setelah lulus wisuda...
jika kalian sekarang ini udah menyelesaikan bangku perguruan tinggi/perkuliahan, dan menyandang status sbg wisudawan / wisudawati, baik strata, diploma, dll..
deim sarankan jangan pulang kampung dahulu. kenapa?
karena inilah yang deim rasakan sekaligus alasannya:
1 dengan gelar sarjana atau diploma mu, kamu hanya akan menjadi seorang wisudawan/ti pengangguran selanjutnya, nomor sekian dari yang telah ada, di seluruh indonesia.
2 karena kamu pengangguran, lambat laun akan terdengar kabar-kabar nggak enak dari tetangga, seperti "..anaknya ibu.. wisudawan pengangguran ya.." (kecuali kamu punya segudang aktifitas bermanfaat lainnya, seperti ikut kegiatan sosial), sehingga tidak menutup kemungkinan anak-anak mereka yang berlainan jenis dengan mu, akan diwanti-wanti supaya jangan bergaul dengan mu, yang pengangguran.
3 jadi 'parasit' bagi keluarga mu sendiri!
karena di luar negeri, anak yang telah beranjak dewasa dan menginjak usia 18 tahun, sudah mampu menghidupi dirinya sendiri, beda dengan anak indonesia yang mayoritas cara didik orangtua nya adalah memanjakan anaknya. sehingga tiap hari kerja hanya makan, tidur, have fun, dan semua itu berasal dari orangtua
4 ketika kamu hendak kembali ke kota tempat menuntut ilmu, walaupun niat dan tujuan mu hendak mencari kerja, pasti orangtua mu melarang dengan berbagai alasan, seperti "..istirahat dulu, segarkan pikiran.." yang mau nggak mau kamu pasti 'wajib' menuruti keinginan mereka, biar nggak durhaka
5 kamu TIDAK akan pernah bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab, selama kamu ada di kampung halaman mu, yang notabene setiap ada masalah, pasti orangtua mu yang menyelesaikan, dan kamu TIDAK punya kesempatan untuk belajar dari kejadian tersebut
6 hubungan mu dengan sang pacar, lambat laun pasti berkurang! mengapa?
karena kamu dan dia telah terpisah oleh jarak, dan sangat minim hubungan jarak jauh yang berhasil. bahkan bisa-bisa, dia akan menjauhi mu (karena status mu yang 'wisudawan/ti pengangguran')
7 kamu tidak memiliki kerabat yang sering mengajak proyek yang menghasilkan uang lagi, sehingga baik wawasan, pengalaman serta nertworking mu TIDAK akan berkembang. ini jika di kota tempat menimba ilmu kamu terbiasa mempunyai proyek dengan kerabat mu (teman, dll..)
8 kamu TIDAK bisa lagi, mengkoleksi barang-barang kesukaan mu, atau baca buku di taman bacaan, menonton biokop, jalan-jalan cari jajanan enak, windows shopping, atau aktifitas favorit kamu lainnya (seperti halnya deim)..
9 kamu akan terpisah dengan para teman, sahabat, kerabat, dosen, ibu-bapak atau siapa pun yang telah dekat dengan mu. dan untuk tempo waktu yang tidak tentu..
10 kamu tidak bisa lagi mempelajari suku, adat-istiadat, maupun tata krama di kota tempat mu menimba ilmu..
dan terakhir,
kamu akan kehilangan suasana kota tempat mu menimba ilmu, keunikan kota tersebut, pemandanganya, penduduk aslinya, dan hal-hal yang selama ini senantiasa telah menemani mu...
semua itu akan jadi sedikit beda, jika kamu termasuk tipe orang yang aktif dan kreatif, ulet dan pintar membaca situasi! walaupun kamu sudah pulang ke kampung halaman, kamu pasti menemukan kesibukan baru...
bagi deim, memang pulang ke kampung halaman untuk menyegarkan pikiran pasca kuliah adalah salahsatu pilihan yang bagus, tapi jika masa 'penyegaran pikiran' ini lebih dari satu bulan, otomatis ini menggangu pikiran deim. bagaimana nggak?!
empat teman dekat, salahsatunya cewek yang deim taksir sudah membangun dan membina keluarga yang baru (menikah), apalagi begitu ketemu lagi setelah menikah, wajah mereka (terutama yang cowok) lebih mesum, bahkan ketika mereka tersenyum. sedangkan istri mereka (Atau teman cewek), badannya terlihat lebih 'berisi'. ughh! sungguh menggangu-_-
belum kerabat yang biasa datang menawari proyek, tidak bisa menawari lagi, dikarenakan posisi deim yang berada dikampung halaman, dll..
belum lagi deim tidak bisa lagi mengikuti update-update terbaru, seperti pemutaran film-film baru di bioskop, manga edisi selanjutnya atau mangan baru, anime edisi selanjutnya atau anime baru, cd games terbaru (termasuk dua seri expansi sims 2 yang terakhir: the Sims 2 Mansion & Garden, the Sims 2 Apartement Life), dvd film bajakan terbaru yang sudah pasti murah meriah (hidup bajakan^^) dan lain-lain...
yang jelas, tinggal dikampung halaman lebih dari satu bulan sungguh menggangu!!!
belum lagi deim yang senantiasa selalu memikirkan untuk segera menikah. tapi, jika kondisinya seperti ini, deim belum bisa pergi merantau untuk mengadu nasib, bagaimana deim bisa menyiapakan modal untuk pernikahan?!
dan entah mengapa, ibu deim berulang kali meminta deim untuk cari kerja dikampung halaman saja dengan cara membuka usaha digital print seperti yang deim lakukan sekarang ini.
memang PELUANG itu ada!! dan prosfek nya sangat bagus. tapi, kembali lagi ke diri deim pribadi. deim tidak ingin jadi 'macan kandang', deim ingin merantau, mengadu nasib, menimba ilmu dan pengalaman serta menambah wawasanm, yang mana dikampung halaman deim baik ilmu, pengalaman maupun wawasan tidak dapat berkembang dengan baik. belum lagi, kapan deim bisa belajar untuk lebih mandiri?!
untunglah ayah dan mbak-mbak deim, semuanya pada mengusulkan dan mendukung keinginan dan niat deim yang ingin cari kerja diluar kampung halaman=]
whoa, i LOVE them most, better than my mom..
sekarang masalahnya, sampai kapan deim harus 'terkurung' disini??? setiap kali ditanya, ibu deim pasti menjawab, "nanti kalo tinta print sama kertas fotonya abis..", dilain waktu beliau berkata, "udahlah, buka aja digital print disini.. berapa modalnya, biar ibu beliin stok kertas, tinta, dll.. tinggal bilang..." bahkan beliau melarang deim membawa serta komputer deim ketika deim pergi kembali ke bandung untuk mengadu nasib, dengan alasan "..biar digital print nya tetep buka. kan udah dapet banyak pelanggan.. biar mbak mu yg meneruskan.."
dalam hati deim berpikir, "apa jadinya seorang wisudawan/ti desainer yang tidak memiliki perangkat komputer yang notabene membantu merancang dan mendesain suatu karya nya???"...
karena memang benar, seorang desainer grafis senantiasa berkutat dan berkarya menggunakan perangkat komputer, seperti halnya yang telah diajarkan selama kuliah.
bahkan sekarang pun desain interior maupun arsitektur, menggunakan perangkat canggih ini.
lantas deim bilang, bahwa deim akan membawa serta komputer deim, dan juga bilang "untuk apa ilmu desainer yang selama ini deim cari di bangku kuliah kalo nggak dipake (diasah lewat komputer)??" dan ayah deim juga membenarkan hal tersebut. bahkan beliau menambahkan, "masa' mama nggak kasian sama anak laki-laki satu-satunya, percuma ilmunya gak bakal kepake kalo disini trus.."
memang wajar jika ibu deim mempunyai pikiran seperti itu, toh, beliau memang cuma disekolahkan tidak sampai tamat bangku sekolah dasar, dan selebihnya disuruh bantu mencari uang, pada masa itu..
sekarang, deim telah memutuskan untuk berada dikampung halaman sampai deim menyelesaikan pembuatan surat-surat penting, seperti "SURAT KETERANGAN SEHAT", "Surat Kartu Kuning", "Surat Kelakuan Baik" dan lain-lainnya yang nantinya digunakan untuk setiap kali mengirimkan lamaran.
toh, usaha digital print ini hanya sebagai pengisi waktu luang, sekaligus untuk sekedar survei prosfek usaha digital printing dikampung halaman deim.
buat kalian, mudah-mudah uneg-uneg ini dapat diambil manfaatnya, terutama mengenai perlu-tidaknya kalian 'menyegarkan pikiran' dengan cara pulang kampung dan untuk tempo waktu berapa lama.
salam,
deim.
jika kalian sekarang ini udah menyelesaikan bangku perguruan tinggi/perkuliahan, dan menyandang status sbg wisudawan / wisudawati, baik strata, diploma, dll..
deim sarankan jangan pulang kampung dahulu. kenapa?
karena inilah yang deim rasakan sekaligus alasannya:
1 dengan gelar sarjana atau diploma mu, kamu hanya akan menjadi seorang wisudawan/ti pengangguran selanjutnya, nomor sekian dari yang telah ada, di seluruh indonesia.
2 karena kamu pengangguran, lambat laun akan terdengar kabar-kabar nggak enak dari tetangga, seperti "..anaknya ibu.. wisudawan pengangguran ya.." (kecuali kamu punya segudang aktifitas bermanfaat lainnya, seperti ikut kegiatan sosial), sehingga tidak menutup kemungkinan anak-anak mereka yang berlainan jenis dengan mu, akan diwanti-wanti supaya jangan bergaul dengan mu, yang pengangguran.
3 jadi 'parasit' bagi keluarga mu sendiri!
karena di luar negeri, anak yang telah beranjak dewasa dan menginjak usia 18 tahun, sudah mampu menghidupi dirinya sendiri, beda dengan anak indonesia yang mayoritas cara didik orangtua nya adalah memanjakan anaknya. sehingga tiap hari kerja hanya makan, tidur, have fun, dan semua itu berasal dari orangtua
4 ketika kamu hendak kembali ke kota tempat menuntut ilmu, walaupun niat dan tujuan mu hendak mencari kerja, pasti orangtua mu melarang dengan berbagai alasan, seperti "..istirahat dulu, segarkan pikiran.." yang mau nggak mau kamu pasti 'wajib' menuruti keinginan mereka, biar nggak durhaka
5 kamu TIDAK akan pernah bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab, selama kamu ada di kampung halaman mu, yang notabene setiap ada masalah, pasti orangtua mu yang menyelesaikan, dan kamu TIDAK punya kesempatan untuk belajar dari kejadian tersebut
6 hubungan mu dengan sang pacar, lambat laun pasti berkurang! mengapa?
karena kamu dan dia telah terpisah oleh jarak, dan sangat minim hubungan jarak jauh yang berhasil. bahkan bisa-bisa, dia akan menjauhi mu (karena status mu yang 'wisudawan/ti pengangguran')
7 kamu tidak memiliki kerabat yang sering mengajak proyek yang menghasilkan uang lagi, sehingga baik wawasan, pengalaman serta nertworking mu TIDAK akan berkembang. ini jika di kota tempat menimba ilmu kamu terbiasa mempunyai proyek dengan kerabat mu (teman, dll..)
8 kamu TIDAK bisa lagi, mengkoleksi barang-barang kesukaan mu, atau baca buku di taman bacaan, menonton biokop, jalan-jalan cari jajanan enak, windows shopping, atau aktifitas favorit kamu lainnya (seperti halnya deim)..
9 kamu akan terpisah dengan para teman, sahabat, kerabat, dosen, ibu-bapak atau siapa pun yang telah dekat dengan mu. dan untuk tempo waktu yang tidak tentu..
10 kamu tidak bisa lagi mempelajari suku, adat-istiadat, maupun tata krama di kota tempat mu menimba ilmu..
dan terakhir,
kamu akan kehilangan suasana kota tempat mu menimba ilmu, keunikan kota tersebut, pemandanganya, penduduk aslinya, dan hal-hal yang selama ini senantiasa telah menemani mu...
semua itu akan jadi sedikit beda, jika kamu termasuk tipe orang yang aktif dan kreatif, ulet dan pintar membaca situasi! walaupun kamu sudah pulang ke kampung halaman, kamu pasti menemukan kesibukan baru...
bagi deim, memang pulang ke kampung halaman untuk menyegarkan pikiran pasca kuliah adalah salahsatu pilihan yang bagus, tapi jika masa 'penyegaran pikiran' ini lebih dari satu bulan, otomatis ini menggangu pikiran deim. bagaimana nggak?!
empat teman dekat, salahsatunya cewek yang deim taksir sudah membangun dan membina keluarga yang baru (menikah), apalagi begitu ketemu lagi setelah menikah, wajah mereka (terutama yang cowok) lebih mesum, bahkan ketika mereka tersenyum. sedangkan istri mereka (Atau teman cewek), badannya terlihat lebih 'berisi'. ughh! sungguh menggangu-_-
belum kerabat yang biasa datang menawari proyek, tidak bisa menawari lagi, dikarenakan posisi deim yang berada dikampung halaman, dll..
belum lagi deim tidak bisa lagi mengikuti update-update terbaru, seperti pemutaran film-film baru di bioskop, manga edisi selanjutnya atau mangan baru, anime edisi selanjutnya atau anime baru, cd games terbaru (termasuk dua seri expansi sims 2 yang terakhir: the Sims 2 Mansion & Garden, the Sims 2 Apartement Life), dvd film bajakan terbaru yang sudah pasti murah meriah (hidup bajakan^^) dan lain-lain...
yang jelas, tinggal dikampung halaman lebih dari satu bulan sungguh menggangu!!!
belum lagi deim yang senantiasa selalu memikirkan untuk segera menikah. tapi, jika kondisinya seperti ini, deim belum bisa pergi merantau untuk mengadu nasib, bagaimana deim bisa menyiapakan modal untuk pernikahan?!
dan entah mengapa, ibu deim berulang kali meminta deim untuk cari kerja dikampung halaman saja dengan cara membuka usaha digital print seperti yang deim lakukan sekarang ini.
memang PELUANG itu ada!! dan prosfek nya sangat bagus. tapi, kembali lagi ke diri deim pribadi. deim tidak ingin jadi 'macan kandang', deim ingin merantau, mengadu nasib, menimba ilmu dan pengalaman serta menambah wawasanm, yang mana dikampung halaman deim baik ilmu, pengalaman maupun wawasan tidak dapat berkembang dengan baik. belum lagi, kapan deim bisa belajar untuk lebih mandiri?!
untunglah ayah dan mbak-mbak deim, semuanya pada mengusulkan dan mendukung keinginan dan niat deim yang ingin cari kerja diluar kampung halaman=]
whoa, i LOVE them most, better than my mom..
sekarang masalahnya, sampai kapan deim harus 'terkurung' disini??? setiap kali ditanya, ibu deim pasti menjawab, "nanti kalo tinta print sama kertas fotonya abis..", dilain waktu beliau berkata, "udahlah, buka aja digital print disini.. berapa modalnya, biar ibu beliin stok kertas, tinta, dll.. tinggal bilang..." bahkan beliau melarang deim membawa serta komputer deim ketika deim pergi kembali ke bandung untuk mengadu nasib, dengan alasan "..biar digital print nya tetep buka. kan udah dapet banyak pelanggan.. biar mbak mu yg meneruskan.."
dalam hati deim berpikir, "apa jadinya seorang wisudawan/ti desainer yang tidak memiliki perangkat komputer yang notabene membantu merancang dan mendesain suatu karya nya???"...
karena memang benar, seorang desainer grafis senantiasa berkutat dan berkarya menggunakan perangkat komputer, seperti halnya yang telah diajarkan selama kuliah.
bahkan sekarang pun desain interior maupun arsitektur, menggunakan perangkat canggih ini.
lantas deim bilang, bahwa deim akan membawa serta komputer deim, dan juga bilang "untuk apa ilmu desainer yang selama ini deim cari di bangku kuliah kalo nggak dipake (diasah lewat komputer)??" dan ayah deim juga membenarkan hal tersebut. bahkan beliau menambahkan, "masa' mama nggak kasian sama anak laki-laki satu-satunya, percuma ilmunya gak bakal kepake kalo disini trus.."
memang wajar jika ibu deim mempunyai pikiran seperti itu, toh, beliau memang cuma disekolahkan tidak sampai tamat bangku sekolah dasar, dan selebihnya disuruh bantu mencari uang, pada masa itu..
sekarang, deim telah memutuskan untuk berada dikampung halaman sampai deim menyelesaikan pembuatan surat-surat penting, seperti "SURAT KETERANGAN SEHAT", "Surat Kartu Kuning", "Surat Kelakuan Baik" dan lain-lainnya yang nantinya digunakan untuk setiap kali mengirimkan lamaran.
toh, usaha digital print ini hanya sebagai pengisi waktu luang, sekaligus untuk sekedar survei prosfek usaha digital printing dikampung halaman deim.
buat kalian, mudah-mudah uneg-uneg ini dapat diambil manfaatnya, terutama mengenai perlu-tidaknya kalian 'menyegarkan pikiran' dengan cara pulang kampung dan untuk tempo waktu berapa lama.
salam,
deim.
