Wednesday, December 19, 2007

17agustus-warna lain: the diaryIV

hari ke-6,
hari ini, hampir nggak ada acara spesial, selain bantu mom di warung & kantin. kegiatan lainnya paling memfoto bunga-bunga yang pada mekar yang ada dikantin. bunga hasil kegemaran mom berkebun^^ ya bunga mawar (merah, merah muda, putih), atau bunga-bunga lainnya, selebihnya, main sama ponakan.

hari ke-7,
sama, nggak ada acara spesial. cuma memfoto-foto, tapi kali ini dari atas genting atap rumah. "udah lama gak nyantei diatep^^"

hari ke-8,
pagi hari, aku dan dad pergi mengantar mom ke terminal. tujuan kepergian mom adalah Jogja, dan mampir menginap dirumah paman di Palembang terlebih dahulu. misi mom ke Jogja adalah untuk ikut pelatihan/pelantikan TELA-TELA, jajanan berupa singkong goreng dengan bumbu berbagai macam rasa, yang saat ini tengah digemari, juga karena TELA-TELA memang aslinya dari sana, supaya kelak mom bisa buka cabang di Pagaralam. dan gidicam ku pun dibawa mom, jadi nggak bisa foto-foto lagi deh..
dan mulai hari itulah, aku, dad dan para ponakan wajib memberitahu ke biyung, panggilan untuk orang yang bantu mom dari dulu, yang juga kerja di warung, perihal sayur ataupun lauk apa yang hendak dimakan hari itu.
memang sih, masakan biyung dengan mom beda jauh, tapi yah, keadaanlah yang membuat kami tidak punya pilihan-_-
mbak utik yang dari semula tidak disetujui untuk ikut, telah mempersiapkan barang bawaaan dan dengan keuangan yang super pas-pas an, yang ia paksa pakai dari tabungan pribadi dan berangkatlah ia pada malam hari dengan menaiki bis malam..

hari ke-9,
kini, dirumah hanya ada kami berlima. aku, dad, dan ketiga ponakan, ajeng, agil dan andin. alhasil, rumah terasa sangat-sangat sepi tanpa kehadiran mom yang doyan nonton sinetron tiap malam dan yang selalu marah ketika channel diganti^^
atau ocehan dan rengekan si kecil abib, sang doyan sama 'ampas' kopi dad^^

hari ini, wandi, sang penjual martabak manis, yang juga teman ku disekitar warung, membeli MP4 Player ku, 1/2 dari harga ku beli. berhubung ia memang mengincarnya sudah lama sekali^^ dan juga karena model yang ku punya merupakan model lama ketika atau model yang pertama kali keluar sewaktu MP4 Player mulai merebak, tepatnya setahun yang lalu, dibandingkan dengan MP4 Player sekarang yang mana lebih bagus...
oh ya, pas tengah malam, ada gempa yang membuat ku terbangun selain seruan dad tentunya. aku dan dad masing-masing membangunkan para ponakan dan pergi menyelamatkan diri keluar rumah. ada kejadian konyol malah. agil yang telah ku bangunkan kembali tidur di sofa ruang keluarga sehingga aku kembali masuk kedalam rumah untuk memaksanya mengungsi. tapi dasar si 'herman ngantuk' doi malah cuek dan meneruskan tidurnya, bahkan berontak ketika aku berusaha menggendongnya^^
untunglah, gempa mulai reda ketika aku berusaha menggendongnya untuk kesekian kalinya, dimana keadaan agil masih dalam posisi duduk-tidur di sofa dengan mimik wajah khas si 'herman ngantuk'..
['herman ngantuk' adalah sebutan untuk karakter yang doyan dan selalu tidur di salahsatu film lawas dimana boris delman bermain didalamnya, kalau nggak salah]


hari-hari selanjutnya,
seminggu sudah mom dan mbak utik pergi. dan ketika malam tanggal 12 atau 13, mom menelpon dan meminta ku untuk pergi menjemputnya. dan mom bilang bahwa beliau nggak mau dijemput sama dad. entah kenapa, paling lagi berantem deh..

sehingga, pada tanggal 13, aku yang telah berada dirumah dinas mbak ning, pergi ke Palembang bersama-sama dengan mbak ku yang juga punya urusan kantor, beserta beberapa teman kantornya para senior maupun mantan bos, dengan mencarter mobil dinas perusahaan, dimana sang sopir adalah sopir langganan mbak ku yang juga mantan teman sekantornya. walhasil, aku duduk paling belakang dan berada dipojok. "gak pa-pa deh, yg penting gratis. hehe^^"

kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Palembang pukul 11 siang, dengan mampir ke salahsatu kantor PTBA di sekitar stasiun kereta Palembang. disana, salah seorang penumpang turun.
kemudian perjalanan dilanjutkan ke salahsatu rumah makan yang berada disalahsatu pusat perbelanjaan, yang pernah menjadi tempat mampir mbak ku dulu yang mana hidangannya nikmat. dan ternyata benar saja^^

setelah makan dengan lahap dan nikmat^^ kami meneruskan perjalan menuju kantor diklat PTBA di jalan , aduh, apa itu namanya...tempat pemberhentian terakhir. setelah sedikit berbincang-bincang dengan sesama teman kantor kenalan mbak, aku diajak ke salahsatu rumah sakit tempat kenalan mbak berada.
"kirain mau mriksain aku..."

ketika mengantarkan kami disana, sang sopir pulang kembali pulang menuju kantor diklat, meninggalkan kami. "waduh.. dari tadi aku berlagak jadi pengawal mbak ku aja nih??"

bertemu dengan kenalan mbak ku, kemudian kami diajak masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja. disana, "ada pemandangan juga rupanya^^ kirain bakal kebosanan^^" ehem..

mbak ku kembali ngobrol dan berbincang-bincang sembari menawarkan produk Oriflame dimana ia telah menjadi member sedemikian lamanya, beserta mbak yul, teman dan partner bisnis mbak ku yang aslinya memang dari pihak Oriflame. sama seperti di kantor diklat sebelumnya...

aku, yang tidak mempunyai teman ngobrol, bengong menatap keluar lewat jendela ruangan.. dan kemudian mendapati diriku terjatuh dalam tidur.. dalam posisi duduk...zzz...

ketika bangun, aku, mbak ku dan mbak yul serta mbak dewi, kenalan mbak ku tersebut menaiki mobil pacar dari anaknya mbak dewi, yang datang menjemput, dimana diluar hujan deras menyambut.
"cowok cina, berduit lagi.. hemmm..."

tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke kantor diklat PTBA.

setelah berpisah dengan mbak dewi, dan beristirahat sebentar didalam, kemudian aku, mbak ku dan mbak yul kembali diantar naik mobil dinas yang tadi mengantar kami ke rumah sakit, karena sopir teman mbak yang mengantar kami berangkat dari rumah telah pulang kembali ke Tanjung Enim. kali ini tujuan kami rumah teman mbak yul didaerah Bukit Sigunting, daerah Universitas Sriwijaya.

sebelumnya, kami makan malam disalahsatu rumah makan Empek-Empek Pak Raden, yang terkenal enak. begitulah apa yang dikatakan oleh sopir teman mbak ku. dan ternyata memang enak^^ terlebih-lebih karena semuanya mbak ku yang bayar^^
"duh, senangnya punya mbak yang sayang adik^^"

setelah selesai makan, kami melanjutkan menyusuri jalan demi jalan sekitar untuk mencari alamat rumah tempat teman mbak yul berada.
"akhirnya ketemu juga"

dan kemudian, barulah mbak ku meminta diantarkan ke Sekip Ujung, dimana paman ku tinggal.

sampai disana, sopir teman mbak tersebut langsung berpamitan pulang. dan ternyata, ku dapati mom telah berada dirumah paman, tengah bersantai. padahal dari tadi mom beberapa kali menelpon menanyakan keberadaan ku..

sayang, disana, teman main ku si Reza, anak paman yang terakhir, tidak ada, dikarenakan ia tidak ada libur dan tengah kuliah disalahsatu kampus di Jogja. sehingga aku tidak bisa begitu menikmati waktu ku selain ikut mendengarkan perbincangan mom, mbak ku, paman atau bibi ku, sambil sesekali bermain dengan Dafa, cucu pertama paman.

dan ketika pukul sembilan kurang, paman ku meminta ku untuk ikut serta menjemput anak ketiganya pulang kerja, setelah bertanya ke cucunya, Dafa bolehkah aku menemani mereka. dasar, bocah hiper dan enerjik! ia setuju-setuju saja sambil kembali beraktifitas dengan begitu enerjiknya walau butir-butir keringat telah bercucuran diatas kepala mungilnya^^

begitu sampai ditujuan dan yang ditunggu telah naik kedalam mobil, aku dengan segera memalingkan kepala ku, berharap Elis, bertanya-tanya siapa aku. tapi dasar sial! aku yang memang jelek dengan gampangnya dikenalinya walau 10 tahun lebih tidak bertemu. "lha piye gak keciren, wong ireng e podo karo Eza.." begitu komentarnya. dasar sial!! langsung saja aku balik goda, "eh, kowe tetep ber'jerawat' koyo mbiyen yo..hehee.." canda ku. dan kami tertawa cekikikan seperti dulu kala. betapa moment yang terlupakan...

sampai dirumah, aku yang memaksa meminta Elis untuk berfoto dengan ku, ditolaknya, dengan alasan, "sok ae mas, pas are mangkat kantor, pas wes dandan".. yah...

malam itu, aku tidur dikamar Reza yang kini kosong tanpa TV dan mesin Playstation.. "jadi inget masa-masa dulu.. kemana itu PS ya??". untunglah ada beberapa majalah game yang sedikitnya bisa melupakan kenangan ku..

ketika asyik membaca majalah, mom meminta ku untuk menyemprot kamar tamu tempatnya istirahat. yups! memang suatu keharusan sebelum tidur untuk selalu menyemprotkan racun nyamuk kedalam kamar ketika hendak tidur, begitulah adat kebiasaan ketika menginap dirumah paman ku. jadi inget komentar paman ku yang lain, "rumah gede tapi banyak nyamuk nya.." hehee^^

bersambung,

No comments: