakar yang khas yang menjadi menu utama disalahsatu rumah makan di Kota Banjarjaya, Lampung, sewaktu ayah pergi menjemput aku dan kakak perempuan ku beberapa tahun lalu dengan mobil pribadi, yang selalu menjadi agenda kami setiap liburan lebaran tiba.. rasanya aku sangat merindukan kenangan itu..sudah 5 tahun lebih..
udara AC yang semakin dingin membuat ku semakin meringkuk didalam balutan selimut bis yang tipis itu, ditambah aku tidak menyiapkan jaket sehingga membuat ku memeluk erat badan ku dengan kedua tangan kurus ku, sambil memandang pemandangan gelap diluar sana..sesekali aku mengirim sms dan membalasnya, atau mendengarkan musik dari player. dan untunglah sang sopir mempunyai selera yang asyik punya, dengan menyalakan musik-musik nostalgia barat lewat player entah VCD atau DVD, yang mengalir pelan lewat speaker, yang sesekali ku ikut dendangkan hingga lambat-laun membuat mata ku terpejam...
keesokan paginya, dini hari, aku telah terjaga beberapa kilo sebelum memasuki Kota Tanjung Enim, tempat tujuan ku.
kemudian, sampailah bis di Kota Tanjung Enim, dan aku segera bersiap-siap.dengan nada ramah dan sopan, aku meminta sang sopir untuk berhenti di depan gedung Telkom.dan sampai akhir sang asisten sopir menurunkan tas koper ku dari bagasi, aku berterima kasih atas layanan yang diberikan oleh bis "Pahala Kencana" =]kelak dan untuk selanjutnya, aku akan selalu menggunakan jasa mu :)
dari sana, para ojek yang telah berdatangan dan kini mengerumuni ku, semenjak bis berhenti, lambat laun membubarkan diri, ketika aku menolak jasa mereka.ya, aku harus memastikan apakah kakak perempuan ku atau bahkan ayah ku yang kebetulan ada disana datang menjemput ku, lewat sms.
beberapa menit berlalu hingga ditengah lamunan ku, sebuah mobil sedan berwarna biru membunyikan klaksonnya, dan ternyata ayah ku lah yang datang menjemput ku. betapa senangnya aku :)dan selanjutnya, petualangku akan berlanjut ke bentuk diary..
bersambung,
Subscribe to:
Posts (Atom)
