pagi itu, begitu aku sampai di Rasamala 4, dirumah tempat kakak perempuan tertua ku tinggal, aku tidak menemukan kedua ponakan ku menantiku.. oh, ku pikir wajar, toh, waktu masih menunjukkan pukul 5.30an pagi dan ku temukan mereka masih dengan pose 'awang-awang' diatas tempat tidur^^
segera setelah aku menyalami seisi penghuni rumah dan menyelesaikan ibadah shubuh, segera aku mengecek komputer kakak ku, yang lagi-lagi rusak-_-
menurut laporan sepupu ku yang sempat memperbaikinya, Harddisk nya bermasalah. dan dari hasil analisa ku, memang benar, PLUS VGA card-nya..ah, untunglah aku membawa Harddisk ku, sehingga aku dapat menggunakan dan mengoperasikan komputer sakit-sakitan tersebut, setelah melakukan beberapa setting-an tentunya.
sebenarnya, saat itu, ketika komputer tengah ku instal windows, kakak ku menyuruh ku untuk membangunkan kedua keponakan ku, dan tanpa banyak waktu, segera saja aku beranjak dan menjahili mereka tepat di telinga^^
baik ucan maupun akbar, kedua-duanya tidak dapat menahan rasa geli, tetapi mereka berdua masih dengan cueknya berusaha untuk meneruskan tidur mereka. hingga akhirnya aku memegang pergelangan kaki dan menarik mereka hingga ke tepi tempat tidur. hanya si ucan lah yang terbangun! dan ternyata ia malah berusaha untuk kembali ke tengah tempat tidur dan sebelum itu terjadi,"hey, oom dateng nih.. masa nggak dikasih salam!" seru ku.barulah si ucan bangun masih dengan mata terkantuk-kantuk. "sana mandi, bentar lagi masuk sekolah" ujar ku lagi..dan sekarang, tibalah saatnya aku menggoda keponakan paling kecil yang ahir di tanggal dan bulan yang sama dengan ku ini^^
telingan, leher, bahkan pinggang tak luput dari tangan jahil ku.akbar hanya mengerang marah, setiap kali tanganku 'beroperasi'^^
"oi, bangun dek, oom ini.." ujar ku tiap kali ia mengerang.sementara itu, ucan yang telah menyelesaikan mandinya, menanyaiku berbagai macam pertanyaan, seperti "oom kapan sampe? bawa cd ps ga?" bla..blaa..
dan setelah akbar 'benar-benar' bangun, barulah aku kembali ke kamar kosong dimana barang-barang ku simpan. kembali asyik dengan kegiatan ku dan mengacuhkan kedua keponakan ku. toh, percuma aku mengajak ongbrol mereka ketika kosentrasi ku terpaku ke komputer yang bermasalah tersebut, belum lagi sebentar lagi mereka berangkat sekolah.
memang, harusnya aku yang pergi mengantarkan mereka, tetapi ternyata kakak ku lah yang pergi mengantarkan mereka bersamaan dengan waktunya untuk masuk kantor. sementara ayah tengah berbaring santai di sofa ruang tengah menonton TV.
hampir seharian itu aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki komputer. bahkan ketika akbar pulang dari taman kanak-kanak pukul 10an pagi. dan ku pikir, ketika itulah aku menghabiskan waktu dengan akbar, mendengarkan ceritanya di taman kanak-kanak yang ia ceritakan dengan mulut kecil dan suara khas nya yang bikin gemes^^.. ngobrol ala paman-keponakan.. serta tentu saja, main PS2, dimana ia sangat senang ketika ia memainkan game-game baru yang ku bawa, sementara ayah mengalah dan pergi menonton TV didalam kamar tidur kakak.bahkan ketika ucan kembali dari sekolah, siang pukul 12an, kami masih asyik bermain. hingga kemudian ia langsung bergabung, buru-buru aku mencegahnya, "hey, ganti baju dulu, cuci kaki dulu sana" ujar ku, dan dibalasnya dengan keluhan "..ai..", malas.
sekarang ucan tengah melihat-lihat koleksi game PS2 ku. ketika ia tertarik dan ingin mencoba salahsatu game, buru-buru aku melihatnya, karna ada beberapa game yang ku larang untuk mereka mainkan, walaupun mereka sangat ingin mencobanya.mengapa? karna aku melihat, rating yang tertera pada kepingan dan sampul game sekarang ini TIDAK ADA satu pun yang benar. bahkan hampir semuanya menyantumkan rating "E" atau "Everyone", bahkan untuk game yang mengandung bahasa kasar, kekerasan, dll. contoh gampangnya, game Grand Theft Auto yang hampir semua anak kecil yang memiliki console PS2 memainkannya tanpa ada pengecualian maupun pengawasan dan bimbingan dari orangtuanya.. sebuah dampak yang SANGAT negatif, mengingat game ini mengandung unsur-unsur kekerasan yang sangat kental, seperti tumpahan darah, pembunuhan, dan lain sebagainya. dan celakanya, hampir semua toko game yang menjual me masa-bodoh kan hal sepenting rating, dan mereka asyik-asyik saja menjual game-game tersebut tanpa memperdulikan siapa yang memainkannya!!
makanya, aku akan menjadi seorang paman yang keras dan berwajah galak setiap kali mereka hendak main game-game diluar rating "Everyone" atau "Teen" yang 'benar', lewat penilaian ku!!yah, memang, tak semua game ku larang, bahkan game "Forbidden Siren2" yang mempunyai rating "Mature" (kesimpulan ku), mereka dapat menonton aksi ku dalam memainkannya, dimana sang tokoh harus menghindari duel dengan manusia yang terkontaminasi "Siren" yang membawa beraneka macam senjata, tetapi berusaha untuk pergi ke tempat tujuan dengan bersembunyi didalam environment game yang sangat kental dengan kegelapan dan suasana mencekam lainnya.setiap kali sang tokoh kepergok atau berkelahi dengan mahluk tersebut, mereka seringkali menjerit ketakutan^^
ah, memang, game ini cocok dimainkan dimalam hari, ketika semuanya berkumpul^^ baik kakak ku, baby-sitter dan tentu saja kedua keponakan ku^^
bahkan, kadang aku membiarkan mereka menonton ku memainkan game dengan rating "Mature" lainnya, seperti "Resident Evil series", tetapi tentu saja dengan pengawasan dan bimbingan ku. sehingga ketika aku tidak main, mereka tidak berani 'menyentuh' game-game tersebut. alhasil, setidaknya aku mengurangi kecenderungan mereka dalam memainkan game-game dewasa atau yang mengandung unsur kekerasan.aku bahkan kadang menyuruh mereka untuk memainkan game-game RPG (Role Playing Game) dimana sang karakter harus menjelajah satu kota, kembali lagi ke kota sebelumnya, untuk mengaktifkan atau memicu 'event' sehingga bisa meneruskan ke area/stage selanjutnya. intinya berkeliling dan mondar-mandir kesana kemari^^game RPG adalah genre game favorit ku, sejak game "Suikoden II" untuk console Playstation dulu. dan itulah game RPG pertama dimana aku jatuh cinta kepadanya^^karna selain mengajarkan mereka supaya jeli (mencari suatu 'item' atau petunjuk), juga dapat mengajarkan mereka untuk belajar bahasa inggris tentunya, karna mereka tidak akan mengetahui petunjuk harus bagaimana, harus kemana, jika mereka tidak membaca teks dan memahaminya. inilah segi positif dari bermain game!
ok, lanjut ke cerita.
setelah makan siang, ucan pergi mengaji, sehingga acara berenang pun kami tunda sampai ucan selesai pengajian.
yah, beberapa saat setelah ucan menemani main PS2, aku memprakarsa untuk menyudahi bermain game, dengan alasan "mesinnya udah panas..", "..nanti dilanjut lagi". aku memang membatasi mereka untuk bermain selama 2jam, kalaupun lebih paling 30menit. karna aku tahu bermain game lebih dari 2jam tidak baik! karna ketika main game, kita hanya duduk diam, dan hanya kedua tangan saja yang bergerak.aku bisa saja berpesan seperti itu kepada keponakan ku, tapi kenyataannya, justru akulah yang suka bermain melebihi jam normal, lebih dari 2jam^_^ dan itu ku lakukan setiap malam, ketika semua sudah pergi tidur, maka aku akan duduk diam didepan TV bahkan sampai adzan shubuh berkumandang.. sebuah kebiasaan yang buruk!itulah sebabnya wajah ku tidak pernah bisa benar-benar bersih dari jerawat^_^
ketika ucan pergi pengajian, akbar bermain diluar, bahkan sekarang ia sering pamer kepada ku bahwa ia sekarang telah bisa bersepeda^^ maka nya sekarang aku tidak heran ketika mendapatinya tidak berada diatas tempat tidur, seperti dulu.
setelah ashar, tepatnya pukul empat sore, barulah ucan kembali. dan entah kenapa dan entah alasan apa, membuat kami membatalkan acara berenang kami..salahsatu alasannya adalah, karna tidak ada kendaraan untuk kesana. karna kakak ku pergi ke kantor membawa motor setelah istirahat dirumah tadi siang, padahal paginya ia membawa mobil sedan.kedua, karna aku masih belum 'benar-benar' bisa membawa mobil.sedang untuk pergi naik sepeda, kedua keponakan ku bisa, tapi aku tidak. karna tidak ada sepeda yang cukup besar untuk ku..jalan kaki, hehe.. sepertinya kami terlalu malas untuk jalan kaki, belum lagi akbar yang tidak boleh ikut, karna minimal harus ada yang menjaganya ketika berenang, dan baik Yus maupun Yos, kedua baby-sitter yang merangkap pembantu rumah, tidak bisa pergi menemani berhubung mereka mempunyai kegiatan rutinitas lain.padahal letak kolam renang itu berada di kompleks Basecamp PTBA, kira-kira 2kilo meter dari kompleks Townsite PTBA.
walhasil, akbar mandi sore dengan cara masuk kedalam bak mandi^^dan, jeprat-jepret lah aku demi melihat tingkahnya yang kecewa tidak jadi berenang^^yah, walaupun aku maupun kedua keponakan ku sangat menantikannya, setidaknya akbar tidak terlalu kecewa, entahlah dengan ucan, sepertinya ia cuek dan masa bodoh saja..
malam hari, mbak ku meminta ucan untuk pergi dengan ku membeli TELA-TELA, jajanan yang terbuat dari ubi yang digoreng dan diberi berbagai macam rasa, di pasar Mambo. baik aku dan ayah ku bingung, apa itu? sementara kedua keponakan ku sibuk merundingkan rasa apa yang hendak mereka pilih. selain bebek goreng untuk lauk makan malam.baik mbak maupun kedua keponakan ku, semuanya sangat menyukai bebek goreng^^ dan hampir setiap kali aku berada di sana ketika liburan, bebek goreng hampir selalu menjadi lauk favorit di malam hari.
setelah semua orang menyebutkan rasa apa yang mereka inginkan, aku segera berangkat, ditemani oleh kedua keponakan ku yang MEMAKSA ikut, seolah-olah mereka tidak akan bisa bersama ku lagi^^
jalanan kompleks yang minim cahaya lampu jalan dan udara malam yang dingin itu kami lalui dengan bincang-bincang seputar pertanyaan ku akan TELA-TELA sepanjang perjalanan.
ketika kami sampai di tempat pedagang TELA-TELA, banyak kerumunan orang yang tengah mengantri. hal ini wajar, toh, mengingat jajanan ini merupakan jajanan baru yang berasal dari Jogja.segera setelah turun dan memberitahu pesanan kami, aku yang teringat pesanan satu lagi lantas berpamitan kepada kedua keponakan ku, untuk pergi ke Pasar Mambo tak jauh dari tempat gerobak TELA-TELA tersebut.dan celakanya, ketika aku hendak membeli pesanan bebek goreng, ternyata sudah habis, dengan kecewa aku segera kembali ke tempat kedua keponakan ku menunggu.
setelah membayar TELA-TELA, aku menanyai ucan, dimana lagi tempat membeli bebek goreng. dan dipandu lah aku menuju kesana.begitu sampai dan setelah memesan, aku segera membuka bungkus TELA-TELA kepunyaan ku dan dengan air liur yang penasaran, segera aku gigit ubi goreng rasa Keju yang masih hangat tersebut^^
"ahh.. enak^^" dan akbar segera saja meminta untuk ikut-ikutan mencobanya, disusul ucan.
didalam warung tenda itu, serasa akulah yang tengah bersinar paling terang, demi lidah ku yang menikmati rasa Keju dari TELA-TELA tersebut, tanpa memperdulikan hal-hal lainnya^^
bahkan ketika pesanan bebek goreng telah selesai, hampir saja aku masih asyik menikamti jajanan tersebut.
setelah membayar, aku dengan sangat terpaksa membungkus TELA-TELA dan memasukkannya kembali kedalam kantung dimana TELA-TELA yang lain berada.bahkan ketika dan sedang membawa motor, aku berulang kali mencoba untuk merogoh kedalam kantung dimana TELA-TELA itu berada..tapi, aku berusaha dengan sangat keras, "JANGAN!!" tolong tunggu sebentar hingga tiba dirumah, sebelum aku bisa menikmati jajanan itu lagi..
begitu sampai dirumah dan memasukkan motor didapur, kedua keponakan ku segera berlari masuk kedalam ruang tengah, meninggalkan ku. segera saja ku parkir motor, mengunci pintu dapur dan berlari menyusul.dan akhirnya, aku kembali menikmati jajanan tersebut^^
"Hey!! apa ini?? koq udah ga enak kayak tadi??" pikir ku begitu gigitan pertama tertancap di ubi goreng yang kini telah mulai menjadi dingin itu, seraya memandangi sisanya didalam bungkus.. "ahh.. jadi tak nikmat lagi.."
tiba-tiba saja aku jadi terbius ketika mbak ku tengah menyajikan bebek goreng dibawah sofa. dan ikut menyerbu layaknya anak kecil, persisnya seperti kedua keponakan ku sendiri. hehee^^
dan malam itu, kami menikmati hidangan bebek goreng sebagai lauk makan malam bersama-sama..
dan aku sudah melupakan TELA-TELA demi menikmati daging bebek goreng yang berulang kali tersiram dengan air liur ku setiap kali sepotong daging bebek masuk kedalam mulut ku^^
"ohh.. nikmatnya..."
dan begitulah akhir dari cerita hari pertama ku.
bersambung,

No comments:
Post a Comment