agustus 2007, untunglah ada libur kuliah, sehingga untuk kesekian kalinya aku bisa menikmati liburan di kampung halaman tercinta, terutama untuk kembali mengikuti parade "17-an", yang senantiasa aku ikuti setiap tahunnya. yah, setidaknya itulah yang aku harapkan pada liburan agustus kali ini..
beberapa hari di minggu akhir bulan juli, baik ibu ku maupun kakak perempuan ku, berulang kali menanyakan kapan aku pulang. memang, aku telah membuat pernyataan "ada liburan.." dan "akan pulang..", beberapa hari sebelumnya, supaya orangtua ku bisa mempersiapkan uang untuk ongkos pulang ku.ok, aku mengaku aku anak manja yang masih saja 'menadah' tangan ke orangtua, di usia yang tak lagi remaja, terlebih, tidak berupaya untuk bisa sekedar kerja magang supaya dapat menabung sedikit uang untuk keperluan ku sendiri..jujur saja, aku memang memiliki niat untuk mencari kerja magang, berhubung kemarin aku kerja praktek (kp/kkn/pkl, atau apalah istilahnya), dan kontrak habisnya tepat di minggu akhir bulan juli, maka aku menunda niat tersebut. karena aku sedikit trauma akan pengalaman sebelumnya, yang lebih terfokus pada kerja magang ku daripada kuliah ku sendiri..
pada hari akhir kp, aku sempat bingung bagaimana baiknya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari terakhir ku.. yah, memang, aku kurang begitu akrab dengan semua pekerja "Jabar Craft Center (JCC)", paling hanya dengan pemandu ku saja, yang, astaga, ku lupa namanya..ketika aku berpamit bahwa itu adalah hari terakhir ku kp di jam tutup kantor, kebingungan itu terjawab sudah. baik aa (kakak, khas sunda) yang komputer tempatnya bekerja ku perbaiki, maupun bapak pemandu ku, berkata kepada ku bahwa aku dipersilahkan datang berkunjung kapan saja, jangan sungkan-sungkan, walaupun kp nya sudah selesai.ah, betapa baiknya niat mereka..walaupun aku kp tidak mendapat komisi atau apapun, tapi aku sangat senang sekaligus meyayangkan hampir-tidak adanya pekerjaan yang ku lakukan selama disana, selain mendokumentasikan barang-barang kerajinan, tapi aku senang, karena bapak pemandu ku menceritakan pengalamannya, sehingga bertambahlah 'gudang' wawasan ku yang masih kecil!wawasan maupun pengetahuan serta pengalaman, bagi ku lebih penting daripada komisi, walaupun pada kenyataannya, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup tanpa uang!
aku juga sempat bertemu dan membuat acara bersama sahabat yang sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri, erick, berhubung yang bersangkutan telah bekerja dan kembali ke jakarta, menunggu moment wisuda nya september nanti. walaupun pada akhirnya rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya..erick, memperlihatkan perasaan sedih nya ketika kami berpisah malam itu.. bahkan sempat menahan ku.. aku tidak dapat mengekspresikan perasaan senang ku terhadapnya, hingga lambaian tangannya menghantarkan kepergian ku yang telah berada di atas angkot menuju kos ku, dengan wajah yang masih sama sedihnya.. -_-
malam itu, baru kali itu lah aku bersiap-siap ketika esok pagi aku hendak mengadakan perjalanan panjang, pulang kampung. tak seperti biasanya, dimana aku sudah bersiap-siap tiga hari sebelum hari 'H'. betapa terasanya kejanggalan yang ku rasa..
sebelum tidur, aku mengirim sms kepada semua orang terdekat, guna membantu 'membangunkan' ku di pagi hari, dengan cara meminta mereka miss call ke ponsel ku.. ^_^ dan alhamdulillah, aku mempunyai orang-orang yang perduli dan perhatian kepada ku, walhasil, pada pukul 5.30 pagi, dering ponsel bersahut-sahutan dari berbagai nomor, sehingga aku 'benar-benar' terbangun sepenuhnya!memang aku telah mengantisipasi sebelumnya dengan menyalakan alarm jam weker, alarm ponsel (bahkan lebih dari satu!), serta minum air yang banyak sebelum tidur (supaya kelak akan terbangun karena 'kebelet'^^), serta doa.
dan bangun lah aku, untuk kemudian mandi dan berpakaian. setelah itu, aku dibuat sedikit bingung, karena aku SAMA sekali belum memesan tiket untuk pulang!! dan celakanya, loket bis yang hendak ku pakai jasa nya ternyata belum buka, dilihat dari tidak diangkatnya telepon ku. padahal waktu telah menunjukkan pukul 8 pagi! dan aku diwajibkan sudah berada di loket pukul 9.30, seperti yang telah ku dengar langsung dari penjaga loket kemarin, ketika aku survei harga tiket bis di sepanjang Jalan Soekarno .
untunglah, perjalanan selama kurang-lebih satu jam dari kos sampai Pasar Caringin, Jl. Soekarno, itu, tidak membuatku terlambat, ketika aku sampai di loket bis "Pahala Kencana" (PK)! walaupun ketika sarapan di seberang loket, aku sempat was-was^^
yap! aku memilihnya karena perusahaan itulah yang memberikan harga paling murah untuk bis eksekutif (AC, toilet, dll) dengan jurusan Tanjung Enim. mengapa aku ganti jasa bis, adalah karena jasa bis sebelumnya, semakin lama semakin mengecewakanku sebagai salahsatu pelanggan setia nya yang senantiasa menggunakan jasa nya setiap kali aku ke pulang kampung atau kembali ke Bandung, dengan seorang saudara yang bekerja di perusahaan itu, tetap tidak mendapatkan keistimewaan, seperti misalnya harga yang bisa lebih dimurahkan untuk seorang saudara sendiri!padahal, dengan perbedaan antara bis ekonomi dan bis eksekutif tersebut relatif sangat tipis. hanya dengan menambah uang sebesar Rp 20.000,- aku bisa menikmati udara dingin AC dilengkapi bantal, selimut, dan injakan kaki supaya bisa lebih santai layaknya diatas kursi 'malas'!! ^o^dan aku sangat puas dengan keputusan ku untuk berganti ke layanan bis baru (PK) tersebut!!
berbagai macam rasa campur-aduk di dada ku, karena berbagai hal.ada perasaan senang dan aman ketika aku memutuskan untuk menitipkan "persocon" (komputer/PC) ku ke mantan kakak ipar ku yang juga berada di Bandung. bahkan ia mempercayakan ku untuk melakukan sebuah permintaan tolong dari nya!kedua, aku masih bingung setiap kali mengingat saat berpisah dengan erick, sahabat ku..ketiga, aku berdebar-debar karena ada seorang kenalan yang hendak ku temui secara antusias, berinisial "F" ^^keempat, sudah hampir satu tahun lamanya aku tidak berjumpa dengan kedua orangtua ku, bahkan terhadap keponakan-keponakan ku yang lucu, menggemaskan, menjengkelkan sekaligus membuat rindu^^dan terakhir, aku berharap ada moment spesial, dimana ada seseorang spesial yang mengantarkan kepulangan ku atau menantikan kedatangan ku.. huuuhhhh-_- nasib..nasib...well, setidaknya aku bertemu dan mempunyai orang-orang hebat di Bandung akhir-akhir ini =]
selama di perjalanan, MP4Player (tanpa nama) dan digicam hadiah ultah adalah teman setia yang menemani ku^^ beragam musik jepang melantun di telinga ku meninggalkan berbagai macam kesan..berbagai pemandangan yang terpampang dibalik jendela bis sesekali terekam kedalam digicam..selebihnya, aku tertidur dalam buaian dan balutan udara dingin AC bis, mengarungi alam tidur ku dengan sopir bis yang dengan keprofessionalannya membuat ku semakin nyenyak^^
aku sadar ketika bis telah berada di Jakarta, bahkan ketika berhenti di loket di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur, dan ketika itulah aku baru benar-benar melihat banyak perubahan yang terjadi di kota Metropolitan ini.aku sedikit bernostalgia ketika bis berjalan disepanjang Jalan Pemuda, tempat dimana kos terakhir ku dan sekolah SMK PGRI 21 berada..apa kabarnya teman-teman ku ya??
ketika berada di wilayah Banten, bis berhenti disebuah rumah makan. Dan aku yang telah terbangun, membuka mata ku lantas turun dan melaksanakan ibadah sholat di mushola, kemudian barulah urusan kamar mandi^^
setelah itu, aku bertahan untuk tetap melihat-lihat perubahan demi perubahan yang terjadi, disepanjang jalan.
dan aku terkejut ketika bis memasuki Pelabuhan Merak. Banyak truk-truk yang parkir dimana-mana, mengantri!!sangat berbeda dengan pemandangan yang terakhir kali ku lihat, dimana antrian panjang dan hampir membuat seluruh area pelabuhan penuh hanya saat liburan menjelang lebaran saja!
"astaga! ini akan menjadi sebuah penantian yang sangat panjang..!"
untunglah, pihak pelabuhan mendahulukan kendaraan pribadi disusul dengan kendaraan jasa angkutan umum ketimbang kendaraan berat seperti truk, yang berada dalam posisi antri paling belakang, sebagai syarat dan ketentuan untuk memasuki badan kapal ferry.
setelah mengantri cukup lama dan bis telah memasuki dan parkir didalam kapal, barulah aku turun dan menjelajah kapal.betapa kecewanya diri ku ketika pada akhirnya aku sudah tidak bisa lagi menikmati pemandangan sunset dari atas kapal.. melainkan pemandangan malam! hiks..
sebenarnya, banyak ruginya dibanding sore hari. kenapa? karena, ketika malam, kau tak akan bisa menikmati kehangatan sinar matahari menjelang kepulangannya keperanduan yang sering diiringi oleh ikan-ikan yang berloncatan ke atas air, seperti ikan terbang, karena ikan lumba-lumba sudah sangat berkurang dengan drastis setiap tahunnya demi melihat laut yang semakin tercemar!tapi, aku mencoba berfikir positif dan mengingatkan diri ku, bahwa pasti ada suatu hal yang baik sebagai gantinya, karena aku percaya Tuhan Maha Bijaksana!dan ku dapatkan pemandangan bulan purnama yang bersinar terang yang terpantul di ombak laut dan terekam kedalam digicam =]
seperti biasa, kegiatan eksplorasi yang senantiasa ku lakukan setiap kali telah berada diatas kapal kembali ku lakukan. dan ku dapatkan bahwa kapal ferry yang ku naiki sekarang ini berbeda. setiap kapal ferry mempunyai konstruksi dan interior maupun eksterior yang berbeda-beda satu sama lain, jarang sekali aku menemukan kapal ferry dengan spesifikasi yang sama.dan aku bisa memberi nilai "7" untuk kapal ini. tidak terlalu mengecewakan.mungkin yang mengecewakan adalah, aku hampir tidak menemukan penumpang kapal yang cantik, atau sekedar manis. mungkin karena ini bukanlah waktu yang tepat, sebagaimana ku ketahui kalau kampus ku memiliki jadwal akademik yang berbeda dengan kampus lainnya. sebagai contoh, ketika kampus lain telah kembali masuk kuliah, maka kampus ku barulah liburan. begitu seterusnya, hingga sekarang ini..
walaupun aku tahu harga jual diatas kapal dua kali lipat bahkan lebih, toh, aku sempat membeli minuman dingin, berhubung air minum yang ku bawa dari bis yang tersisa sedikit habis. kau tidak akan mempunyai pilihan lain jika kau tidak mempunyai cadangan!! entah itu makanan atau minuman, bahkan hal-hal lain.
perjalan mengarungi Selat Sunda dimalam hari itu pun, selesai sudah, dengan durasi perjalanan kurang-lebih dua jam, seperti biasanya.
dan aku telah berada diatas kursi bis ketika kapal hendak berlabuh di Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.
astaga! ternyata pemandangannya tak jauh berbeda dengan kondisi di Pelabuhan Merak. banyak kendaraan yang mengantri dan bersesakan di area pelabuhan, terlebih truk-truk dan kendaraan berat lainnya.
seharusnya pemerintah maupun menteri perhubungan cukup bijak menggapi masalah ini, dengan menambah jumlah kapal ferry misalnya. apalagi dua-tiga bulan lagi liburan lebaran.
Kota Lampung menyambut kehadiran kami dengan gelapnya malam dan rutinitas kehidupan malam pada umumnya, terutama di daerah Rajabasa.jika biasanya bis akan masuk Terminal Rajabasa yang penuh dengan para pedagang yang suka memaksa, preman-premannya yang kasar, dan wanita penjual diri yang menghadang di pinggir-pinggir badan jalan sepanjang jalan terminal, maka bis eksekutif ini lain ceritanya. karena sama sekali tidak memasuki terminal, hanya sekadar 'numpang lewat' saja. hahaa^^
sayangnya, saat itu perut ku sudah mulai berkeroncongan dan persediaan makanan cemilan ku sudah habis.. uhh -_-maka sebagai gantinya, aku sering minum air putih sedikit demi sedikit, dan ku paksakan diri ku untuk tidur.hingga pada akhirnya bis berhenti di suatu kota, Kota Banjarjaya (?), kalau tidak salah.
dengan segera aku bergegas pergi turun, mengisi perut ku yang sudah sangat kelaparan. ya!
aku memang tidak makan ketika bis berhenti di daerah Banten, dan jika dihitung, maka aku tidak makan selama kurang-lebih 12 jam!
aku sangat bersyukur walaupun pada kenyataannya aku harus makan dengan terburu-buru menjejalkan beberapa suapan terakhir nasi soto ku demi mendengar pengumuman bis PK akan kembali berangkat, lewat suara informan yang tersambung keluar lewat speaker.
ya, makanan favorit dan simpel dalam perjalanan yang ku sukai adalah nasi soto, karena ada kuahnya yang bisa membantu dan mempercepat proses makan^_^beda ceritanya dengan makan dengan lauk lengkap, atau sekedar nasi goreng yang notabene tanpa kuah. disamping harganya juga terjangkau, sekitar Rp 13.000,- an , tergantung rumah makan.
ahhh.. jika ingat betapa nikmatnya ayam bakar yang khas yang menjadi menu utama disalahsatu rumah makan di Kota Banjarjaya, Lampung, sewaktu ayah pergi menjemput aku dan kakak perempuan ku beberapa tahun lalu dengan mobil pribadi, yang selalu menjadi agenda kami setiap liburan lebaran tiba.. rasanya aku sangat merindukan kenangan itu..sudah 5 tahun lebih..
udara AC yang semakin dingin membuat ku semakin meringkuk didalam balutan selimut bis yang tipis itu, ditambah aku tidak menyiapkan jaket sehingga membuat ku memeluk erat badan ku dengan kedua tangan kurus ku, sambil memandang pemandangan gelap diluar sana..sesekali aku mengirim sms dan membalasnya, atau mendengarkan musik dari player. dan untunglah sang sopir mempunyai selera yang asyik punya, dengan menyalakan musik-musik nostalgia barat lewat player entah VCD atau DVD, yang mengalir pelan lewat speaker, yang sesekali ku ikut dendangkan hingga lambat-laun membuat mata ku terpejam...
keesokan paginya, dini hari, aku telah terjaga beberapa kilo sebelum memasuki Kota Tanjung Enim, tempat tujuan ku.
kemudian, sampailah bis di Kota Tanjung Enim, dan aku segera bersiap-siap.dengan nada ramah dan sopan, aku meminta sang sopir untuk berhenti di depan gedung Telkom.dan sampai akhir sang asisten sopir menurunkan tas koper ku dari bagasi, aku berterima kasih atas layanan yang diberikan oleh bis "Pahala Kencana" =]kelak dan untuk selanjutnya, aku akan selalu menggunakan jasa mu :)
dari sana, para ojek yang telah berdatangan dan kini mengerumuni ku, semenjak bis berhenti, lambat laun membubarkan diri, ketika aku menolak jasa mereka.ya, aku harus memastikan apakah kakak perempuan ku atau bahkan ayah ku yang kebetulan ada disana datang menjemput ku, lewat sms.
beberapa menit berlalu hingga ditengah lamunan ku, sebuah mobil sedan berwarna biru membunyikan klaksonnya, dan ternyata ayah ku lah yang datang menjemput ku. betapa senangnya aku :)dan selanjutnya, petualangku akan berlanjut ke bentuk diary..
bersambung,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment